
Dari kematian Amelia, David bukanlah satu-satunya orang yang paling terluka. Masih ada satu orang lagi yang merasakan luka neraka dunia.
Alex duduk kaku di atas kursinya setelah mendengar kabar kematian itu. Tangannya menggenggam erat, kedua matanya memerah. Dia tidak hanya tidak bisa menerima kematian Amelia, tetapi cara Amelia mati. Jika memang Amelia ditakdirkan mati, Alex berharap kedua tangannyalah yang mengerat mengelilingi leher Amelia. Semasa hidupnya, Amelia tidak bisa mengembalikan apa pun. Kini Amelia malah menenggelamkan semuanya: uang, saham, apalagi Maha Dewi Group.
Pebisnis mana pun akan tergoyah saat Maha Dewi Group dipertaruhkan. Karena mendapatkan Maha Dewi Group adalah kemustahilan yang tidak seharusnya diimpikan.
“UANGKUUU!” teriak Alex putus asa.
***
Tujuh belas tahun kemudian ….
Ah, sial! Umpat Citra dalam hati. Dari banyaknya pekerjaan, mantan bosnya malah menyuruhnya bekerja di bawah kepempinan putranya. Mantan bos Citra memang pemurah dan berhati mulia, tetapi putranya sungguh gila. Laki-laki itu mengajari Citra bagaimana caranya meminta maaf sehingga Citra harus terus meminta maaf. Bagaimana tidak? Citra harus berjalan ke sana kemari dengan rok sempit dan sepatu berhak tinggi.
__ADS_1
Citra belum terbiasa dengan sepatunya. Tiba-tiba dia terpeleset sehingga makanan yang dibawanya dan akan diantarkan ke pelanggan jatuh menumpahi makanan lainnya. Kecerobohannya itu membuat pelanggan itu menjadi marah.
Kekacauan benar-benar terjadi. Kini Citra menjadi pusat perhatian banyak orang. Bima, putra mantan bosnya sampai datang untuk menengahi semua ini. Bukannya semakin mereda, pelanggan itu malah menumpahkan minumannya ke tubuh Citra.
Tiba-tiba Citra merasakan seseorang menyentuh pundaknya. Rupanya sebuah jas putih telah tersampir di pundaknya.
“Bisa berhenti?” sahut suara laki-laki yang akhirnya menyelesaikan pertikahan ini.
“Benar! Kamu benar-benar Pangeran Mikail! Aku masih tidak percaya kamu benar-benar di Indonesia!” jerit pelanggan tadi mengalihkan perhatiannya.
“Kamu memang seorang pangeran,” gumam
-My Golden Husband—
__ADS_1
.
.
.
Aku pernah baca review drama Korea Empress Ki, yang mengatakan kalau meski tokoh utama laki-laki di sana meninggal, drama itu tetap happy ending karena si tokoh utama perempuan akhirnya menyadari cintanya.
Awalnya kukira My Obsessive Boyfriend ini happy ending karena meski Amelia mati, Sofia masih hidup dan kembali, kebenaran terkuak semua, karakter negatifnya hilang semua, konflik selesai, dan konflik terakhir diselesaikan dengan damai. Sedangkan kematian Amelia adalah penyelesaian sehingga setiap karakter mendapatkan keadilan masing-masing. Meski David tokoh utama, dialah yang membuat masalah awal. Dia memaksa Amelia bersamanya karena cintanya, tanpa memedulikan perasaan Amelia, dan tanpa pertanggungjawaban. Itu terjadi dua kali. Kodenya udah tak tulis di bab enam. Obsesi David itulah yang membuat Sofia dikorbankan dan keadilan direbut dari Rico. Tapi setelah kurevisi ulang, aku malah hanya menemukan kesedihan di kalimat terakhir yang berisi penyesalan. Aku jadi ragu kalau ini disebut happy ending. Jadi maafkan aku kalau aku enggak bisa jaga kata-kataku, padahal kemarin udah tak bilang bakal happy ending, tapi sumpah, aku masih enggak ngerasa pasti sampai sekarang, happy atau sad tergantung pada pemikiran masing-masing aja.
Cerita ini terinspirasi dari sinetron India Ishq Mein Marjawan, jadi kalau kalian mencari roman-komedi, kalian enggak akan mendapatkan apa pun di sini. Karena cerita ini memang tak bikin romansa berbalut thriller, yang hanya dipenuhi konflik enggak ada habis-habisnya. Karena kurang baiknya aku dalam menulis sehingga banyak bagian yang mengecewakan, aku minta maaf sebesar-besarnya, dan terima kasih karena telah memaklumi kesalahan itu dan menghargai kerja kerasku selama tiga bulan ini.
Sekarang aku enggak mau bunuh-bunuh orang lagi, maksudnya karakter, dan pengen nyegerin pikiran pakai cerita-cerita ringan aja. Jadi aku pamit, My Obsessive Boyfriend berhenti sampai di sini.
__ADS_1
Bye! Bye!