My Obsessive Boyfriend

My Obsessive Boyfriend
40. Dunia Baru 1


__ADS_3

"Apa kita benar-benar akan makan malam di luar dengan aku mengenakan ini?" Amelia menunjukkan pakaiannya.


Amelia tahu kalau pakaian yang dikenakannya tidak sepantasnya dikenakan untuk makan malam di luar. Akan tetapi, dia tidak bisa membeli pakaian lain atau mengambil pakaiannya karena David melarangnya keluar dari apartemen.


"Tentu saja, tidak. Karena itu aku mengajakmu pergi bersama, untuk membeli pakaianmu," jawab David.


Amelia bernapas lega. Meski laki-laki itu tidak terlalu memerhatikan kebutuhannya sendiri, laki-laki itu masih memerhatikan kebutuhan Amelia.


"Kau tidak memiliki barang-barang berharga apa pun kan di tempat lamamu?"


Amelia menggelengkan kepala. Memangnya apa yang bisa dia miliki?


Amelia tidak mempunyai harta atau pun keluarga. Amelia sudah kehilangan keluarganya semenjak kecil. Semenjak itu pula Amelia mulai berjuang untuk hidupnya sendiri. Surat-surat pentingnya juga hanya kartu tanda penduduk yang selalu dibawanya di dalam tas.

__ADS_1


"Aku akan menyuruh mereka mengosongkan tempat itu," tambah David.


Awalnya David membawa Amelia pergi ke butik untuk membeli beberapa pakaian dan perlenkapan lainnya. Karena David tidak mengerti cara memilih pakaian yang bagus, dia pun menyuruh Amelia memilih pakaiannya sendiri.


Barang-barang di sana sangat mahal sehingga Amelia tidak berani mengambil banyak. Akhirnya Davidlah yang turun tangan. Dia mengambil pakaian apa pun di sana sebanyak mungkin, entah itu cocok untuk Amelia atau tidak.


"Aku tidak membutuhkan semua ini," kata Amelia berbisik. Dia merasa keberatan dengan penghamburan uang yang David lakukan.


"Aku sudah membelimu. Jadi buatlah dirimu menjadi semahal mungkin. Jangan kau hargai dirimu dengan murah. Karena kau sangat berharga bagiku," balas David.


Akhirnya Amelia diam saja. Bukan dia yang meminta. Davidlah yang memberikannya untuknya. Lagipula David benar, Amelia sudah menjual dirinya, jadi kenapa dia harus menghargai diri sendiri dengan murah?


Kehidupan itu seperti roda berputar. Amelia tidak tahu kapan dia akan terjatuh kembali. Selai berada di atas, dia akan berusaha menikmatinya. Jika pun dia tidak terbiasa, dia tetap harus membiasakannya.

__ADS_1


Seorang ahli mode menyarankan Amelia mengenakan gaun pendek berwarna putih. Amelia menolaknya. Meski berbeda, gaun itu mengingatkan Amelia pada kejadian memalukan di pesta dulu. Dia pun memilik gaun pendek berwarna merah muda.


David menyiapkan makan malamnya di Laksita Hotel. Dia sengaja membawa Amelia ke sana, sekaligus memperkenalkan dirinya.


"Aku sudah tiga tahun bekerja di sini. Karena kakakku satu-satunya sudah meninggal lima tahun lalu, aku yang akan mewarisi bisnis keluargaku. Itu berarti aku akan kembali ke Indonesia saat waktunya tiba," kata David menjelaskan tentang dirinya.


Setelah memasuki tempat ini, Amelia akhirnya menyadari kalau David memiliki status yang jauh darinya. Seperti kata Emma, mustahil untuk digapainya. Apalagi David sendiri yang mengatakan kalau dia akan kembali ke Indonesia saat waktunya tiba. Itu berarti roda Amelia hanya akan sebentar saja berada di posisi atas. Saat David kembali ke keluarganya di Indonesia, Amelia akan terpeleset saat itu juga.


Meski tahu kalau dirinya tidak akan pernah bisa bersama dengan David selamanya, Amelia tidak akan melepaskan David dari sekarang, dia akan benar-benar melepaskan David saat waktu itu tiba. Jika masih ada waktu bersama, kenapa waktu itu harus dibuang untuk pertengkaran atau perpisahan yang tidak dibutuhkan?


Lagipula Amelia tidak dirugikan sama sekali.


"Jangan khawatir," kata David. Dari raut wajah Amelia, David menilai kalau perempuan itu tengah bersedih sekarang. "Aku akan membawamu ke sana," tambah David.

__ADS_1


Amelia membelalak. Meski David mengatakannya dengan sangat mudah, dia terlihat bersungguh-sungguh. Meski begitu, Amelia hanya berharap kalau itu akan terjadi, tetapi dia yakin kalau itu tidak mungkin. David mengatakan itu hanya untuk menghiburnya.


***


__ADS_2