My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
95. Menjumpai Kematian


__ADS_3

“*Air itu tidak gelap saat dilihat dari jauh, tapi setelah kita memasukinya, kita akan menemukan kegelapan itu.”


“Kegelapan yang menakutkan. Tidak akan ada siapapun di bawah sana, hanya keheningan.”


“Aku mungkin akan berada di bawah sana jika aku kehilanganmu*.”


Akhirnya David berdiri di tebing itu lagi. Tatapannya masih sama, meski waktu telah berlalu lama. Mata yang berani untuk melihat kegelapan dan menenggelamkan diri dalam dunia itu.


Kedua tangan David membuka. Seakan-akan hendak menangkap udara yang akan mengelilingi pernapasannya untuk terakhir kalinya. Sejenak dia menutup kedua matanya, lalu langsung membukanya. Karena saat menutup mata, dia hanya akan merasakan angin, tetapi tidak dengan melihat kegelapan itu.


“Tidak ada bedanya dengan air itu. Jika aku kehilanganmu, hanya ada kegelapan dalam diriku. Maka berjanjilah untuk tidak meninggalkanku apa pun alasanmu atau aku akan jatuh ke sana.”


Itulah alasan David berdiri di sini. Semenjak awal, tujuannya hidup hanya untuk cinta: cinta dari ibunya dan cinta dari kakaknya. Setelah kehilangan kedua cinta itu, akhirnya David menemukan cinta lainnya. Namun, cinta itu lenyap begitu saja. Bahkan jika David menemukan cinta yang lainnya, cinta itu akan lenyap begitu saja. Tidak ada alasan bagi David untuk tetap hidup. Bahkan saat pintu kematian sudah berada di depannya, dia tidak bisa menoleh untuk mengucapkan selamat tinggal. Karena David tidak memiliki apa pun yang dia tinggalkan. Malah semua itulah yang meninggalkannya.


***


Enam tahun kemudian ....


Sudah berjam-jam David duduk dengan menghadap beberapa anak yang bermain di taman bermain. Tingkah anak-anak itu membuatnya tersenyum. Sudah lama David tidak tersenyum bahagia seperti itu. Biasanya dia hanya tersenyum seperti orang gila.


Seandainya Amelia masih hidup, mungkin dia akan memiliki anak seusia itu jika Tuhan benar-benar melimpahkan keberuntungan kepadanya.


Sudah enam tahun berlalu, David masih membawa bayang-bayang Amelia ke manapun dirinya pergi. Dia tidak berani mengusir bayangan-bayangan itu. Dia lebih takut melupakan cinta Amelia dan menemukan cinta lainnya. Itu akan membuatnya kembali terluka.


Tiba-tiba David melihat anak laki-laki yang mungkin berusia lima tahun berjalan sambil menangis di depannya. Anak laki-laki itu tidak mengatakan apa pun selain menangis. David pun berjongkok dan menghentikan langkah anak laki-laki itu.


“Kenapa kamu menangis, Anak Kecil?” tanya David.


“Aku terus berjalan dari sekolah sehingga aku tidak tahu jalan kembali. Mamaku pasti menungguku di sana. Bagaimana jika aku tidak bisa menemukannya lagi? Bagaimana jika dia pergi meninggalkanku karena aku tidak kembali?” Tangis anak laki-laki itu itu semakin mengeras. David menjadi kebingungan. Dia belum pernah memiliki keluarga yang masih sekecil itu sehingga dia tidak tahu cara menanganinya.


“Jangan menangis. Kamu kan laki-laki,” bujuk David.


“Papaku bilang siapapun bisa menangis saat dia kehilangan sesuatu yang berharga bagi mereka.”


Anak laki-laki itu benar. David juga mengeluarkan air mata lebih banyak dibandingkan anak laki-laki itu saat kehilangan Amelia.

__ADS_1


“Kalau begitu kita harus berusaha mencari kebahagiaan untuk menghentikan tangisan itu.” Ah, bagaimana mungkin David bisa menasehati anak laki-laki itu seperti itu mengingat posisinya sendiri. David bukan dirinya saat ini.


“Bagaimana caranya?”


“Kembali ke sekolah. Aku akan mengantarmu. Lalu kamu akan menemukan mamamu.” David mengulurkan tangannya.


“Bagaimana kalau mamaku sudah pergi?”


“Bukankah kamu yang mengatakan kalau mamamu menunggumu di sekolah? Dia pasti masih menunggumu di sana.”


Akhirnya anak laki-laki itu menerima uluran tangan David. Dia pun berjalan bersama David untuk menemukan sekolahnya.


Sesampainya di sekolah, dari jauh David dan anak laki-laki itu melihat sebuah mobil hitam mewah baru tiba.


“Itu mobil mamaku,” kata anak laki-laki itu sembari menunjuk mobil itu.


“Apa kamu yakin?” tanya David.


“Tentu saja. Tidak banyak orang yang memiliki mobil sehebat itu karena tidak banyak orang sehebat papaku. Apa Om juga punya mobil seperti itu? Kalau Om tidak memilikinya, berarti Om bukan orang hebat.” Anak laki-laki itu bertindak sombong.


Setelah mobil itu benar-benar berhenti, David pun melepaskan anak laki-laki itu untuk berjalan ke sana sendirian, sedangkan David memerhatikannya dari belakang. Jika orang tua dari anak itu tahu kalau putra mereka baru saja tersesat, itu mungkin akan membuat mereka semakin khawatir.


Seorang perempuan berambut panjang hitam keluar dari sana. Perempuan itu memeluk anak laki-laki itu sangat erat. David benar-benar senang melihatnya. Dia juga pernah berada pada masa-masa itu meski kini ibunya dan dirinya telah berubah.


Saat perempuan itu menghadap ke belakang, David melihat wajah tidak asing menengahi rambut hitam. Meski sudah enam tahun tidak melihatnya, David yakin tidak melupakan wajah itu sedikit pun. Bukan hanya mirip, itu memang wajah yang sama. Tiba-tiba perempuan itu memasuki mobilnya dan melaju begitu saja. David yang masih terkejut tidak tahu harus berbuat apa. Dengan bodohnya dia berlari mengejar mobil itu.


“LIA! AMELIA!” teriaknya sembari berlari.


Tentu saja David bodoh melakukan itu. Dia tidak akan berhasil mengejar mobil itu hanya dengan berlari, kecuali mobil itu berhenti. Akhirnya David menyerah. Dia berhenti sembari menormalkan pernapasannya. Dia berhenti dengan posisi membungkuk.


“Amelia masih hidup,” gumamnya.


—SAMPAI JUMPA DI SEASON DUA—


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Oke. Ampuni Author yang sudah menyiksa kalian wahai Para Pembaca Setia Dendam Dalam Cinta/My Obsessive Boyfriend. Udah ditunggu-tunggu dari cerita yang enggak tergambarkan, enggak jelas, bertele-tele, kebanyakan typo, kata-katanya enggak bisa dimengerti, eh, sekarang malah digantungin.


Authornya masih lelah mikir, tapi gak buntu, kok. Cuma capek aja. Nulisnya juga dikit lagi tamat beneran. Niatnya mau tak publish awal tahun 2020, tapi enggak jadi. Gue pengen mengawali 2020 dengan cerita baru.


Season kedua ini adalah season terakhir Dendam Dalam Cinta/My Obsessive Boyfriend. Setelah season ini tamat, udah tamat, enggak ada lanjutannya lagi. (Spin off dengan tokoh utama Dodik masih dipikir2 lagi. Tentunya yang lebih ringan dan suci) Soalnya season dua emang sepenuhnya diisi inti cerita ini: David menemukan seseorang yang mirip dengan kekasihnya. Cuma kalau enggak dikasih season satu kan enggak bakal paham jalan ceritanya. Cerita biasa-biasa gini aja enggak laku, gimana kalau dirumitin? Banting laptop seketika gue. Lagian gue gemes banget sama karakter2 ibu2 jahat kayak Mula yang nindas cewek miskin dan lemah. Kan enggak setara. Harus orang kuat juga yang ngelawan.


Oke. Terima kasih buat kalian yang udah baca cerita ini dari awal sampai akhir, yang enggak baca sampai akhir pun terima kasih. Dari komentar-komentar, like, dan view kalian, gue jadi belajar banyak tentang menulis yang lebih baik lagi dan menyadarkan gue kalau Dendam Dalam Cinta/My Obsessive Boyfriend ini adalah kegagalan gue. Sumpah, gue sempet nge-down sampai berkali-kali berpikir buat enggak lanjutin nih cerita. Tapi kalau ini cerita enggak dilanjutin sampai tamat, maka gue bakal gagal terus seumur hidup gue. Sekarang gue jadi sadar kalau gue enggak lebih dari butiran debu. Maklum aja, sih, gue habis vakum nulis hampir setahun. Vakum baca novel udah tiga tahun.


Dari yang gue pelajari selama menulis Dendam Dalam Cinta, kini gue berhasil menghasilkan satu cerita baru: Siswi Cantik Menggoda Guru. Gue enggak jamin kalau cerita ini bakal bagus banget dan sesuai sama selera kalian, tapi gue jamin kalau cerita ini bakal lebih baik dibandingin Dendam Dalam Cinta season 1.


Siswi Cantik Menggoda Guru ini akan bercerita tentang Zeo, anak SMA yang cantik, tapi nakal, malah terlibat kisah cinta sama siswa paling pintar di sekolahnya dan seorang guru. Meski berlatarkan sekolahan dan bertokoh utama anak yang masih berusia 18 tahun, cerita ini tetap bukan kawasan pembaca-pembaca di bawah umur. Kalau enggak ada WARNING 21+ nya, maaf, akun mangatoonku emang eror.


Up-nya bakal cepet. Soalnya gue pengangguran😅


Oh, ya, jangan hapus favorit kalian dari cerita Dedam Dalam Cinta ini/My Obsessive Boyfriend. Karena season duanya bakal tak publish di tempat yang sama tanggal 17 December 2019.

__ADS_1


Gitu aja, ya. Kalau gitu bye bye.🤗🤗🤗🤗


__ADS_2