My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
27. Putus 3


__ADS_3

Amelia masih membeku. Dia tidak bisa memikirkan apa pun saat ini. Karena itu dia diam diperlakukan seperti apa pun, meski telunjuk banyak yang di arahkan kepadanya.


Laki-laki tadi mengusap wajahnya dengan kasar. Kemudian dia menarik kerah baju David. “Aku tidak akan membiarkan semua ini berakhir begitu saja,” ancam laki-laki itu.


David menarik tangan laki-laki itu dari bajunya, tetapi dia tetap memegang tangan itu. “Sebaiknya akhiri sekarang atau kau tidak akan pernah bisa mengakhirinya,” David mengancam balik. Kemudian dia mendorong laki-laki itu sembai melepaskan tangannya.


Laki-laki itu semakin kesal, tetapi akhirnya dia pergi dari restoran diiringi teman-temannya yang makan bersamanya tadi.


Tak lama setelah laki-laki itu pergi, Amelia langsung mendorong David agar menjauh darinya. Kemudian dia pergi keluar dari restoran. David merasa khawatir. Dia pun mengejar Amelia.


“Lia!” panggil David, tetapi Amelia malah berlari.


David tidak menyerah. Dia ikut berlari. Karena kakinya yang panjang, dia berhasil menghentikan Amelia dengan menarik tangan Amelia.

__ADS_1


“Lia,” panggil David lagi.


Amelia meronta-ronta untuk melepaskan tangan David dari tangannya. Setelah tangannya terlepas, dia mendorong David, lalu dia mundur selangkah.


“Kau itu siapa? Kau itu siapa terus saja mengganggu hidupku?!” teriak Amelia saking kesalnya. “Kenapa kau melakukan semua itu tadi?”


“Aku temanmu dan aku hanya ingin membantumu,” jelas David.


“Kau tidak pernah membantuku! Kau hanya semakin memperburuk keadaan!” tegas Amelia. “Apa kau tidak mendengar dia mengatakan tidak akan mengakhiri semua ini begitu saja?”


“Tidak.” Amelia melempar tangan David dari pundaknya. “Kau tidak akan menjagaku dan aku tidak akan membiarkanmu berada di sisiku karena aku bukan perempuanmu.”


“Karena itukah kau menciptakan jarak selama ini? Karena kau tahu aku tidak pernah menganggapmu sebagai teman?” Akhirnya David menanyakan itu.

__ADS_1


“Akhirnya kau mengakui kebohonganmu.” Amelia tersenyum sinis.


“Iya. Aku memang berbohong untuk mendekatimu!” ungkap David sejujurnya. “Tapi jika aku tidak berbohong, apa kau akan tetap membiarkanku di dekatmu? Apa kau akhirnya akan benar-benar menyukaiku seperti sekarang?”


“Tentu saja aku tidak akan membiarkanmu berada di dekatku sampai kapanpun. Maka pergilah dari pandanganku karena sampai kapanpun kau tidak akan menganggapku sebagai temanmu. Dan jangan berpikir kalau aku menyukaimu karena aku tidak pernah menyukaimu sekalipun.”


Amelia berbalik untuk kembali dari restoran. Namun, David kembali memegang lengannya. Laki-laki itu menarik lengan Amelia sangat kencang sampai Amelia berbalik dan berada sangat dekat dengannya. “Tidak. Sekarang kau menyukaiku,” kata David dengan suara lembut. Kemudian dia meletatakkan tangannya pada pinggang Amelia. “Makanya kau sampai menabrak laki-laki tadi: karena kau enggan melepas pandanganmu dariku.”


David merunduk untuk mendekatkan bibirnya dengan milik Amelia, tetapi Amelia langsung mendorongnya lebih keras, sampai David terjatuh. Kemudian dia pergi dengan berjalan sangat cepat.


David bergegas bangun. Perempuan itu selalu berhasil menghabiskan kesabarannya. Jika Amelia hanya berjalan cepat, maka David berlari. Karena itulah David berhasil menangkap Amelia lagi.


“Apa lagi sekarang?!” sentak Amelia.

__ADS_1


David tidak menjawab. Dia menarik tangan Amelia, lalu mendorongnya sampai menabrak dinding. Dia tidak akan menyerah dengan mudah. Dia kembali berusaha untuk mencium Amelia. Akan tetapi, perempuan itu malah memalingkan kepalanya. Kekesalan David tidak lagi bisa ditahan.


__ADS_2