My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
58. Hinaan 3


__ADS_3

David tertawa, seakan-akan yang Levina katakan hanyalah lelucon.


“Apa kau hanya berdandan saat sekolah? Di negara manapun, arti dari kerja sama itu sama saja, saling memberi untuk mendapatkan sesuatu yang sepadan, tujuan yang sama. Sedangkan kau dan Alex itu berbeda karena keluargamu tidak mendapatkan apa pun selain seorang menantu. Lagipula apa yang bisa dilakukan putra ketiga? Dia bahkan bukan pewaris utama.”


“David,” panggil Amelia untuk menghentikan sindiran David.


Tek! Levina meletakkan peralatan makannya dengan keras. Berbeda dengan David yang pandai menutupi emosinya, Levina benar-benar payah dalam hal itu. Tidak ada senyum sedikit pun yang tersemat pada wajahnya.


Suasana menjadi tegang. Amelia bingung harus bagaimana. Alex pun tertawa pelan untuk menenggelamkan ketegangan itu, meski dirinya merasa rendah. “Hehe. Sudahlah, Levina. David hanya bercanda,” bujuk Alex berusaha menenangkan Levina.


“Tapi aku tidak bercanda. Aku menyindirmu,” sahut David. Dia memasang wajah serius.


Levina melirik kesal ke arah Alex. Seakan-akan memerintahkan Alex untuk segera bertindak karena David telah berterus terang.


Alex kembali tertawa pelan. “Hehe. Sepertinya kau masih marah karena aku sudah memecat Amelia. Tentang itu aku—“


David kembali tertawa. Persis seperti dia menertawakan perkataan Levina.

__ADS_1


“Kenapa aku marah hanya karena kekasihku berhenti menjadi pelayan? Dia bahkan bisa hidup sangat baik denganku sekarang dengan memiliki beberapa pelayan. Gaun yang dikenakannya hari ini saja, setidaknya tiga kali lipat dari harga gaun yang tunanganmu kenakan.” David menunjuk Amelia, lalu berpindah ke Levina.


Levina melirik sinis ke arah Amelia. Menyadari kalau gaun yang Amelia kenakan sedikit mirip dengan gaun miliknya yang dicuri Amelia, Levina mendesah sinis. Dia merasa semakin dipermalukan karena gaun itu lebih baik dan lebih mahal dibandingkan gaun-gaun miliknya.


“Berhentilah atau aku benar-benar akan menganggapmu menggangguku,” sahut Levina memperingatkan.


“Menghinamu juga bukan alasanku mengundangmu kemari.” David tersenyum sinis.


“Lalu?”


“Aku ingin membeli restoranmu …, Alex.”


“Sudah kuduga. Aku memang tidak terlalu mengenalmu, tapi aku tahu kalau selain menghina, kau hanya bisa menginjak orang lain, David.”


“Jadi, berapa yang harus kubayar untuk restoran itu?” David tidak peduli pada perkataan Levina sebelumnya.


“Jangan harap!”

__ADS_1


Levina langsung pergi dengan diiringi rasa kesal.


Alex kebingungan. Seharusnya dia menyelesaikan masalahnya dengan David lebih dahulu. Akan tetapi, Levina sudah pergi dengan pikiran tertutup emosi. Itu tidak baik bagi Levina. Akhirnya, Alex menyusul kepergian Levina dengan hanya meninggalkan pamit kepada David dan Amelia. Dia akan menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan ini nanti.


Di depan hotel, Alex mencari-cari Levina. Akan tetapi, perempuan itu sudah lenyap. Saat mendatangi area parkir pun, mobil putih Levina sudah lenyap. Hanya menyisakan mobil hitam milik Alex. Meskipun berangkat bersama, mereka pergi dengan mobil masing-masing. Segera Alex mengendarai mobilnya dalam kecepatan tinggi untuk menyusuri sepanjang jalan raya. Alex khawatir dengan amarah sebesar itu, Levina tidak akan bisa berkendara dengan berhati-hati.


Tak lama, Alex berhasil menemukan mobil putih Levina. Alex pun lebih mempercepat laju mobilnya sehingga berhasil menghentikan mobil Levina dengan menghadangnya. Kemudian Alex keluar dari mobil untuk membawa Levina memasuki mobilnya.


Awalnya Levina menolak. Namun, Alex berhasil memaksanya.


“Biar kuantar kau kerumahmu. Kau tidak bisa berkendara dalam keadaan seperti ini,” kata Alex yang akhirnya berhasil meluluhkan Levina.


Sepanjang perjalanan, Alex hanya diam. Dia berusaha memberikan ruang bagi Levina untuk menenangkan dirinya.


Sesampainya di rumah, Levina langsung masuk. Alex mengikutinya. Dia memasuki rumah Levina tanpa seizin Levina.


“Kenapa kau mengikutiku?” tanya Levina yang masih kesal.

__ADS_1


“Sepertinya aku akan menyerahkan restoranku kepada David dan Amelia,” jawab Alex nekad.


***


__ADS_2