
“Ini tidak benar, David,” gumamnya berusaha menenangkan diri. Namun, dia malah mengingat bagaimana perempuan itu menariknya sehingga bukan dia yang tersiram minuman, melainkan perempuan itu. Kenyataan itu semakin mengganggu David. Dia pun bangun sembari melepaskan jasnya. Dia kembali menyusup di antara kerumunan. Perempuan itu masih di tempatnya.
Langsung saja David melemparkan jasnya, lalu pergi keluar dari pesta sebelum orang-orang mengenalinya. Menolong seorang pencuri bukanlah kebaikan yang bisa dibanggakan. Bahkan David ragu jika hal itu bisa disebut kebaikan.
Malam terasa semakin larut karena mendung menyembunyikan para penghuni langit. Titik-titik gerimis mulai berjatuhan. David berlari menuju parkiran mobil dan segera pergi dengan mobilnya.
Mobil David mulai membelah jalan. Dia telah aman dari gerimis. Semakin lama, suara jatuhan gerimis semakin nyaring. David bisa menduga bahwa gerimis telah berubah menjadi hujan. Kedatangan hujan membuatnya semakin gelisah. Bayang-bayang perempuan bergaun putih itu kembali menjajahnya.
Perempuan itu tampak sangat menyedihkan. Ia berjalan pulang dengan gerakan lamban dan wajah dibanjiri air mata, berjalan sendirian membelah hujan. David menjadi kesal membayangkan itu. David tidak tertarik pada kehidupan orang lain, tetapi kehidupan perempuan itu berhasil mengusik. Ini bukanlah David!
__ADS_1
David segera memutar mobilnya kembali ke hotel itu. Tidak sampai tujuan, dia menemukan perempuan bergaun putih itu benar-benar seperti dalam bayangannya. Dia berjalan pelan-pelan membelah hujan. Banjir air matanya mungkin tersamarkan air hujan. David pun menghentikan mobilnya dan segera keluar. Langsung saja dia menarik tangan perempuan itu sehingga membuat perempuan itu terkejut.
Perempuan itu langsung berbalik dan berusaha melepaskan tangan David. Namun, David sangat kuat memegangnya.
“Ikut aku!” perintah David sembari menarik perempuan itu dan memaksa perempuan itu memasuki mobilnya. Kemudian dia kembali menyalakan mobilnya.
“Kau sangat menyedihkan. Dan lebih menyedihkannya aku karena terganggu dengan keadaanmu itu,” kata David di tengah jalan. Akan tetapi, perempuan itu hanya diam saja. David pun diam pula. Dia tidak tertarik untuk menarik perhatian perempuan itu.
“Terima kasih,” kata perempuan itu tiba-tiba. Namun, David hanya diam. Dia tidak tertarik menanggapinya. Kenyataan bahwa dirinya telah melibatkan diri dengan pencuri itu saja sudah sangat mengganggunya. “Terima kasih sudah meminjamkan jasmu dan mau mengantarku, padahal kita tidak dekat,” tambah perempuan itu.
__ADS_1
“Bukan hanya tidak dekat. Kita bahkan belum berkenalan. Jadi, jangan salah paham. Aku menolongmu hanya karena keadaanmu yang menyedihkan dan hanya akan mengganggu tamu-tamu lainnya,” ujar David.
“Apa pun itu alasanmu, aku tetap berterima kasih.” Perempuan itu bersikukuh.
Ah, David jadi menyesal karena sempat mengajak perempuan itu menari. Itu akan membuat dirinya menjadi bagian dari ingatan perempuan itu.
Mobil berhenti. David membawa perempuan itu ke apartemennya. Dia tidak ingin lebih mengenal perempuan itu dan mengakhiri aksi amalnya hanya sampai di malam ini.
“Gunakan kamar itu hanya untuk malam ini. Besok saat aku bangun, kau sudah harus pergi dari rumah ini. Tapi kau tenang saja. Karena besok hari libur, sehingga aku akan bangun lebih lama dari biasanya,” tutur David sembari menunjuk kamar lain selain kamarnya. Kemudian dia memasuki kamarnya sendiri untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Malam ini adalah malam pertama kalinya ia bertemu perempuan itu. Namun, perempuan itu berhasil menghancurkan malamnya. Meski dia sudah menolong perempuan itu, bayang-bayang perempuan itu terus saja mengusiknya. Kenyataan dia sudah menolong perempuan itu membuatnya kesal karena terus bertanya, tetapi tak menemukan jawabannya. Apa yang sudah aku lakukan? batinnya menanyakan pertanyaan itu berulang-ulang.
David benar-benar tidak tahu kenapa dia melakukan semua itu.