Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
eps 27


__ADS_3

Setelah beberapa saat di perjalanan,sampailah di mana tempat kos yang mereka tuju,dan sebelum Raditya menurunkan Tania Raditya pun sempat berfikir.


"Bagaimana bisa dengan keadaan kaki sakit begini aku turun kan sendirian di sini,apa mungkin ia bisa merawat kaki nya sendiri,kalau infeksi bagai mana???


Pertanyaan demi pertanyaan terngiang di benak Raditya.


"Kok bengong pak?sudah sampai maaf ya merepotkan.Ucap Tania.


"Nggak jadi ku antar pulang,ikut dengan ku aja.


"Tapi pak,kita mau kemana??


"Aku kasihan sama kamu,kakimu terkilir dan perlu di urut,supaya tidak bengkak dan infeksi.


"Tapi kaki ku nggak papa besok juga sudah sembuh.


"Sudah jangan banyak bantah,ikuti aja apa kata ku.


Tani tidak bisa berbuat apa-apa,mobil pun sudah kembali berjalan dengan arah balik,mau maksa turun juga percuma,Radit orang yang tidak mau di bantah kalau sudah bicara.


"Tania pun enggan bicara dan protes lagi,ia diam membisu sampai pada aparat Raditya.


"Pak kenapa kesini?,nanti kalau ada yang lihat bagaimana?


"Siapa yang mau lihat nggak ada.


Tania pun di bantu Raditya turun dari mobil dan di ajak nya masuk pada apartemen milik nya dan kembali lagi Tania di gendong sama Raditya .


Dalam hati Tania tidak merasa senang atau merasa beruntung dan ingin memanfaatkan situasi seperti ini,namun Tania takut,takut menaruh hati akan perlakuan sang bos nya,takut akan jatuh cinta dan pada akhirnya tersakiti lagi karna itu ia tak tau,harus bersikap seperti apa,ia juga sadar diri dari mana ia berasal.


Sesaat kemudian sampailah pada tempat di mana Raditya tinggal,dan Tania pun di turun kan di sofa.


"Duduk sini dulu ya biar aku ambil salep buat kaki mu yang terkilir itu


"iya.hanya sepatah kata yang mampu ia ucap kan.


Raditya pun pergi mencari salep di mana ia taruh,dan sesaat kemudian kembali membawa salep itu.


Raditya pun kemudia mengurut kaki yang terkilir tadi dangan menggunakan salep itu,.

__ADS_1


"Tahan sedikit ya,mungkin agak sakit


"Tapi pak, jangan seperti ini.


"Percayalah nggak akan kenapa-kenapa.


Raditya dengan telatennya mengolessi dan mengurut kaki Tania secara pelan-pelan.Rasa yang sedikit nyeri Tania tahan karna mau teriak ia pun malau


"Sakit sekali ya?maaf ya sudah membuat mu seperti ini.


"Nggak papa pak,besok juga sudah sembuh.


"Nggak papa apa nya orang kamu aja sampai kesakitan begitu.


Tania pun kembali nyerah,dan kembali terdiam.


"Ya Tuhan jika pak Radit seperti ini terus padaku,bukan tidak mungkin aku kebawa perasaan,aku takut tuhan.Dalam hati Tania berkata,dan detak jantung yang mulai tak beraturan kini Tania rasakan.


Mengurut kaki dan mengolesi salep anti nyeri pun sudah selesai dan kini Raditya pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan,lalu kembali menjumpai Tania.


"Sudah mendingan??


"Istirahat dan tidurlah di kamar,biar aku di sofa aja.


"Tidak perlu repot-repot aku kan tamu di sini,biar saya di sofa aja pak.


"No no ,tidak ada penolakan.


"Baik lah.


"Kemudian Raditya pun memapah Tania menuju tempat tidur.


"Tidak ada baju ganti wanita,tidur dengan gaun seperti ini dulu nggak papa ya,Besok pagi saya pesankan pakaian ganti,sementara seperti ini dulu.


"Ok,tak masalah.


Tania pun membaringkan tubuh nya di tempat tidur yang ber ukuran king size,sedangkan Raditya membersihkan tubuh nya dan berganti pakaian lalu membaringkan tubuh nya di sofa.


Di tempat tidur Tania masih belum bisa memejamkan matanya.

__ADS_1


"Kenapa ya akhir akhir ini sikap pak Radit begitu perhatian pada ku dan apa maksud dari perkataan nya tadi yang dia ucap kan Sama perempuan itu,dan nggak seharusnya ia berkata seperti itu,aku kan hanya sekedar karyawan,jika sikap pak Radit seperti ini tak menutup kemungkinan hati ini terbawa perasaan.


Fikiran Tania yang melayang entah kemana,dan pada akhirnya ia pun tertidur juga.


****


"Kenapa ya semakin kesini aku enggan menjauh dari perempuan itu,apa hebat nya dia,baru sebentar aku bertemu dengan nya,tapi hati ini selalu deg degan kalau dekat dengan nya,bahkan aku belum begitu mengenal nya,tapi sepertinya perasaan itu perlahan tumbuh,walau sekedar melihat nya,apa aku coba aja menjalin kasih dengan nya,.tapi kalau tidak ku coba mau sampai kapan aku menahan nya,fikiran Raditya pun berkelana kemana mana,dan mata nya pun enggan terpejam,balik badan kesana,belik badan kesini,rasanya posisi tidur tak senyaman biasa nya,dan fikiran nya pun melayang-layang kemana mana.


Raditya yang susah untuk mejamkan mata,kini bangkit dari tempat ia berada,melihat sekilas Tania yang ternyata sudah terlelap,lalu Raditya pun mendekati Tania,ia berkata dalam hati.


"Apa hebat nya kamu dan apa sepesial kamu aku pun tak tau,tapi kenapa melihat mu hati ku berdesir,rasa ingin memilikimu begitu kuat,aku tak tau karena apa,mengenal mu lebih dalam pun belum ku jalani,tapi rasa ini begitu kuat,.


Raditya memandang Tania dari sebelah,hasrat ingin membelai nya pun muncul,dan ketika tangan hendak membelai nya,Raditya pun mengurungkan niat nya.dan kembali ke sofa,dimana tempat ia ber istirahat.


Sedangkan di tempat lain Fanya yang ingin buru buru segera sampai di rumah,ingin browsing mengenai sang mantan dan ingin membenarkan informasi yang ia dapat kan.


"Sayang malam ini aku capek nggak enak badan aku ingin istirahat kamu pulang aja yah.Ucap Fanya pada sang kekasih.


"Oh no kamu lagi sakit dan aku harus menemani mu,sayang.


"Pliss aku sedang ingin sendiri


"Ada apa dengan mu,dari tadi sikap mu sedikit aneh,.


"Tidak kenapa-kenapa,hanya ingin istirahat,pliis o


ok.


"Ok ok aku pulang,Bey Bey sayang i love you,


pamit sang kekasih Fanya.


Sang kekasih pun heran nggak seperti biasanya Fanya seperti itu,biasa nya ia paling suka satu ranjang dengan kekasih nya,dan ber cumbu layak nya sepasang kekasih yang sudah halal,kekasih Fanya pun pergi dan meninggalkan nya.


Berdalih sakit nyatanya hanya ingin mengetahui informasi tentang Raditya tak lama setelah kekasih nya pergi Fanya pun langsung browsing lewat telpon genggam milik nya,mencari dan mencari dan pada akhirnya apa yang ia cari kini ketemu,dan apa yang ia dengar tentang Raditya di benarkan oleh salah satu aplikasi yang ada di telpon genggam nya,.


"Sial sial sial, kenapa hal ini tak ku ketahui,aku harus merebut hatinya kembali,aku harus menemui nya,.


Fanya pun kembali melihat alamat kantor Raditya ia pun menyimpan informasi,dengan bertujuan ingin menemui nya.

__ADS_1


__ADS_2