My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
36. Menginginkanmu Di Sisiku 5


__ADS_3

Akhirnya Levina sampai di depan pintu restoran. Dia pun membuka pintu itu, lalu mendorong Amelia lebih keras sehingga terjatuh di atas lantai.


"Aku memecatmu bukan karena kau sudah merusak bajuku, tapi karena kau itu payah. Orang sepertimu, tidak seharusnya bekerja di restoran ini," tambah Levina.


Levina membalikkan tubuhnya, lalu membanting pintunya.


Amelia masih terpaku dalam posisinya. Semua terjadi dengan sangat cepat. Tiba-tiba dia melihat sepasang sepatu hitam di sampingnya. Dia pun mendongak.


"Bos," katanya menyebut Alex.


Amelia langsung terbangun. Dia baru mengingat kalau pemilik dari restoran ini adalah Alex, sedangkan Levina hanya pelanggan. Satu-satunya orang yang berhak memecatnya hanya Alex. Jadi kenapa dia membiarkan dirina dipecat oleh Levina?


"Bos, apa yang terjadi kemarin malam, aku tidak sengaja melakukannya. Tolong jangan pecat aku," mohon Amelia.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu restoran terbuka. Levina keluar dari sana.


"Levina," kata Alex menyebutkan nama perempuan itu.


Amelia melihat Alex dan Levina bergantian. Dia terkejut karena Alex mengenali Levina.


"Oh, kau masih di sini? Aku menyadari kalau kau itu sangat miskin, jadi aku tidak akan meminta ganti rugi atas gaunku yang kaucuri dan kemejaku yang kaurobek. Itu hanya akan membuatmu terjebak di sini dan aku sudah enggan melihatmu berkali-kali. Maka jangan pernah melangkahkan kakimu ke mari, bahkan sebagai pelanggan," tutur Levina dengan angkuh.


Perempuan itu bersikap seeperti seorang bos lagi. Amelia langsung menatap Alex dengan wajah butuh dikasihani.


Alex menatap Amelia baik-baik. Lalu dia membuang muka agar pandangannya menjauh dari Amelia.


Amelia kehilangan kata-kata. Dia menyadari maksud Alex. Kemudian dia melihat Levina. Perempuan itu tengah menyebarkan senyum kemenangan ke seluruh wajahnya.

__ADS_1


"Lakukan saja seperti yang dikatakan Levina." Alex akhirnya bersuara.


"Bos …."


"Dia tunanganku. Kami bertunangan dua pekan lalu," jelas Alex.


Amelia langsung terdiam. Itu berarti dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena Levina juga memiliki hak untuk memecatnya dan dia telah melakukan banyak kesalahan pada Levina yang tidak bisa diperbaikinya.


Alex langsung pergi memasuki restorannya dengan memeluk Levina dari belakang, sedangkan Amelia hanya diam beberapa saat. Dia terngiang-ngiang pada semua kalimat yang sudah Levina katakan kepadanya. "Jangan pernah melangkahkan kakimu ke mari, bahkan sebagai pelanggan." Kalimat itulah yang akhirnya membuat Amelia melangkahkan kakinya pergi dari restoran itu. Setelah ini, dia tidak akan bisa melangkahkan kakinya ke tempat itu, baik sebagai karyawan atau pun pelanggan.


Amelia kembali berjalan sangat jauh. Seakan-akan tidak menemukan tempat untuk ditujunya. Akhirnya dia kembali ke tempat di mana dia menghabiskan waktu sepanjang malam, di kursi tepi jalan. Untuk kedua kalinya dia duduk di sana dengan menekuk kedua lututnya dan memeluk lutut itu. Dia tidak menangis, tetapi dia terheran-heran. Bagaimana mungkin dia merasa berat untuk meninggalkan restoran itu? Apa arti restoran itu baginya?


Bekerja di restoran itu bukan pengalaman pertama Amelia bekerja. Sebelumnya dia sudah menjadi pelayan di banyak tempat. Itu berarti Amelia sudah dipecat berkali-kali. Amelia langsung melangkah keluar setelah mendapatkan gaji terakhirnya. Dia tidak pernah memohon untu dikembalibekerjakan karena dia tahu kalau dia tidak akan bisa kembali. Lalu kenapa dia bisa begitu merendahkan dirinya hanya untuk tidak dipecat dari restoran itu?

__ADS_1


***


__ADS_2