My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
33. Menginginkanmu Di Sisiku 2


__ADS_3

Tubuh Amelia bergetar. Meski begitu, dia tetap tersenyum dan menyapa laki-laki itu dengan ramah. "Ada yang bisa kubantu, Tuan," kata Amelia.


Laki-laki itu melukis senyum Buaya. Pelayan itu memang berbeda. Dia masih berani tersenyum kepadanya.


"Bisa kau ambilkan air lagi?" kata laki-laki itu.


Amelia melihat meja yang digunakan laki-laki itu. Di sana segelas air masih tersisa. Amelia mulai merasa curiga. Apalagi laki-laki itu tersenyum kepadanya, bukan bersikap kasar. Amelia tidak bisa menebak apa yang laki-laki itu rencanakan. Dia hanya bisa meningkatkan kewaspadaannya.


"Bukankah itu masih ada, Tuan?" tanya Amelia menunjukkan segelas air itu.


"Lalu, apa aku tidak bisa memesannya lagi?" Laki-laki itu mulai meninggikan suaranya.


Setelah berdesah, Amelia akhirnya mengalah. "Baiklah," katanya.

__ADS_1


Amelia pun pergi untuk mengambil air seperti yang laki-laki itu inginkan. Saat melewati laki-laki itu, rupanya laki-laki itu menyandung Amelia dengan kakinya. Amelia yang tidak melihat itu hampir terjatuh. Kebetulan perempuan yang gaunnya dicuri oleh Amelia, bangun dan hendak pergi, sehingga berada di depan Amelia. Amelia menabraknya. Untuk perlindungan diri agar dirinya tidak jatuh, dia malah mencengkeram kemeja bagian belakang perempuan itu. Dia mencengkeram sangat kuat sampai kemeja perempuan itu robek dan Amelia benar-benar terjatuh.


Amelia tidak berhasil mencegah apa pun. Dia justru membuat semuanya menjadi semakin kacau.


Mulut perempuan itu terbuka lebar. Tanpa melihat langsung, dia tahu kecelakaan telah terjadi. Tangannya meraba bagian punggungnya. Dengan sangat jelas dia merasakan kulitnya, bukan kain dari kemejanya.


"HEEEI!" amuk perempuan itu.


Perempuan itu langsung memutar tubuhnya dan menemukan Amelia tergeletak di atas lantai dengan menggenggam sepotong kain kemejanya. Amelia terlihat ketakutan. Namun bagi perempuan itu, apa yang terjadi pada Amelia tidak penting, tetapi apa yan telah Amelia lakukan kepadanya.


Amelia segera bangun. Lebih tepatnya dia tidak benar-benar bangun. Dia malah bersujud di depan kaki perempuan itu.


"Tolong maafkan aku," pinta Amelia sangat putus asa.

__ADS_1


"Bukankah sudah kubilang untuk tidak mengusikku atau aku akan mengungkit semua kepayahanmu itu?!"


"Tolong maafkan aku. Tolong biarkan aku untuk sekali ini," Amelia mengulangi katanya. Dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi selain kalimat ini. Kenyataannya memang dialah yang bersalah pada perempuan itu.


"Tidak. Aku tidak bisa seperti itu lagi. Ini sudah ketiga kalinya kau mengusikku. Aku tidak akan membiarkan semua ini begitu saja."


Tiba-tiba perempuan itu pergi. Dia masuk ke ruangan Alex tanpa seizin siapapun. Kemudian dia keluar dengan membawa gunting.


Perempuan itu tidak mengatakan apa pun lagi. Dia langsung menggunting baju yang Amelia kenakan dari bagian pundak kiri ke lengannya sehingga baju Amelia hanya tersisa satu lengan. Amelia langsung memeluk tubuhnya sendiri karena potongan itu menyebabkan branya terlihat.


"Keluar!" perintah perempuan itu.


"Keluar sekarang juga atau aku akan memotong seluruh pakaianmu!" ancam perempuan itu.

__ADS_1


Amelia langsung bangun dan berlari keluar dari restoran seperti yang perempuan itu katakan. Dia berlari bukan dari perempuan itu, tetapi dari rasa malunya.


***


__ADS_2