My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
EXTRA PART 5


__ADS_3

Bismillah. Semoga bisa update setiap hari.


Mohon dukungannya. Tiba-tiba saja, mood nulisku buat My Obsessive Boyfriend ini meningkat.


Cuz ….


z z z z z z


Sepulang bekerja, David tertarik pada pintu ruang bawah tanah yang tak tertutup. Seharusnya pintu itu ditutup, bahkan jika ada orang di dalamnya. Khawatirnya, jika ada orang lain yang salah masuk. Ia pun ke sana. Berniat menutup pintu, malah bertemu punggung perempuan itu.


David prihatin. Karena ulah ibunya, seorang perempuan harus kehilangan kekasihnya. Rasa bersalah pun menggerogoti hati David.


David memasuki ruangan itu. Ia menutup pintu rapat-rapat. Kemudian menjajarkan kakinya dengan perempuan yang belum memindahkan perhatiannya dari foto-foto itu.


“Apa kau berhasil mengingat sesuatu?” David mengangkat suaranya. Memecahkan keheningan.


“Aku tidak melupakan satu pun kenangan, selama Rico bersamaku.” Sofia menjawab tanpa menoleh.


“Kalian tampak serasi.” David memuji. Meski ia memiliki sediki rasa cemburu. Meski Sofia yang berada di foto itu, David seolah melihat Amelia di sana.

__ADS_1


“Saat aku lelah pada pekerjaanku sebagai model, aku mulai membayangkan bagaimana jika aku hidup sederhana saja. Tinggal di sebuah desa, hidup dalam rumah yang terbuat dari kayu, bekerja di hutan, dan memiliki satu atau dua anak yang lucu. Hidup seperti itu tidak membuatku memiliki tuntutan pekerjaan yang tinggi. Karena tidak bisa membangunkan desa untukku, Rico pun membangunkan rumah kayu ini di dalam rumah mewahnya.”


“Sepertinya, kalian begitu saling mencintai.”


“Bukan hanya sepertinya, tapi kenyataannya. Kami sempat berjanji akan mati bersama suatu hari nanti. Tapi, dia meninggalkanku bersama perempuan lain.”


“Tidak usah mengatakan sesuatu, seolah kekasihmu berselingkuh dengan Lia-ku.”


Akhirnya Sofia tertawa meskipun pelan. Ia gagal menggoda David.


“Membayangkan kebahagiaan kalian, aku menjadi iri.”


Sofia menoleh. Ia menangkap tatapan David yang diarahkan padanya. “Kenapa?”


Jujur saja, David iri kepada kisah Sofia dan Rico. Mereka begitu serasi dan saling mencintai. Sedangkan dirinya tidak pernah memedulikan itu. Ia tidak peduli jika Amelia tidak mencintainya. Karena ia begitu menginginkan perempuan itu. Saat Amelia mengakui cintanya kepada David, David malah tidak memercayainya.


Oh, David. Sesial inikah kehidupanmu?


-oOo-

__ADS_1


Sofia berusaha menjadi istri yang baik dengan menyiapkan sendiri makanan untuk David. Setelah David pergi bekerja, ia akan sendiri lagi. Sofia menyadari kebosanannya saat berdiam saja di siang hari di ruang tamu. Ia bingung mau apa. Ia sudah tidak menjadi model, tidak perlu bekerja, dan tidak memiliki anak atau suami yang perlu diurus sepanjang hari.


Tidak bisa!


Sofia tidak kuat seperti ini!


Sofia pun bangun untuk kembali ke kamar. Setelah beberapa waktu, ia keluar dengan pakaian rapi. Kemudian memanggil seorang sopir yang akan mengantarkannya ke tempat David bekerja.


David yang tadinya serius dengan dokumen-dokumen di hadapannya, ekspresinya berubah setelah melihat kedatangan Sofia di ruang kerjanya. Ia pun menutup dokumen-dokumen itu. Ia segera bangun. “Apa terjadi sesuatu?”


o


o


o


Terima kasih banget buat kalian yang setia nunggu cerita ini, apalagi sampai mau tinggalin jempol, komen, ama poin ....


Kalian benar-benar berharga bagiku 😘😘😘

__ADS_1


Kapan-kapan baca ceritaku yang lain, kuy! Kebetulan ceritaku udah numpuk di MT. dan buat kalian yang punya aku WP, mampirlah ke akunku @penggemarfanatik


Terima kasih 🤗🤗


__ADS_2