My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
34. Menginginkanmu Di sisiku 3


__ADS_3

Setelah berada cukup jauh, Amelia berhenti. Dia duduk di sebuah kursi di tepi jalan. Dia bertanya-tanya kenapa dia mengikuti perintah perempuan itu dan pergi begitu saja? Apa yang baru saja terjadi tidak sepenuhnya kesalahannya. Laki-laki itulah menyandungnya. Seharusya dia tidak diam saja, dia harus menjelaskan kebenarannya.


Amelia pun bangun dan berniat untuk kembali ke restoran. Namun, belum satu kali pun melangkah, dia mengurungkan niatnya. Dia duduk kembali. Kemudian dia meraba bagian pakaiannya yang digunting. Bagian itu membuatnya menyadari kalau nasibnya benar-benar sial. Dia tidak akan bisa berlari dari itu.


Amelia menekuk kedua kakinya dan memeluknya. Kemudian dia merunduk untuk menutupi wajahnya. Dia mulai menangis. Dia merasa tidak mampu bertahan lagi. Dia merasa kesepian.


Saat-saat terpuruknya ini mengingatkan Amelia pada saat dia dipermalukan di pesta sialan di mana untuk pertama kalinya dia bertemu David. Dia begitu terpuruk dan begitu rendah. Namun, David masih mau bersamanya. Meminjamkan jasnya serta menjemput untuk melindunginya dari hujan. Untuk pelukan di malam itu, sejujurnya Amleia berterima kasih. Kehangatan yang David berikan membuatnya melupakan kerendahan dirinya untuk sejenak.


Begitupun saat Amelia berhadapan dengan laki-laki kejam itu. Jika bukan karena David menepuk pundaknya, mungkin dirinya telah jatuh serendah-rendahnya.


Amelia mulai mengharapkan David. Di mana laki-laki itu melangkah mendekat, lalu duduk di sisinya, menemaninya dalam rengkuhan malam.

__ADS_1


Perasaan Amelia akan menjadi lebih baik!


Namun, itu tidak mungkin. Saat David mengatakan akan berada di sisi Amelia dan siap melindunginya, Amelia malah mengusir sampai laki-laki itu menyerah. Membuat laki-laki itu tak sampai terjangkau oleh pandangannya.


Amelia menyesal. Jika dia tidak mengatakan semua itu dengan angkuhnya, dia tidak perlu melewati semua ini sendirian. Betapa menyedihkannya Amelia saat ini ....


Seandainya saja David melihatnya di sini, laki-laki itu akan mendekatinya, meski Amelia terus mendorong. Laki-laki itu akan melapisi pakaiannya yang robek dengan jasnya dan menariknya untuk berlindung dari rasa malu di dalam mobilnya. Kemudian laki-laki itu akan membawanya masuk ke dalam apartemennya dan membuat Amelia merasa terlindungi dalam pelukannya. Bahkan jika David akan melakukan itu lagi, Amelia tidak akan menolaknya.


***


Kenyataannya, David memang melihat Amelia ....

__ADS_1


Karena terus memikirkan apa yang akan Amelia pikirkan tentangnya setelah melihat dirinya membawa bunga mawar kemarin malam, David berniat menemui Amelia untuk menjelaskan kalau yang perempuan itu lihat tidak seperti yang perempuan itu pikirkan. Akan tetapi, David malah melihat kejadian memalukan yang menimpa perempuan itu. Meski dari kejauhan, David melihatnya. Akan tetapi, David tidak berniat mendekati Amelia sekalipun. Dia mengenakan kaus panjang, karena itu dia tidak bisa melapisi baju Amelia yang robek dengan jasnya. Dia tidak akan menarik Amelia ke dalam mobil, makanya dia juga tidak mungkin melindungi Amelia dalam pelukannya.


Kenyataannya David memang melihat Amelia ....


David melihat bagaimana Amelia tersiksa, pergi, meniangis, hingga akhirnya bermalam di atas kursi itu. Meski begitu, David tak menggerakkan kakinya sedikit pun. Ia membiarkan Amelia tampil menyedihkan begitu saja.


Kenyataannya David memang melihat Amelia ....


Namun, ia tetap diam. Karena memang benar, cinta pertama David bukanlah Amelia, tetapi dirinya sendiri.


***

__ADS_1


__ADS_2