
Malam itu, seusai acara resepsi di ballroom hotel, Keluarga Lika pulang kerumahnya, rasanya malam ini adalah malam yang sangat melelahkan, bahkan Nenek sudah langsung menuju ke kamarnya dan beranjak tidur.
"Besok pagi-pagi kami akan kembali pulang ke Taiwan Nak...karena ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan..." Kata Tuan Hans pada saat tiba di rumah Ricky.
"Iya...kalian baik-baiklah disini...jangan lupa nanti kalau liburan sekolah, ajak Kezia dan Nando main ke tempat kami...Nenek dan adikmu juga di ajak Lika..." Tambah Nyonya Mei.
"Iya Pa...Ma...sekarang kalian istirahatlah...pasti lelah seharian ini dengan aktifitas yang cukup menguras tenaga..." Jawab Ricky. Lika hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian Tuan Hans dan Nyonya Mei segera naik ke atas menuju ke kamar mereka untuk beristirahat.
Ricky juga menuntun Lika naik ke atas menuju ke kamar mereka, ini pertama kali Lika harus tidur dengan Ricky, yang kini telah menjadi suaminya ini, dadanya sedari tadi tidak berhenti berdegup.
Sebuah kamar yang besar di dekorasi dengan aneka bunga dan harum semerbak yang keluar dari dalam kamar saat pintu dibuka. Ricky merengkuh bahu Lika dan membimbingnya duduk di tepi ranjang pengantin.
"Sayang.... kau mandilah dulu...aku menunggu di sini..." Ucap Ricky lembut sambil mengecup kening Lika.
"A...aku grogi Pa....jangan buru-buru ya...aku takut..." Kata Lika gugup, wajahnya memucat.
"Tenang sayang...aku tidak seganas yang kau kira..." Sahut Ricky sambil mengedipkan sebelah matanya.
Lika perlahan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar itu. Entah karena apa Lika tidak keluar dari kamar mandi hampir setengah jam, Ricky menghampirinya lalu mengetuk pintu kamar mandi itu.
"Sayang....kenapa lama sekali...ayolah...aku juga mau mandi...gerah nih...!" Teriak Ricky dari luar.
"Sebentar...!" Sahut Lika dari dalam.
Tak lama kemudian Lika sudah keluar dengan memakai baju tidur lengkap. Buru-buru Lika balik ke tempat tidur lalu menyembunyikan dirinya di dalam selimut tebal. Ricky yang melihatnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian dia segera masuk ke kamar mandi.
Tidak sampai lima belas menit Ricky sudah keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya, perlahan dia mendekati Lika yang masih berdiam diri di balik selimut.
"Sayang....apakah kau sudah tidur? Nggak asyik ah...masa malam pertama garing begini..." Bisik Ricky. Lika tetap tak beranjak dari tempatnya.
__ADS_1
Ricky kemudian masuk kedalam selimut dan dia merasa ada getaran jantung yang berdebar kencang. Ternyata Lika memang sangat grogi malam ini, perasaan takut menguasainya.
"Sayang...jangan seperti ini dong...aku jadi bingung mau mulai dari mana...karna kau begitu polos begini..." Ujar Ricky hampir putus asa.
Perlahan Lika membuka selimut yang menutupi wajahnya yang kini terlihat merah.
"Pa...aku malu...belum pernah seperti ini..." Sahutnya lirih.
"Aku juga tau kau belum pernah...nanti ku ajari ya....aku juga sudah lama tidak melakukan ini..." Perlahan Ricky membelai rambut Lika, mereka tidur saling berhadapan, kemudian Ricky mulai mendekatkan wajahnya, nafas hangatnya terasa di wajah Lika, Lika pasrah hanya memejamkan matanya dan jantungnya semakin kuat berdegup.
Perlahan dan dengan lembut Ricky mencium bibir Lika, Lika berpikir kalau cuma cium bibir dia juga bisa, lalu Lika juga membalas mencium bibir Ricky, mereka larut dalam perasaan beberapa saat lamanya.
Perlahan Ricky membuka kancing baju tidur Lika, tangan Lika menahannya namun dengan lembut Ricky menyingkirkan tangan Lika, lalu setelah semua kancing terbuka, Ricky melepas baju itu, nampaklah pemandangan yang selama ini belum pernah di lihat Ricky, matanya menatap penuh gairah.
"Boleh aku merasakannya?" Bisik Ricky lembut. Dengan ragu-ragu Lika menganggukkan kepalanya.
Kemudian Ricky merabanya, merasakan bentuknya dan kemudian menciumnya dengan lembut, perlahan namun mengarah ke tujuan yang membuat Lika menahan napasnya.
"Pa...kamu gak pakai apa-apa?" Tanya Lika.
"Iya...kok kamu tau?" Ricky langsung menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, Lika setengah menjerit melihat pemandangan di hadapannya, pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Aduh...tidak mungkin!" Jerit Lika agak histeris sambil menutup wajahnya dengan tangannya. Ricky bingung di buatnya.
"Lho...apanya yang tidak mungkin sayang?" Tanya Ricky bingung sambil melihat tubuhnya sendiri yang polos.
"Itu...itu...tidak akan mungkin muat...tidak mungkin...!" Seru Lika sambil menunjuk kearah tubuh Ricky di bagian bawah. Ricky tertawa setelah menyadari maksud Lika.
"Oh...ini maksudmu..." Ricky malah menunjukannya di hadapan Lika yang nampak takut.
__ADS_1
Lika menutup wajahnya dengan selimut. Ricky semakin gemas dibuatnya.
"Ah...dasar kau guru sangat pintar mengajar tapi bodoh dalam hal beginian...sini tanganmu..." Ricky menarik tangan Lika dan diarahkannya ke benda yang membuat Lika takut, dengan perasaan dan jantung yang terasa mau lepas dari tempatnya.
"Bagaimana rasanya Bu guru? Kau harus terbiasa dengan ini..supaya kau lebih mengenalnya..." Bisik Ricky sambil bibirnya mulai menciumi hampir seluruh tubuh Lika. Ada sengatan listrik yang mulai menjalar di dalam tubuh Lika, hingga wanita itu mulai menikmati sensasi yang di berikan Ricky.
"Pa...jangan dulu ya...aku belum siap..." Kata Lika dengan napas terengah-engah.
"Lho...tanggung dong...bilang aja takut sakit...nggak kok sayang...pelan-pelan aja ya..." Bujuk Ricky sambil menciumi bibir Lika dengan lembut. Akhirnya Lika pun mengangguk pasrah.
Ketika Ricky sudah mengarahkan tubuh nya ke tubuh Lika, dan baru di ujung tanduk, tiba-tiba..
Tok...tok...tok...
Lika langsung menyambar bajunya dan dengan cepat-cepat memakainya, sementara Ricky dengan kesal juga meraih handuknya dan dililitkan kembali di pinggangnya, lalu dia bangun dan membuka pintu kamarnya.
"Papa....aku tidak bisa tidur...aku tidur di sini ya sama Papa dan Ibu...?" Kata Nando yang sudah berdiri di depan pintu kamar sambil membawa guling kesayangannya.
"Oh my God! Nando...kenapa kamu datang disaat yang tidak tepat?!" Dengus Ricky kesal sambil menepuk jidatnya sendiri.
"Aku takut...tadi aku mimpi buruk..." Ujar Nando.
"Oh...Nando sini tidur sama ibu dan Papa ya..." Kata Lika. Tanpa di komando Nando langsung melompat ke tempat tidur dan tidur di tengah sambil memeluk gulingnya.
"Huh...anak ini mengganggu saja!" Keluh Ricky sambil duduk di tepi ranjangnya.
"Jangan begitu Pa...sabar ya...lebih baik kita istirahat dulu...bukankah besok kau mau mengantar Papa dan Mama ke bandara?"
"Aku tau sayang....tapi ini bagaimana nasib juniorku yang gagal melaksanakan tugasnya?" Ujar Ricky dengan wajah sedih karena hasratnya belum terpenuhi.
__ADS_1
*************