My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
19. Dipecat 2


__ADS_3

Usai mengatakan segala hal, Amelia langsung keluar dari mobil David.


Setelah Amelia lenyap, amarah David meledak. Dia memukul dan menendang apa pun yang ada dalam mobilnya. Dia menyesal telah melakukan banyak hal dan mengatakan banyak hal. Segala usahanya ternyata berujung kekesalan.


David sangat kesal karena Amelia mengatakan banyak hal. David terkait olehnya? Kenyataannya David tidak terkait begitu saja. Dia bahkan sempat menolak perempuan itu. Ah, David semakin kesal saat menyadari akhirnya dirinya malah terdiam.


***


Setelah keluar dari mobil David, Kartika tidak seketika bekerja. Dia pergi ke toilet untuk menenangkan dirinya lebih dulu. Berdua dalam satu mobil membuatnya menghabiskan banyak tenaga. Karena itu dia langsung merasa lemah.


Tentu saja tidak mudah mengatakan banyak hal kepada orang sehebat David. Amelia sebenarnya tidak memiliki keberanian itu, makanya dia tidak pernah mengatakan itu sebelumnya. Akan tetapi, rupanya David tidak akan menghentikan tindakannya segera. Amelia pun terpaksa mengatakan segala hal begitu saja.


Deng-deng. Amelia membenturkan kepalanya ke cermin berulang-ulang. Dia menyesal telah mengatakan semua itu. Dia lupa kalau David adalah dewa. Hanya David yang mampu menentukan nasibnya sekarang. Sepertinya Amelia harus mulai mengurangi pekerjaannya, karena nasibnya tidak akan berjalan baik dengan mudah.


“Aku melakukan semua itu untuk memperbaiki kesalahpahaman di antara kita?” Kalimat itu membayangi pikiran Amelia. Meski David terlihat angkuh dan banyak bicara, laki-laki itu terlihat bersungguh-sungguh saat mengatakannya. Namun Amelia malah membalasnya dengan kata-kata kasar.

__ADS_1


Sekarang justru Amelialah yang bersalah. Dia juga yang menciptakan masalah baru.


Ah, Amelia seharusnya tidak bekerja terlalu keras hari ini. Akan tetapi, dia malah akan bekerja lebih keras dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jika tidak, dia akan disibukkan oleh bayang-bayang David saat mengatakan penyesalannya.


Saat akan bekerja, Amelia menyadari kekesalan pada wajah rekan-rekan kerjanya. Dalam masa-masa sibuk mereka, Amelia malah menghilang begitu saja. Berbeda dari teman-teman lainnya, Emma justru mendekatinya dengan wajah khawatir. Mungkin karena hanya dia yang tahu apa yang Amelia alami.


“Kau baik-baik saja, kan?” tanya Emma.


Amelia pun tersenyum untuk menenangkan temannya itu. “Tentu saja, memangnya apa yang akan terjadi padaku?”


“Tenang saja,” balas Amelia.


Meski Amelia tidak terlihat khawatir, Emma tetap merasa khawatir. Dia pun berjalan mengikuti Amelia yang tengah mengantarkan pesanan. Karena restoran mulai sepi, tidak banyak pekerjaan yang bisa dia lakukan.


“Lalu apa yang terjadi?” tanya Emma.

__ADS_1


Amelia meletakkan pesanannya lebih dahulu. Kemudian dia menoleh. “Tidak ada,” jawabnya. Dia pun melangkah pergi mendahului Emma.


“Apa kau benar-benar tidak akan mengatakannya padaku?” Emma merasa putus asa.


“Untuk saat ini, akan lebih baik kalau kau tetap membenciku seperti dulu,” sindir Amelia.


Emma menjadi kesal. Dia bukan kesal karena sindiran Amelia. Kenyataannya dia memang membenci Amelia. Dia hanya ingin tahu apa yang sebenarnya telah Amelia alami untuk membunuh kekhawatirannya. Akan tetapi, perempuan sialan itu malah tidak menjawabnya.


“Hei! Apa kau pikir aku melakukan ini karena aku mencintaimu? Tidak! Tidak sama sekali!”


Amelia benar-benar sibuk. Semua pekerjaan dia lakukan, sampai rekan-rekan kerjanya tidak melakukan apa pun. Mereka tidak heran tentang itu. Amelia biasanya memang seperti itu.


Di depan pintu ruangannya, Alex berdiri bersandar dinding di samping pintu itu. Cukup lama dia memerhatikan tingkah Amelia yang berbeda dari rekan-rekan kerjanya. Untuk pertama kalinya Alex memerhatikan rekan-rekan kerjanya bukan tentang pekerjaan mereka, tetapi kehidupan pribadi mereka. Sebelumnya dia tidak tertarik untuk itu. Sedangkan sekarang, dia hanya ingin tahu perempuan seperti apa yang membuat David sampai memesan restorannya.


Alex memanggil Chris, salah satu pelayan di restorannya. Dia menyuruh Chris untuk memanggil Amelia ke ruangannya. Kemudian dia masuk ke ruangannya lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2