My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
63. Perubahan Hubungan 5


__ADS_3

Selama beberapa hari menemani Alex, sebenarnya Amelia merasa tidak tenang. Meski merasa harus bertanggung jawab kepada Alex, Amelia berniat hanya menemani Alex sampai Levina atau keluarganya ada yang datang. Namun, Alex tidak mau memberitahukan siapapun dari keluarganya karena itu hanya akan menciptakan masalah baru. Sedangkan Levina, perempuan itu tidak bisa dihubungi. Amelia sempat berharap jika Levina akan datang dengan tiba-tiba. Kenyataannya: bagaimana perempuan itu bisa menjenguk Alex sedangkan perempuan itu bahkan tidak mendengar kabar apa pun tentang Alex.


Amelia khawatir dengan apa yang akan David pikirkan tentangnya. Meski sempat berpikir lari dari David, Amelia merasa tidak benar jika pergi tanpa meninggalkan kata selamat tinggal yang benar. Lagipula dia sudah tidak memiliki hak untuk lari dari David. Dirinya sudah bukan miliknya lagi, melainkan David.


Amelia juga tidak berani menghubungi David. David tidak akan memberikannya kesempatan untuk menjelaskan. Laki-laki itu akan langsung mendatanginya dan menciptakan keributan lagi. Lagipula ponsel baru yang dibelikan David sudah tidak bisa digunakan lagi. Saat Alex mendorong Amelia, tas Amelia terlepas dan terinjak oleh ban mobil. Syukurnya ponsel lamanya masih selamat, meski sekarang mati karena kehabisan baterai.


“Aku akan menjual restoranku kepadamu,” kata Alex tiba-tiba.


“Bos ….” Amelia terkejut, sekaligus merasa tidak enak hati.


“Jangan memanggilku ‘Bos’ lagi. Sekarang kau yang akan menjadi bos. Panggil saja aku Alex.”


“Tapi ….”


“Setelah beberapa hari yang kita lewati bersama ini, apa kita masih bukan teman?”


“Tapi, Bos ….”


“Alex!” seru Alex mengingatkan.


“Baiklah.” Amelia menyetujui itu. “Tapi, Alex, kau tidak perlu mengambil hati perkataan David. Dia hanya tersinggung. Lagipula dia sudah sibuk mengurus usahanya yang lebih besar, dia tidak akan bisa mengurus usaha meski sekecil itu,” tolak Amelia.

__ADS_1


“Kau tenang saja. Aku melakukan itu bukan karena David, tapi karena aku masih memiliki rasa bersalah kepadamu. Lagipula aku tidak menjualnya kepada David, tapi kepadamu. Kau kan tidak sibuk mengurus apa pun.”


“Tapi aku tidak memiliki uang untuk membeli restoranmu. Aku bahkan tidak mengisi uang di dompetku.”


“Kalau begitu pulanglah. Kembalilah kepada David dan minta uang darinya,” usir Alex.


“Bagaimana aku bisa meminta uang darinya? Aku bahkan tidak memberikannya kabar apa pun.”


“Kalau begitu biar aku saja yang meminta darinya.” Alex mengambil ponselnya yang berada di atas meja di sampingnya.


“Eh, tidak perlu!” tolak Amelia. Dia langsung merebut ponsel Alex.


Amelia bingung harus bagaimana. Jika dia mengembalikan ponsel Alex, dia khawatir jika Alex benar-benar akan menghubungi David. Namun, dia juga tidak memiliki hak untuk menyita ponsel orang lain.


“Aku sendiri yang akan melakukannya,” bujuk Amelia. Akhirnya dia menyerahkan kembali ponsel Alex dengan ragu-ragu.


“Kalau begitu pulanglah,” usir Alex lagi. “Kau sudah cukup merawatku. Lagipula aku akan segera pulang.”


“Tapi Levina masih tidak bisa dihubungi.”


“Kau tenang saja. Meski dia tidak bisa dihubungi, tidak mungkin dia tidak tahu kalau aku ada di sini.”

__ADS_1


“Apa maksudmu?”


“Levina sudah tahu semuanya.”


“Tapi kenapa dia tidak datang kemari?”


“Karena kau ada di sini. Karena itulah aku mengusirmu. Sudah saatnya dia menjengukku. Aku sangat merindukannya.”


Amelia diam. Dia memang ingin pergi semenjak lama, tapi dia tidak yakin dengan keadaan Alex selama ini. Saat melihat Alex, laki-laki itu tersenyum lebar sehingga berhasil meyakinkan Amelia. Akhirnya Amelia pun beranjak dari tempatnya.


“Lia,” panggil Alex saat Amelia baru beberapa kali melangkah.


Amelia pun berhenti. Kemudian dia hanya menoleh ke belakang.


“Tidak ada orang jahat atau orang baik karena jahat dan baik adalah sisi yang dimiliki setiap manusia. Jangan melepaskan David hanya karena kau menemukan sisi yang salah darinya. Jika kau menyerah, lalu siapa yang akan merubah kesalahan itu?” kata Alex menasehati.


“Alex ….”


“Itulah kenapa aku akan tetap mempertahankan Levina sepanjang hidupku.” Alex tersenyum dengan bangganya.


***

__ADS_1


__ADS_2