My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
92. Selamat Tinggal


__ADS_3

Hari begitu dini, tetapi Amelia sudah membuka kedua matanya. Padahal dia baru tidur beberapa jam lalu. Setelah berhasil mendapatkan Amelia, David benar-benar tidak membiarkan Amelia menikmati malam dingin yang tenang. Laki-laki itu selalu menghiasi malam Amelia dengan keringat. Dia benar-benar memuaskan dirinya setelah sebelumnya Amelia hanya memberikan ujian kepadanya.


Pelan-pelan Amelia mengangkat tangan David yang memeluknya. Dia berusaha untuk bangun tanpa membangunkan David. Biasanya David selalu bangun lebih awal dibandingkan dirinya. Tiba-tiba pelukan itu malah semakin erat. Seperti yang Amelia khawatirkan, David sudah terbangun.


“Ka-kau sudah bangun?” Amelia menjadi gugup.


“Justru itulah yang ingin kutanyakan kepadamu. Tidak biasanya kau bangun sedini ini?” tanya David.


“Aku haus. Karena itu lepaskan aku. Aku harus bangun,” pinta Amelia.


“Tidak bisakah nanti saja?” rengek David.


“Ayolah, David. Aku tidak bisa hidup hanya untukmu!” sentak Amelia. Dia langsung melempar tangan David darinya. Dia tahu David melakukan itu karena mencintainya dan takut kehilangan dirinya. Namun, Amelia tidak menyukai itu. Dia merasa kesal karena tingkah David yang seperti ini.


David tidak lagi bersikeras untuk tetap menahan Amelia. Dia masih keheranan pada tingkah Amelia yang berbeda. Perempuan itu jarang membentaknya. Apalagi di pagi sedini ini.


Amelia tidak langsung mengambil air. Dia mengambil sebuah botol kecil dari dalam tasnya yang digantungkannya di samping galon. Kemudian dia berdiri membelakangi David. Setelah itu barulah Amelia mengaliri segelas dengan air dari galon dan meminumnya. Lalu Amelia mengaliri gelas itu sekali lagi. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Amelia menyempatkan diri untuk menuangkan air dari botol kecil itu ke dalam air putihnya. Kemudian Amelia menyodorkan gelas itu kepada David.


“Minumlah, agar kau merasa lebih segar,” kata Amelia.


“Aku akan meminumnya setelah kau meminumnya,” tolak David.


“Ayolah, David! Apa kau tidak menghargaiku!” Amelia semakin kesal.

__ADS_1


“Aku benar-benar akan meminumnya setelah kau meminumnya,” balas David meyakinkan.


Amelia diam. Dia menimang keputusannya. Sebenarnya dia sudah mencampurkan obat tidur di dalam air itu. Jika dia ikut meminumnya, maka dia akan tertidur juga.


Setelah lama berpikir, akhirnya Amelia mengambil keputusannya. Amelia pun mengangkat gelas itu. Tidak ada jalan lain selain meminum itu. Namun, Amelia tidak benar-benar meminum air itu. Dia hanya meminumya sedikit tanpa menelannya. Tiba-tiba David memegang wajahnya dan menciumnya. Laki-laki itu menggulir air yang berada dalam mulut Amelia ke mulutnya.


Amelia merasa terkejut. Dia masih kebingungan, bahkan setelah David melepaskan ciumannya. Kemudian Amelia melihat David tersenyum semringah setelah meneguk air dari mulutnya. Saat itulah Amelia menyadari kalau dia hanya mengonsumsi sedikit dari air itu.


“Aku tidak tahu kenapa sepagi ini suasana hatimu memburuk. Tapi maafkan aku kalau aku memiliki salah kepadamu,” kata David merasa cemas.


Amelia tidak memedulikan perkataan itu. Dia langsung meminum sisa air di gelas itu, lalu mencium David. Dia pun menggulir air dari mulutnya ke dalam mulut David.


“Kau tidak perlu meminta maaf. Aku hanya bermimpi buruk saja tadi,” kata Amelia berbohong.


“Ini masih pagi. Sebaiknya kau tidur lagi,” kata Amelia sembari membelai kepala David.


Perlahan-lahan, David mulai memejamkan matanya. Dia mulai tertidur dengan kecepatan yang sama seperti kecepatan belaian Amelia. Amelia membelai dari cepat, lalu perlahan-lahan, hingga akhirnya berhenti. Setelah yakin David tertidur, Amelia pun meletakkan kepala David di atas bantal.


“Kau tidak perlu meminta maaf … kalau kau tidak tahu kesalahanmu.” Itulah kalimat sebenarnya. “Lagipula aku tidak bisa memaafkanmu meski kau tahu kesalahanmu.”


****


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Setelah baca komentar-komentar, gue kaget, lho. Semua pada ngehujat Amelia. Padahal karakter Amelia niatnya tak bikin lebih nyebelin dari itu dulu😅

__ADS_1


__ADS_2