My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
84. Benar-benar Pergi


__ADS_3

“Baiklah.” Amelia meyakinkan diri pada keputusannya. “Aku akan pergi dari kehidupan David.” Akhirnya itulah yang menjadi keputusan Amelia. Lagipula dia datang kepada David untuk mendapatkan hidup lebih baik, bukan untuk menghancurkan hidupnya, ditambah kehidupan David. “Tapi biarkan aku kembali malam ini untuk mengucapkan selamat tinggal kepada David,” kata Amelia memberikan syarat.


“Itu tidak perlu. Kau cukup mengatakan berapa uang yang kauinginkan,” tolak ibunya David.


Amelia merasa keberatan. Dia membutuhkan uang untuk hidup, tapi bukan berarti dia tidak memiliki prioritas lain dalam hidupnya. Apalagi dia sudah berjanji kepada David untuk melakukan kencan romantis malam ini. Meski Amelia akan sangat terlambat.


“Tapi itu adalah keputusanku.” Amelia bersikukuh.


“Kalau kau tidak menghilang sekarang juga dan malah menemui David, apa kaupikir kau akan bisa benar-benar pergi? Kau sudah menghilang sangat lama. Saat kau kembali, David akan menanyakan ke mana kau pergi. Sebaik apa pun kebohonganmu, dia akan tetap mencurigaimu. Lalu dia akan mencari tahu ke mana kau pergi. Setelah itu, apa kaupikir kau akan memiliki kesempatan lain lagi untuk pergi?”


“Baiklah. Aku akan pergi malam ini.” Amelia setuju. Ibunya David memang selalu benar.

__ADS_1


“Jadi berapa uang yang kaubutuhkan?”


“Aku tidak tahu berapa jumlah uang yang kubutuhkan. Yang pasti aku membutuhkan tiket penerbangan ke Indonesia dan uang dalam bentuk rupiah untuk kebutuhan tempat dan makanku di sana.”


“Apa maksudmu dengan tiket penerbangan ke Indonesia? Apa kau akan pergi ke Indonesia?”


“Iya.”


“Apa kau bermain-main denganku?!” sentak ibunya David. Bola matanya membelalak. “Kau pasti tahu kalau David berasal dari sana. Rumah utama keluarga kami ada di sana.”


“Seseorang yang paling berharga? Bukankah kau hidup sebatang kara?”

__ADS_1


“Jadi Nyonya benar-benar menggali seluruh informasi tentangku?”


“Tentu saja. Kau kan bagian dari kehidupan putraku, meski hanya sebagai parasit.”


“Kalau begitu aku tidak perlu menjelaskan lebih tentangku.”


“Tepat sekali. Lagipula aku tidak tertarik sama sekali dengan kehidupanmu.”


Perkataan ibunya David selalu saja menyebalkan. Di saat yang sama, Amelia merasa dirinya lebih menyebalkan karena diam saja mendengarkan itu.


Kemudian ibunya David menyuruh sopir yang mengantar Amelia tadi untuk mengantar Amelia lagi ke bandara. Sebenarnya ibunya David sudah menawarkan pesawat pribadi untuk mengantar Amelia ke Indonesia, tetapi Amelia menolak. Dia melepaskan diri dari kehidupan David, berarti dia juga ingin melepaskan diri dari siapapun yang menyangkutkan diri mereka pada kehidupan David. Amelia ingin lepas sepenuhnya. Meskipun dia tahu kalau ibunya David tidak akan melepaskannya sepenuhnya. Setidaknya Amelia sedang berusaha.

__ADS_1


***


Sungguh, David merasa tidak ada yang lebih sial dari dirinya pagi ini. Saat matanya terbuka, dia kehilangan mimpi indahnya dan kenyataan indahnya. Makanan yang disiapkannya untuk makan malam di atas meja tak tersentuh sedikit pun. Itu berarti Amelia tidak kemari sama sekali. Saat David membuka kamar Amelia, perempuan itu juga tidak ada di sana. Perempuan itu menghilang hanya bersama bayangannya. Pakaian-pakaian yang sempat mengisi koper perempuan itu masih memenuhi lemari di kamar itu. Hilangnya perempuan itu masih menjadi kejangggalan.


__ADS_2