My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
16. SEASON 2: Amelia Telah Bangkit!


__ADS_3

“Namanya Sofia Caramella. Dia berhenti dari dunia permodelan enam tahun lalu secara tiba-tiba. Tidak ada yang tahu tentang pernikahannya karena mereka merahasiakannya. Baru-baru ini akhirnya Sofia kembali muncul sebagai istri Rico Bintara Bangga,” kata Dagel menjelaskan biodata Sofia yang diserahkannya kepada Mula.


Mula membalik-balikkan halaman biodata itu sejenak. Dia masih terkagum pada biodata ini. Bagaimana bisa ada yang seperti ini di dunia ini?


“Ini adalah penipuan yang sempurna,” kata Mula mengomentari biodata itu.


“Apa maksudmu, Kak?” Dagel tidak mengerti.


“Dia adalah Amelia.”


Dagel malah tertawa. “Aku juga sempat berpikir seperti itu. Wajah mereka benar-benar mirip. Tapi perempuan ini adalah model yang sudah berkarir sejak remaja. Aku sudah menyukai Kakak, jadi jangan berubah seperti David, Kak. Lagipula Lia sudah mati. Bukankah kakak yang sudah membunuhnya?”


“Aku tidak pernah membunuhnya.”


“Apa maksud Kakak? Lalu bagaimana dengan kecelakaan itu?”


“Aku memang berencana membunuh Lia dan menyuruh anak buahku untuk mengikutinya, tapi perempuan itu tiba-tiba menghilang bersama uangku. Kecelakaan itu bukan rencanaku, tapi rencana Lia.”


“Jadi ledakan itu hanya pertunjukkan? Lalu Sofia … tidak mungkin Sofia adalah palsu!”


“Sofia memang ada, sebelum kamu membunuhnya.”


“Aku? Tapi ….” Dagel terperangah dengan fakta baru ini. Dia masih berpikir bagaimana itu mungkin. Seketika dia membelalakkan matanya saat mengetahui kebenaran itu. “A-apa yang dibunuh orang kepercayaanku di tempat sepi itu Sofia?”


Mula menyeringai. Potongan-potongan kejadian mulai terkaitkan.


“Amelia masih hidup. Dia bangkit dari kuburnya untuk membalaskan dendam kakaknya yang telah ditenggelamkan.”


***


Setelah melepaskan ciumannya, Sofia mendekatkan bibirnya ke telinga Rico. “Apa ciumanku masih berbeda dengan kakakku?”


Rico langsung mendorong Sofia menjauhkan darinya. “Kuakui ciumanmu memang hebat, tapi ciuman itu tidak akan sama seperti ciuman kakakmu. Wajah kalian memang sama, tapi kamu bukan Sofia, melainkan hanya Amelia.”


Enam tahun yang lalu ….

__ADS_1


Tiba-tiba David memegang tangan Amelia dan menggilir sebuah gelang dari tangannya ke tangan Amelia. Amelia pun mengangkat tangannya. Dia menemukan sebuah gelang dari kayu berukiran melingkari tangannya itu.


“Aku menemukannya di bandara. Itu terlihat sangat bagus,” kata David.


Meski David mengatakan menemukan itu di bandara, Amelia tidak yakin kalau itu barang murah. Gelang itu sangat indah.


“David … lepaskan aku …,” pinta Amelia lagi.


“Tidak mau,” tolak David.


“Kita tidak bisa terus berpelukan seperti ini. Kita ini manusia hidup. Kita masih harus melakukan sesuatu lainnya.”


“Kalau begitu ayo kita lakukan sesuatu lain yang bisa dilakukan dengan posisi ini.”


“Apa maksudmu?”


David hanya tersenyum. Kemudian Amelia mulai merasakan tangan David meraba punggungnya. Amelia pun langsung memegang tangan David untuk menghentikan gerakannya itu.


“Hentikan, David. Aku sudah lapar,” tahan Amelia.


Amelia tidak tertarik pada tawaran itu, tetapi David tidak peduli pada jawabannya. Laki-laki itu langsung mencium leher Amelia.


“David,” panggil Amelia. Namun, David masih bersikeras pada gerakannya.


“Apa kau tahu kalau kau memiliki tanda lahir di sini?” David meraba punggung Amelia.


Amelia merasakan itu, tetapi dia baru mengetahuinya. Amelia bahkan tidak pernah berkaca dengan tubuh telanjang.


Tok tok tok. Suara itulah yang akhirnya menghentikan gerakan David.


“Lia! Ada panggilan untukmu!” Itu suara ibu pemilik rumah. Amelia langsung mendorong David.


Segera Amelia bangun untuk mengenakan pakaiannya. Saat Amelia hendak berdiri, David menghentikannya dengan meraih tangannya. “Tidak bisakah nanti saja?” tawar David.


“Tidak bisa,” jawab Amelia sembari melemparkan tangan David darinya. Dia pun segera berdiri.

__ADS_1


“Ini tidak akan memakan waktu lama,” tambah David.


Amelia melirik sinis ke arah David sembari menggeleng-gelengkan kepala. Laki-laki itu tidak akan tahu apa pun selain kesenangannya.


Amelia tersenyum sangat lebar. Itu adalah panggilan dari kakaknya. Sebenarnya dia masih memiliki saudara kembar, tetapi mereka berpisah saat kecil dan tidak mendapatkan kabar apa pun lagi. Baru-baru ini akhirnya Amelia mendapatkan kabar dari kakaknya setelah sekian lama. Rupanya kakaknya sengaja mencarinya.


“Halo. Apa ini dengan Amelia Alva?”


Amelia terkejut. Panggilan ini benar berasal dari nomer kakaknya, tetapi suara yang berasal dari ponsel itu malah suara laki-laki.


“I-iya. Ini dengan siapa, ya? Bukankah ini nomer ponsel kakakku?” tanya Amelia.


“Aku Rico Bintara Bangga, CEO Bintara Hotel Group, kekasih kakakkmu.”


Seketika Amelia merasa lega. “Ah …. Lalu di mana kakakku? Beberapa hari ini ponselnya tidak pernah aktif.”


“Kakakmu … kakakmu meninggal dengan mobilnya yang terjatuh ke dalam jurang. Ponsel ini di temukan tak jauh dari mobil itu.”


Senyum Amelia pun luntur. Tangan Amelia menjadi bergetar. Tubuhnya menjadi lemas, tetapi tidak sampai terjatuh. Dia masih kuat karena dinding di sampingnya.


***


.


.


.


.


.


Kok Amelia punya saudara, katanya dia hidup sebatang kara?


Dari awal gue emang enggak nyebutin saudaranya itu untuk membingungkan yang baca. Tapi aku udah kasih kode waktu Lia ketemu Mula untuk pertama kalinya. Lia itu punya saudara kembar, tapi dari kecil udah pisah, sejak orang tua mereka meninggal. Setelah kakaknya sukses jadi model, si kakak akhirnya berhasil nemuin adeknya. Dari kecil kan Amelia emang hidup sendirian, tentunya dia emang sebatang kara.

__ADS_1


Sebenarnya kode buat konflik di season dua ini juga udah ada dari awal. Waktu si David sama si Amelia bermalam sepulang pesta, di sana udah tak sebutin. Jadi konflik di season 2 ini bukan konflik yang ditambah2in, tapi emang rencanaku dari awal.


__ADS_2