
Bismillah. Semoga bisa update setiap hari.
Mohon dukungannya. Tiba-tiba saja, mood nulisku buat My Obsessive Boyfriend ini meningkat.
Cuz ….
z z z z z z
David yang tadinya serius dengan dokumen-dokumen di hadapannya, ekspresinya berubah setelah melihat kedatangan Sofia di ruang kerjanya. Ia pun menutup dokumen-dokumen itu. Ia segera bangun. “Apa terjadi sesuatu?”
Sofia menggelengkan kepala.
David pun keluar dari area mejanya untuk berdiri di depan perempuan itu. “Lalu, kenapa kamu kemari tanpa mengabariku? Setidaknya, kita bisa bertemu di restoran.”
Sofia menggelengkan kepalanya sekali lagi.
“Lalu, apa kamu menginginkan sesuatu?”
Akhirnya Sofia mengangguk.
“Apa?”
“Biarkan aku memimpin Bintara Hotel Group. Menggantikan suamiku.”
__ADS_1
Dahi David langsung tertarik. “Tapi, untuk apa?”
“Ayolah. Aku bosan di rumah saja,” rengek Sofia.
“Tapi, kan—“
David benar-benar keberatan tentang ini. Sofia tidak memiliki pengalaman apa pun di dunia bisnis. Apalagi, ingatan perempuan itu belum sepenuhnya sembuh.
“Lagi pula, itu milik kekasihku. Apa salahnya jika aku yang mengambil alih di sana.” Kalimat itulah yang membekukan langkah David.
Sofia benar. David tidak memiliki hak atas hotel itu.
Dengan berat hati, David memberikan tahta pimpinan Bintara Hotel Group kepada Sofia.
“Bukan Rico saja yang membangun hotel ini. Tapi, aku juga,” tutur Sofia menjelaskan keheranan David.
Pantas saja.
Dalam waktu empat belas tahun, Maha Dewi Group menjadi begitu bersinar. Ini semua karena kekompakan David dan Sofia.
-oOo-
Empat belas tahun kemudian ….
__ADS_1
Sofia berdiri bersama David di depan rumahnya. Sudah sedari pagi begitu. Sama-sama menanti kedatangan sang buah hati, yang kini entah seberapa jauh tinggi ketampanannya dibanding empat belas tahun yang lalu.
Sebenarnya, mereka sering melihat melalui foto atau bertukar sapa melalui panggilan video. Sudah banyak berubah seiring waktu. Namun, gambar dan nyata selalu berbeda. Dalam gambar, mereka hanya bisa berbicara, bukan memeluk atau meraba rasa yang menembus hati.
Kedatangan mobil Dodik rupanya jauh lebih lambat dari yang seharusnya. Meski begitu, mereka tidak jemu. Ini adalah hari di mana puncak kerinduan akan segera dipupuskan. Lagi pula, tidak ada terik yang berani menyentuh mereka. Payung hitam lebar yang dipegang oleh dua orang pengawal siap sedia di belakang.
Setelah dua jam menanti, akhirnya mobil hitam yang dinanti datang memasuki pintu gerbang raksasa kediaman keluarga Bintara. Mobil itu begitu mewah, berkilau tertimpa terik mentari. Melesat cepat menggoyangkan dedaunan di sekitar.
Mobil itu berhenti, dalam jarak sepuluh meter di depan David dan Sofia. Seorang pangeran dengan tampilan elegan keluar dari pintu mobil yang dibuka oleh pengawal. Laki-laki itu berjalan gagah sampai di depan David dan Sofia. Kemudian menundukkan kepala sembari memberikan penghormatan.
- o O o - h
o
o
o
Terima kasih banget buat kalian yang setia nunggu cerita ini, apalagi sampai mau tinggalin jempol, komen, ama poin ....
Kalian benar-benar berharga bagiku 😘😘😘
Kapan-kapan baca ceritaku yang lain, kuy! Kebetulan ceritaku udah numpuk di MT. dan buat kalian yang punya aku WP, mampirlah ke akunku @penggemarfanatik
__ADS_1
Terima kasih 🤗🤗