
“Tapi ….” Amelia ragu mengatakannya.
David mengangkat wajahnya. Bersiap-siap mendengarkan penjelasan Amelia.
“Tapi kenapa kau tidak pernah tidur bersamaku? Kau selalu repot-repot tidur di luar kamar, bahkan di luar rumah ini! Apa aku begitu tidak menariknya bagimu?” Amelia ingin mengatakan semua itu dengan suara keras, tetapi tidak, Amelia tidak kuat mengatakan semua itu. Tentu saja itu semua adalah pertanyaan yang memalukan untuk ditanyakan seorang perempuan.
“Tapi kenapa?” tanya David. Dia menjadi penasaran.
“Tapi ….” Amelia benar-benar ingin menanyakannya.
“Ayolah. Katakan!”
Amelia akhirnya bertekad. Dia berniat menanyakan semua itu. Dia pun menghela napasnya dalam-dalam. Kemudian dia mendekatkan dirinya pada David dan memegang kedua lengan David. “David ….”
__ADS_1
Tiba-tiba David melemparkan kedua tangan Amelia itu dan langsung berdiri. Amelia menjadi terkejut.
“David?” Amelia keheranan.
David pun sadar kalau yang dia lakukan kepada Amelia itu salah. Akan tetapi, dia tidak melunak. Dia masih merasa tidak tenang. Dia pun langsung keluar rumah tanpa meninggalkan kata-kata.
Setelah kepergian David, tertinggallah Amelia sendirian di atas sofa. Dia keheranan atas tingkah David yang berbeda. Kemudian dia merasa malu sendiri mengingat apa yang akan dilakukannya tadi: memegang kedua lengan David dan mendekatkan diri. Ah, Amelia benar-benar merasa malu. Dia sampai menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya meski tidak ada siapapun di sana. Dia menjadi kebingungan harus bersikap seperti apa saat bertemu David.
Amelia menjadi tidak tertarik untuk melanjutkan kegiatan makannya. Dia pun kembali ke kamar dengan berjalan pelan-pelan dan meninggalkan semua makanan itu tetap di atas meja. Dia masih tidak memiliki kekuatan untuk bergerak bebas.
David:
Tiba-tiba aku teringat pada pekerjaan penting. Aku tidak akan pulang malam nanti.
__ADS_1
Tiba-tiba Amelia menjadi cemas. Dia takut jika yang dilakukannya tadi membuat David menjadi tidak nyaman. Amelia tahu David berbohong. Memangnya pekerjaan penting seperti apa yang sampai mengganggu bos di hari libur?
Setelah meletakkan ponsel barunya lagi, Amelia berpindah untuk mengambil ponsel lamanya. Meski sudah memiliki ponsel impiannya, Amelia masih tidak membuang ponsel itu dan tidak akan membuangnya. Banyak hal-hal penting yang hanya bisa dilakukan oleh ponselnya. Rupanya Alex mengiriminya pesan lagi.
Bos Alex:
Ada sesuatu penting yang ingin kukatakan. Bisakah kita bertemu lagi?
Kemarin aku tidak jadi mengatakannya karena ada David bersamamu. Jadi bisakah kita bertemu lagi tanpa David. Aku tidak nyaman mengatakannya di depan David.
Aku benar-benar ingin bertemu denganmu lagi. Jadi, berilah aku kesempatan lagi.
Kumohon ….
__ADS_1
Amelia langsung menghapus pesan itu. Amelia tidak tahu sesuatu penting apa yang ingin dikatakan Alex selama ini, tetapi Amelia tahu kalau sebaiknya dia tidak merahasiakan apa pun dari David. Alex tidak mau mengatakannya di depan David, itu berarti Amelia juga tidak bisa mengatakannya di depan David. Lagipula Amelia tidak tertarik untuk keluar dari tempat ini lagi, meski David sudah menyetujuinya. David hanya mengalah, hanya mengatakan itu untuk membuat Amelia senang, bukan berarti Amelia bisa bertindak semaunya. Amelia pun beranjak pergi ke ranjang untuk tidur. Punggungnya benar-benar sakit. Baik baginya untuk lebih banyak diam.
***