
Amelia membuka kulkas. Dia menemukan daging ayam di sana. Dia pun membawa ayam itu untuk digorengnya. Setelah memasukkan beberapa potong ayam ke dalam penggorengannya, tiba-tiba Amelia mendengar suara orang menguap samar-samar. Amelia berpikir itu tidak mungkin. Tidak ada siapapun di tempat ini selain dirinya, jadi dia pun mengabaikannya dan mulai membalik ikannya.
Amelia tidak mendengar suara apa pun lagi. Amelia kira itu hanya suara angin yang lewat. Dia pun menggeleng-gelengkan kepalanya karena sudah berpikir yang tidak-tidak. Namun, saat dia menggeleng-gelengkan kepalanya itu, dia malah melihat sebuah kaki di atas sofa. Dia terkejut. Tidak mungkin angin lewat akan meninggalkan kakinya. Lagipula sejak kapan angin lewat memiliki kaki manusia seperti itu?
Pelan-pelan Amelia berjalan meninggalkan dapur untuk mendekati sofa itu dengan memegang sutil dan mengangkatnya. Dia sudah terbiasa hidup keras selama ini. Jadi dia merasa yakin bisa menghadapi situasi apa saja, termasuk siapakah sang angin lewat itu. Tiba-tiba Amelia menurunkan sutilnya, saat berada di depan sofa itu, saat melihat siapakah sang angin lewat itu. “David?” katanya menyebutkan nama sang angin lewat itu.
David tengah tidur di atas sofa itu. Satu-satunya pewaris keluarga Arya itu terlihat nyenyak tidur di tempat sempit itu. Itu membuat Amelia menjadi lemah. Dia juga merasa tidak percaya. Laki-laki itu bahkan tidak mengenakan selembar selimut pun. Amelia pun berjalan lebih pelan lagi mendekat.
Laki-laki itu sungguh adalah David. Itu membuat Amelia menjadi bertanya-tanya kenapa David bukannya tidur di kamarnya, di sampingnya, malah tidur di atas sofa ini? Jika David enggan tidur bersama Amelia, setidaknya David bisa tidur di dalam kamar satunya, kan? Tapi kenapa David enggan tidur bersama Amelia? Ah, itu adalah pemikiran paling bodoh! Bukankah David sangat tergila-gila pada Amelia?
Di tengah-tengah diamnya karena sibuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di kepalanya, tiba-tiba Amelia terjatuh di atas dada David. Dia tidak jatuh dengan sendirinya, itu karena seseorang menariknya. Seketika David membuka kelopak matanya. Dialah yang menarik Amelia. Dia terbangun beberapa saat lalu karena air dari rambut Amelia yang masih basah menjatuhinya.
__ADS_1
Amelia membelalak, David malah tersenyum. Amelia berusaha bangun, tetapi David tidak merenggakan pelukannya. Amelia pun menyerah. Dia sudah menjadi milik David. Dia tidak berhak untuk melepaskan dirinya lagi. Dia hanya tidak berani melihat David. Itu akan membuatnya merasa malu.
“Kenapa kau berhenti melihatku?” tanya David.
Tiba-tiba David mengusap rambut Amelia yang masih basah.
“Kau bisa melihatku lagi,” tambah David.
“AAAWH!” jerit Amelia.
David tidak memiliki waktu untuk memikirkan apa yang terjadi sebelumnya. Dia langsung terbangun karena jeritan itu. Amelia terlihat kesakitan. Itu membuatnya merasa bersalah. Tiba-tiba dia mencium bau aneh. “Bau aneh apa ini?” tanya David.
__ADS_1
Mata Amelia yang menyipit karena kesakitan sebelumnya langsung membelalak. “AYAM!” jeritnya.
“Ayam? Apa maksudmu?” rupanya David masih memiliki waktu untuk bertanya-tanya, sedangkan waktu Amelia diimpit oleh kebingungan.
Amelia menunjuk ke arah Dapur. David pun menoleh. Amelia langsung bangun dan bergegas untuk pergi ke dapur, tetapi dia malah tersandung kaki meja sehingga dia kembali terjatuh dan kembali **** dada David.
Dalam posisi sedekat itu dengan Amelia, David tidak lagi memiliki waktu untuk menatap atau berpikir untuk mencium perempuan itu. Karena saat Amelia terjatuh kepadanya, saat bersaman api memenuhi penggorengan di dapur. David pun langsung mendorong Amelia. Itu membuat Amelia kembali terjatuh ke lantai dan punggungnya kembali mengenai meja.
“AAAWH!” jerit Amelia lagi.
David langsung bangun. Sejenak kakinya berpindah-pindah antara ke arah dapur atau Amelia. Dia menjadi bingung. Api sudah melalap penggorengan, tetapi Amelia kesakitan karenanya. Akhirnya dia pergi ke dapur dan mengabaikan Amelia lebih dahulu. Jika dia meninggalkan Amelia sekarang, hanya Amelia yang terluka, dan dia bisa menolongnya nanti. Tapi jika dia mengabaikan api itu, dia dan Amelia akan terluka, lalu siapa yang akan menolong mereka berdua?
__ADS_1
***