My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
30. Awal Merindukanmu 2


__ADS_3

Malam telah larut. Setelah pekerjaan di restoran selesai, Amelia tidak langsung pulang ke rumah. Dia berpikir untuk menghirup udara baru di tempat lain. Dia pun pergi dengan berjalan kaki menyusuri tepi sepanjang jalan raya.


Angin malam yang berembus dengan kencang mendekati Amelia lalu membelainya. Kemudian angin itu pergi meninggalkan rasa segar. Amelia merasa lega. Dia tidak lelah meski telah berjalan sangat jauh.


Dari jauh, Amelia melihat sebuah mobil hitam yang tak asing. Meski sudah lama tak melihatnya, ingatan Amelia cukup kuat sampai tidak bisa melupakannya. Itu adalah mobil David.


Mobil itu berjalan ke arah Amelia. Amelia menjadi gugup. Dia tidak yakin apa yang sebenarnya dia gelisahkan. Entah itu kegelisahan atau kebiasaan.


Tiba-tiba mobil itu berhenti pada jarak kurang lebih lima meter dari Amelia. Pintu mobil itu terbuka. Amelia langsung berbalik untuk menyembunyikan dirinya.


Cukup lama Amelia berbalik, tetapi tidak ada reaksi apa pun dari David. Tidak mungkin laki-laki itu sudah pergi karena mobilnya belum dinyalakan. Pelan-pelan, Amelia memberanikan diri berbalik untuk melihat keadaan. Akan tetapi, tidak ada David di sekitarnya. Di sana hanya ada mobil David yang terparkir. Lalu kemana laki-laki itu?


Amelia berjalan mendekati mobil itu. Dalam mobil itu juga tidak ada siapapun. Kemudian dia menoleh ke arah bangunan-bangunan yang berada di tepi jalan. Dia mulai menebak-nebak gedung manakah yang dikunjungi laki-laki itu.

__ADS_1


Saat melihat bagian dalam bangunan yang berada tepat di hadapannya melalui kaca, Amelia melihat David berada di sana. Dia tengah berbicara dengan seorang kasih toko bunga. Amelia langsung berlari sebelum laki-laki itu menyelesaikan urusannya. Amelia tidak benar-benar pergi. Dia hanya bersembunyi di bagunan toko lainnya.


Dari tempatnya bersembunyi, Amelia melihat David keluar dari toko bunga itu tak lama kemudian. Laki-laki iu keluar dengan membawa sebuket bunga berwarna merah dan tengah menciuminya.


Amelia langsung berbalik saat laki-laki itu berjalan ke mobilnya. Dia berbalik sampai mobil laki-laki itu melaju, bahkan melewatinya.


Amelia terperangah mengingat apa yang baru saja terjadi. Dalam jarak sedekat lima meter itu, bagaimana mungkin David tidak melihatnya? Itu tidak mungkin. Amelia yakin kalau laki-laki itu hanya berpura-pura tidak mengenalnya. Apakah mungkin David sudah berhasil melupakannya?


Bunga merah itu terlihat seperti bunga mawar. Akan tetapi, kenapa David membelinya semalam ini? Tidak mungkin orang sekaya David akan membeli bunga mawar sekarang dan memberikannya kepada seseorang besok. Bunga itu akan layu. Apakah mungkin David akan memberikannya pada seorang perempuan? Seorang perempuan, sebuket mawar, dan satu malam. Bukankan semua itu sudah sempurna?


Jika itu benar, maka David benar-benar berhasil menyingkirkan Amelia dari hatinya.


‘Itu sudah bagus, Amelia’, batin Amelia.

__ADS_1


Tentu saja itu memang sesuatu yang bagus untuk Amelia. Laki-laki itu melupakannya dan selamanya tidak akan menganggunya. Laki-laki itu sudah bahagia dan Amelia bisa memulai mencari kebahagiaannya.


***


Mencari kebahagiaannya?


Amelia sama sekali tidak bahagia!


Semalaman Amelia tidak bisa tidur. Sepanjang malam itu juga dia terus mengumpati David. Setelah sekian lama akhirnya bertemu, laki-laki itu semakin membuat pikiran Amelia merasa terganggu.


Sedangkan David …. Haha! Tentu saja dia tidak akan seperti itu. Kenapa dia harus terganggu sedangkan dia memiliki seorang perempuan, sebuket mawar, dan satu malam.


***

__ADS_1


__ADS_2