
Malam itu setelah menidurkan Given, Lika merebahkan tubuhnya yang letih, Ricky masih memegang ponselnya, memeriksa dan membaca pesan-pesan masuk, karena ponselnya tertinggal waktu dia pergi dan saat dia mengalami kecelakaan dia tidak sadar hampir dua Minggu. Sudah begitu banyak pesan masuk, email dan panggilan tak terjawab dari ponselnya. Lika beringsut mendekati suaminya, kepalanya ia sandarkan ke bahu Ricky.
"Pa...jadi Papa beneran tidak kenal yang namanya Yono itu?" Tanya Lika. Ricky menggelengkan kepalanya.
"Aku malah baru mendengar nama itu, tadinya aku pikir yang mengantar mobilku itu Mas Jun..." Jawab Ricky.
"Pantas saja...feeling ku sangat tidak enak saat kau pergi ke Jakarta...ternyata memang Bayu biang keladi dari semuanya itu..." Ujar Lika.
"Bayu? Hmm...sudah ku duga, padahal dulu aku sangat mempercayainya, kepercayaanku di Salah gunakan olehnya, tapi sudahlah....yang penting dia sudah menerima ganjarannya..."
"Jadi Yono itu hanya korban...terlalu sekali Bayu...oya, Papa...aku minta ijin ke kantor polisi Jogja untuk menemui Bayu..." Kata Lika. Ricky menoleh dengan wajah heran.
"Untuk apa kau menemuinya??" Tanya Ricky tajam.
"Ada sesuatu yang aku mau tanyakan padanya..." Sahut Lika.
"Apalagi yang mau kau tanyakan?? Bukankah semuanya sudah jelas...??"
"Pa...dengar dulu...ada sesuatu yang ganjil dan aneh yang aku rasakan..."
"Apa maksudmu??" Tanya Ricky. Dia langsung bangun dari posisi tidurnya dan duduk di hadapan Lika. Lika menarik nafas panjang.
"Kau ingat saat Bayu bilang dia bekerjasama dengan Mbak Sarah??"
"Ya...lalu?"
"Coba kau pikir lagi...Mbak Sarah adalah mantan istrimu, ibu kandung dari Kezia dan Nando...masakan dia tega untuk mencelakai mu??" Jelas Lika.
"Bisa saja...apa sih yang tidak mungkin...?"
"Tidak...sungguh aku tidak percaya ini...aku tau betul Mbak Sarah masih mengharapkan mu kembali...bahkan dia pernah memohon nya sendiri padaku...kalaupun dia mau mencelakai, itu adalah aku, bukan kamu Pa..."
"Jadi maksudmu, Bayu tidak benar-benar bekerja sama dengan Sarah?" Tanya Ricky.
"Itulah yang mau aku tanyakan langsung pada Bayu di penjara...aku harus dengar dari mulutnya sendiri, bisa jadi Mbak Sarah diperalat Bayu untuk menjadikannya tameng..." Ujar Lika. Ricky nampak berpikir lalu menganggukkan kepalanya.
"Baiklah...kau boleh menemui Bayu di penjara, tapi aku harus ikut mendampingimu...kau tidak boleh pergi sendirian..." Kata Ricky.
Oweeek....ooweeek....
Tiba-tiba Bayi Given menangis. Lika langsung bangun dan berdiri lalu mengangkat bayinya yang nampak gelisah dan lapar.
__ADS_1
"Wah...anak ibu lapar ya...mau mimi susu? Iya? Sebentar ya sayang..." Lika duduk bersandar dan mulai menyusui bayinya.
"Given....sisakan untuk Papa ya...!" Seru Ricky sambil mencolek pipi Given.
"Tidak ah...tidak mau..." Suara Lika menyerupai anak kecil. Ricky tertawa.
"Oya sayang...Burhan anak Mbok Narti kira-kira bagusnya kita tempatkan di mana ya...di proyek atau di rumah menggantikan Mas Jun? Biar Mas Jun kembali jadi supir proyek...Gimana sayang?" Tanya Ricky sambil membelai rambut Lika dan mengusap dahinya yang berkeringat.
"Aku setuju kalau Burhan jadi supir di rumah saja menggantikan Mas Jun, secara kan Burhan anaknya Mbok Narti...jadi mereka juga bisa lebih dekat..." Jawab Lika.
"Baik...besok Burhan sudah bisa mulai bekerja dan Mas Jun akan ku suruh kembali ke proyek..."
"Trimakasih Pa...sudah malam...Papa tidur duluan saja...aku masih harus menyusui Given sebentar sampai dia tertidur..."
"Susui lah Given...aku akan menunggumu..."
************
Keesokan harinya, setelah selesai memandikan bayi Given, Lika turun kebawah sambil menggendong bayinya, nampak Nenek dan Lia serta Kezia dan Nando menunggu Bayi Given untuk di gendongnya.
"Akhirnya si imut nongol juga..." Kata Lia sambil meraih Given dari gendongan Lika. Kezia dan Nando mulai mengerubunginya hendak mengajaknya bermain.
"Lika...mbok Narti sudah membuat nasi goreng di meja...kau sarapanlah...dimana suamimu?" Tanya Nenek.
"Huh...pasti semalam dia begadang mengganggumu yang sedang menyusui cicitku...benar-benar si Ricky ya...!" Sungut Nenek.
"Tidak Nek, semalam kami memang ngobrol sampai larut..." Bela Lika.
"Yah...di depan orang saja di berani mengumbar kemesraan....apalagi di kamar..." Sahut Nenek.
"Sudahlah Nek....nanti akan ku bangunkan dia...oya Nek...aku titip Given sebentar ya...ASI ku ada di freezer, mbok Narti sudah ku ajari bagaimana menyajikan ASI untuk Given saat aku tidak ada..." Kata Lika.
"Kau mau kemana memangnya?" Tanya Nenek.
"Ada urusan sebentar di luar..."
"Jangan bilang kalian mau jalan-jalan..."
"Tenang Nek...kami tidak jalan-jalan kok..."
"Baik...biar aku yang menjaga cicitku ini..." Ujar Nenek.
__ADS_1
Tidak lama kemudian mbok Narti muncul dari dapur bersama Burhan, anaknya.
"Mbak Lika...jadi Burhan bisa bekerja apa untuk pak Ricky?" Tanya mbok Narti.
"Kata suamiku Burhan akan menjadi supir disini menggantikan Mas Jun mbok...lalu mas Jun akan kembali jadi supir proyek..." Jawab Lika.
"Trimakasih Mbak Lika....trimakasih...." Kata Burhan setengah menunduk.
"Iya Burhan...setelah ini bersiap-siaplah...antarkan aku dan suamiku keluar sebentar..."
"Baik..." Sahut Burhan patuh. Lalu dia segera menuju ke garasi mobil, dan berbincang dengan Mas Jun yang sedang mencuci mobil.
"Mbok....aku bawa nasi gorengnya keatas saja ya...sekalian membangunkan Papa Ricky...." Kata Lika sambil menyendok nasi di piring besar. Kemudian Lika segera naik kelantai atas, kekamar nya untuk membangunkan Ricky.
Ricky masih nampak tertidur pulas, setelah Lika meletakan piringnya di meja kamar, perlahan dia mendekati suaminya itu, memandangnya sambil tersenyum. Saat tidur pun Ricky masih terlihat sangat menawan, mirip artis Taiwan Vic Chou (Menurut Lika).
Kemudian Lika mendekatkan wajahnya dan mencium bibirnya dengan gemas, Ricky langsung mengerjapkan matanya.
"Sepertinya ada yang mencium bibirku..." Gumam Ricky sambil mengucek matanya.
"Mungkin kau bermimpi...makanya ayo bangun...sudah siang...katanya kau mau menemaniku ke penjara..." Kata Lika sambil menarik selimut Ricky, agar pria itu segera bangkit dari tidurnya.
"Eh...memangnya sekarang ya?"
"Iya lah...kapan lagi? Lebih cepat lebih baik..." Sahut Lika.
"Oke...oke...aku bangun..."
"Oya Pa...ini aku sudah bawakan nasi goreng...dimakan dulu ya mumpung masih hangat..." Lika mengambil piring yang ada di meja.
"Sayang....aku lemas...suapin aku ya..." Ucap Ricky sambil menyandarkan kepalanya di bahu Lika.
"Idih....kumat lagi manjanya...malu sama umur Pa...." Ujar Lika.
"Suapin tidak pandang usia...nenek-nenek jompo saja masih di suapin..."
"Tapi kau kan bukan Nenek-nenek jompo...kau laki-laki yang kuat, gagah, perkasa....dan jantan...." Bantah Lika.
"Iya...suapin kan bukti sayang istri ke suami...aaa..." Balas Ricky tak mau kalah.
"Huh...iya...iya..kau menang lah Pa...biar puas...!!" Sungut Lika sambil memasukan nasi goreng ke mulut Ricky yang sudah terbuka lebar.
__ADS_1
*******