My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
44. Berkhianat 2


__ADS_3

“Wah, sekarang kau terlihat lebih baik,” kata Gerald memuji Amelia.


“Kaubilang ini pertemuan kita yang terakhir, bukan? Gunakan pertemuan ini sebaik mungkin karena setelah ini kita tidak akan bertemu lagi,” timpal Amelia.


“Kau bahkan bisa sombong sekarang. Padahal hanya dapat dari jual tubuh,” sindir Gerald dengan angkuhnya.


Akhirnya Amelia menoleh. Dia melirik Gerald dengan tajam. Seperti yang diduganya, menemui laki-laki ini hanya membuang waktunya. Namun, sekarang dia tidak bisa pergi begitu saja. Jika dia pergi, itu berarti dia telah kalah dari Gerald.


“Jadi hal penting apa yang akan kaukatakan?” Amelia ingin berterus terang.


“Katakan pada David untuk mengembalikan bisnis kakakku seperti semula,” titah Gerald tetap angkuh.


“Kenapa aku harus melakukan itu?” Amelia tidak mengerti maksud perkataan Gerald.


“Ini semua karenamu!” Gerald mulai meninggikan suaranya. “Tepat satu jam setelah apa yang terjadi di restoran malam itu, bisnis kakakku dihancurkan oleh David.”


Sekarang Amelia mulai mengerti. Gerald mengira dirinya telah membalas dendam melalui David yang menghancurkan bisnis kakak Gerald. Akan tetapi, Amelia tidak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


“Tapi aku tidak ada sangkut pautnya dengan itu,” jawab Amelia jujur. Dia masih bersikap baik. “Aku bahkan tidak tahu apa pun tentang bisnis kakakmu yang hancur. Sebaiknya kau mengingat lagi kesalahan apa yang kaumiliki pada David.” Dia juga menasehati.


“Jangan bercanda, kau!” sentak Gerald. “Satu-satunya masalah di antara aku dan David adalah kau!” Dia mengarahkan jari telunjuknya pada Amelia. “Pasti kaulah yang menyuruh David menghancurkan bisnis kakakku untuk balas dendam,” tuduhnya.


Amelia diam. Dia sudah berusaha untuk bersikap baik dengan jujur. Akan tetapi, Gerald malah memaksakan kehendaknya.


“Kalau iya, kenapa?” sahut Amelia mulai menunjukkan keangkuhan dirinya. Tiba-tiba saja keberaniannya muncul. Dia merasa tidak tahan diinjak-injak lagi. Dia sudah menjual dirinya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi, bukan kehidupan rendah seperti saat dirinya masih menjadi pelayan.


“Akhirnya kau mengaku. Kalau begitu cepat suruh David untuk mengembalikan bisnis kakakku seperti semula.”


“Tapi aku tidak mau.”


.... Tidak mudah bagi Gerald untuk bisa menyadari kalau rodanya telah berputar. Karena meskipun dia menyadari, tidak akan mudah baginya untuk menerima ...


“Kau!” Gerald mengangkat jarinya lagi.


... Gerald tidak akan bisa menerimanya. Karena itulah Amelia akan membantunya …

__ADS_1


“Kenapa aku harus menurutimu?” tanya Amelia


… Karena Amelialah orang pertama yang sadar kalau rodanya telah berputar dan Amelia juga orang pertama yang menerima putaran nasib itu.


“Aku sedang balas dendam, bukan?” tambah Amelia.


Gerald menjadi semakin marah. Dia bahkan tidak bisa bersikap angkuh lagi.


“Aku yang bermasalah denganmu. Seharusnya kau yang menggangguku, bukan kakakku!” seru Gerald membela dirinya.


Amelia menyeringai. “Tapi kau tidak punya apa pun yang bisa digunakan untuk menghancurkanmu.”


“Balas dendam itu seharusnya sepadan.” Gerald mengingatkan Amelia.


Amelia malah tersenyum lebar. “Ini sudah sepadan. Kau menghancurkanku dengan mengganggu orang lain dan aku menghancurkanmu dengan mengganggu kakakmu.” Seharusnya Gerald lebih mengerti dibandingkan Amelia sehingga Amelia tidak perlu menjelaskan lebih rinci dari ini.


***

__ADS_1


__ADS_2