
“Tenanglah. Aku tahu itu.” David tersenyum menenangkan. “Meski foto itu tidak menampilkan seluruh ruangan, aku masih melihat kaki Alex yang terbalut perban. Aku tidak tahu kenapa kau bisa berada di samping Alex, tapi aku menduga kau sedang menjenguk Alex saat itu.”
Amelia bernapas lega. Itu berarti hubungannya dengan David akan baik-baik saja. Kini dia mengerti kenapa Alex sangat yakin kalau Levina tahu akan keadaannya. Rupanya semua orang tahu segalanya, hanya Amelia yang tidak tahu apa-apa. Kini Amelia penasaran apakah Alex juga terlibat dalam pengambilan gambar itu. Namun, Amelia melupakan pemikiran itu segera. Bagaimanapun, luka yang didapatkan kaki Alex disebabkan olehnya.
“Tolong lupakan semua itu,” pinta Amelia.
“Apa?”
“Tentang fitnah Levina. Aku tahu Levina sendirilah yang menciptakan masalah ini, tapi Alex telah banyak membantuku. Bahkan luka pada kakinya itu disebabkan olehku. Kakinya tertabrak mobil saat menolongku yang akan tertabrak mobil.”
“Apa?! Kenapa kau tidak mengatakan kepadaku sebelumnya?! Apa kau juga terluka?!” David menjadi khawatir.
__ADS_1
“Tentu saja aku baik-baik saja. Itulah kenapa kaki Alex terluka.”
David pun bernapas lega. Jika Amelia sampai terluka, dia akan sangat menyesalinya karena telah menyalahkan Amelia untuk banyak hal.
“Levina adalah tunangan Alex. Dia adalah perempuan yang dicintai Alex. Jadi kumohon lupakan semua masalah yang telah terjadi di antara kita berempat sebelumnya dan mendirikan kehidupan baru yang penuh kedamaian,” tambah Amelia meminta.
Seperti yang David lakukan sebelumnya, David akan melakukan apa pun untuk menyenangkan Amelia, meski itu berlawanan dengan kesenangannya. David setuju untuk melupakan semua masalah yang telah terjadi selama ini. Meskipun dia telah tahu lebih banyak dibandingkan yang Amelia ketahui.
“Hai, David. Apa kabar?” sapa Alex. Kemudian dia berjalan terpincang-pincang dengan mengenakan tongkat dan langsung duduk di atas sofa yang berada di depan meja kerja David sebelum David mempersilakan.
“Dengan apa yang telah kumiliki, bagaimana mungkin aku tidak baik-baik saja? Seperti yang kau lihat: aku baik-baik saja.” David melebarkan kedua tangannya dan membanggakan dirinya. “Tapi sepertinya malah kau yang tidak baik-baik saja.” Ah, benar-benar David. Dia tidak bisa melupakan sindirannya.
__ADS_1
“Beberapa hari lalu sebuah mobil menabrakku. Sepertinya Lia sudah menceritakan kisah lengkapnya kepadamu.”
“Tentu saja tidak. Dia bahkan tidak tahu kisah lengkapnya. Dia bahkan tidak tahu siapa orang yang menabrakmu, lebih tepatnya orang yang hampir menabraknya.”
“David.” Wajah Alex menjadi serius. Dia mulai merasa tidak tenang.
“Seharusnya kau bertindak untuk menangkap orang itu, tapi kau malah membuatku tidak bisa menemukan jejak Lia sedikit pun. Itu berarti kau telah menutupi jejak kalian bertiga: kau, Lia, dan orang itu. Kau tidak memiliki alasan untuk menutupi jejakmu dan Lia. Maka pilihan hanya tersisa satu, yaitu orang itu. Siapa dia?” Wajah David menjadi serius. Dia melemparkan tatapan mengintimidasi.
“Kumohon, David, lepaskan orang itu. Bukankah Lia baik-baik saja? Dia tidak terluka sedikit pun! Akulah yang terluka saat menyelamatkannya.”
***
__ADS_1