
David memang tidak berniat belanja dari awal. Tidak mungkin laki-laki itu akan meninggalkan Amelia tanpa kulkas penuh.
“Da-david,” panggil Amelia lagi.
Kini David tidak menjawab dengan perkataan. Dia mengangkat kepalanya.
“Bukankah kau ada perjalanan bisnis? Seharusnya kita tidak bisa pergi berbelanja sekarang.” Itu adalah pertanyaan yang ingin Amelia ucapkan. Namun, dia tidak berani mengatakan itu. Sudah jelas kalau David bertindak seperti itu karena memergoki Amelia keluar rumah tanpanya. Amelia pun mengurungkan niatnya. Dia menundukkan kepala. Tidak berani lagi menatap David.
“Ada apa?” tanya David.
Amelia sedikit mengangkat kepalanya, tetapi tatapannya tetap ke arah bawah. Dia juga tersenyum tipis. “Bukan apa-apa,” katanya.
“Tapi kenapa kau menemui Alex tadi?” Akhirnya David menanyakan itu.
“A-a-aku ….”Amelia bingung harus menjawab apa. Ini bahkan belum sampai di apartemen. Jika David sampai marah di sini, itu akan sangat memberatkan Amelia. Tiba-tiba Amelia teringat pada rasa bosannya kemarin. “Aku tadi keluar karena merasa bosan sendirian. Lalu aku bertemu Alex tanpa sengaja,” kata Amelia berbohong.
“Kalau kau merasa bosan, seharusnya kau mengajakku, kan?”
“Tapi kaubilang akan ada perjalanan bisnis sekarang.”
__ADS_1
“Maafkan aku.” Wajah David menjadi sedih. “Karena kesibukanku bekerja, aku sampai melupakan kebahagiaanmu. Aku hanya peduli pada diriku yang takut kehilanganmu.”
Ah, sial! David yang meminta maaf, malah Amelia yang semakin merasa bersalah.
“Ini salahku. Aku yang tidak memberitahukanmu sebelumnya. Maafkan aku,” kata Amelia.
“Baiklah. Sekarang lupakan semua itu. Itu bukan masalah lagi. Kau bisa pergi tanpaku sekarang.” David mengalah.
Akhirnya Amelia berani mengangkat kepalanya untuk menatap David. “Benarkah?” Dia sangat senang jika David sungguh-sungguh mengatakannya.
David menganggukkan kepala.
“Tapi tetap bawa ponselmu sehingga aku bisa menghubungimu dengan mudah,” kata David memberikan syarat.
Itu adalah syarat mudah. Amelia menyesal karena tidak mengatakan keinginannya ini dari dulu. Jika dia mengatakan itu sebelumnya, dia tidak perlu merasa cemas karena David memergokinya.
Ah, Amelia menjadi teringat pada ponsel kunonya dan keinginannya untuk ponsel baru. Dia pun meminta ponsel baru itu kepada David. Itu bukan sesuatu yang mahal. Amelia tidak akan sungkan memintanya. Jika pun dia meminta sesuatu yang mahal, David juga tidak akan keberatan membelikannya.
Sesuai rencana mendadak David, Amelia dan David pergi berbelanja. Karena kenyataannya kulkas masih penuh, mereka pun hanya berbelanja bahan-bahan memasak untuk makan malam nanti. Sebenarnya David juga menyuruh Amelia untuk berbelanja barang-barang lainnya, tetapi Amelia cukup dengan ponsel baru saja. Karena terbiasa hidup berhemat, Amelia tidak tertarik untuk membeli apa pun yang tidak benar-benar dibutuhkannya.
__ADS_1
Sesampainya di depan apartemen, David menyuruh Amelia untuk masuk ke dalam kamar lebih dahulu, sedangkan dirinya memarkirkan mobil. Rupanya memarkirkan mobil bukan satu-satunya alasan David menyuruh Amelia kembali lebih dahulu. Sebelum keluar dari mobilnya, dia menghubungi sekretarisnya lebih dahulu.
“Aku tidak bisa pergi karena ada urusan mendadak. Kau harus mengurus semua sendiri dan menggantikanku.”
“Katakan aku ada pertemuan lain jika mama bertanya. Itu pun jika dia benar-benar datang.”
***
.
.
.
.
Please like and comment🤗terima kasih untuk saran dan kritikannya😁apalagi pujiannya😅
Jangan lupakan votenya🤤biar cemungut😚
__ADS_1