
Polisi Mendampingi Lika duduk di kursi tempat para tahanan bicara atau di panggil. Lika mengamati laki-laki muda di hadapannya, umurnya sekitar 20 tahunan, wajahnya babak belur penuh luka.
"Bu Lika....ini adalah orang yang sudah dengan sengaja mencelakai Pak Ricky..." Kata Polisi.
"Baik Pak...saya akan menanyai dia..." Mata Lika kembali menatap laki-laki dihadapannya.
"Siapa namamu?" Tanya Lika. Laki-laki itu hanya sekilas menengadahkan wajahnya, kemudian kembali tertunduk.
"Yono...." Sahutnya.
"Yono?? Yono yang katanya supir baru proyek itu? Yang menggantikan mas Jun??" Tanya Lika beruntun.
"Iya...." Sahutnya singkat.
"Apa motivasi kamu melakukan kejahatan pada keluarga saya?? Bahkan sepertinya kita tidak pernah saling mengenal...Apakah kamu yang pernah mengirimkan aku bungkusan berisi mayat kucing???"
"Iya Bu...saya yang melakukannya..."
"Apa maksudmu melakukan itu semua??" Lika mulai berang.
"Panjang ceritanya Bu...." Jawabnya.
"Katakan saja...aku akan mendengarkanmu..." Ujar Lika.
"Jadi...waktu saya di penjara, saya ketemu dengan mas Bayu..."
"Bayu??" Potong Lika.
"Iya...mas Bayu yang di penjara karena berusaha mencelakai seorang Nenek dan kasus penyelewengan data perusahaan properti...." Jelasnya.
"Lalu??"
"Saya di penjara karena ketahuan membegal, itu semua terpaksa saya lakukan demi kebutuhan hidup saya dan keluarga saya, sedangkan saya pengangguran... lalu mas Bayu menawarkan saya kerja sama....dia menyuruh saya masuk melamar kesebuah proyek properti di Jogja sebagai supir, karena supir lama sudah di angkat jadi supir pribadi, dia juga menyuruh saya meneror keluarga ibu dengan mengirimkan mayat kucing....misi terakhir adalah membunuh Pak Ricky dengan merusak sistem rem mobilnya, sehingga pada jarak sekian kilometer dia mengalami kecelakaan...." Jelas Yono. Mata Lika melotot menahan emosi.
__ADS_1
"Jadi Bayu lagi di balik semua ini?? Ternyata dia sangat jahat dan licik!! Menyesal aku dulu pernah mengenalnya!!" Dengus Lika. Kemudian matanya kembali beralih kepada Yono.
"Kenapa kamu begitu bodoh menuruti kemauannya...?? Kamu sudah bebas dari penjara malah berbuat kejahatan yang lebih parah...."
"Mas Bayu menjanjikan saya uang Bu...saya butuh uang....keluarga saya butuh uang...!" Pekiknya.
"Tapi bukan menghalalkan segala cara!! Akibat ulahmu sekarang suamiku terbaring koma di rumah sakit!! Apa kau tidak merasa berdosa?? Kau masih muda tapi hidupmu sudah banyak berbuat dosa....aku tidak ingin melihatmu, tapi aku sarankan kau bertobat mulai dari sekarang...!!"
"Maafkan saya Bu....saya menyesal....bahkan Mas Bayu sampai hari ini juga tidak memberi saya uang sepeserpun, malah saya yang harus menebusnya di dalam penjara...." Keluh Yono.
"Itu salahmu....siapa suruh bodoh....lagi pula mana ada orang di penjara bisa memberi uang...pikir dong pake otak....kamu sekolah gak sih!!" Cetus Lika.
"Saya cuma lulusan SMP Bu....gak ada biaya untuk melanjutkan...." Jawab Yono.
"Sekarang kau renungi dulu kesalahanmu di penjara....nanti kalau sudah keluar dari penjara, kau daftar sekolah paket B dan C...supaya masa depanmu lebih baik....tidak jadi begal lagi...paling tidak bisa jadi OB di kantor..."
"Trimakasih Bu....maafkan saya....saya sangat menyesal...." Ucap Yono sambil menangis.
"Bu Lika...jadi di antar tidak??" Tanya polisi itu.
"Ya jadi lah Pak....ya kali saya jalan sendirian ke rumah sakit....ayo sekarang pak antar saya....perut saya sudah keram dari tadi, rasanya sesak...!" Ujar Lika.
"Oh ya...ya Bu...sebentar...." Secepat kilat polisi itu sudah berlari kecil mengambil mobilnya. Tak lama dia sudah kembali dengan membawa mobil lain.
"Lho....mobil polisi ya mana pak? Ini kan mobil biasa ..." Tanya Lika.
"Hehe Bu....kan ibu malu kalau pake mobil polisi....dari pada nanti ibu ketemu murid ibu terus di sangka penjahat....nanti saya yang disalahin lho Bu..." Jawab polisi itu santai sambil tersenyum.
"Oh...ya...benar juga ya....ayo jalan pak..." Kata Lika yang langsung masuk kedalam mobil itu. Perutnya terasa mengeras, Lika berusaha mengusapnya dengan lembut.
'Kamu capek ya Nak....sabar ya...sebentar lagi kita sampek ketemu Papa....sabar ya sayang....jangan buat Ibu sakit dong....' Batin Lika. Dia terus mengusap-usap perut buncitnya.
"Bu...ibu kenapa? Perutnya sakit ya Bu??" Tanya polisi itu yang melihat Lika gelisah sambil mengusap perutnya.
__ADS_1
"Iya sedikit...cepat sedikit jalannya dong Pak...ini bayi saya ngambek kelihatannya, belum ketemu Papanya dari pagi..." Ucap Lika. Polisi hanya tersenyum.
"Seneng yang jadi Papanya..." Gumam Polisi itu.
**************
Sesampainya di rumah sakit, Lika langsung bergegas keatas keruangan Ricky, dia langsung memeluk suaminya itu sambil menangis.
"Pa...huuu....akhirnya aku tau dalang dibalik semua yang kamu alami Pa...huuu....maafin aku Pa....Bayu memang kurang ajar!! Keterlaluan!! Tega sekali dia berbuat ini pada kita....Pa...maafin aku ya...." Tangis Lika sambil menciumi wajah Ricky. Mbok Narti yang melihat kejadian itu terlihat heran.
"Lho....mbak Lika kenapa??" Tanya Mbok Narti.
"Mbok....di balik semua yang aku alami....ternyata Bayu mbok pelakunya....Bayu mantan tunanganku dulu...dia benar-benar jahat!!!" Jerit Lika.
"Tenang mbak....yang penting dia kan sudah di penjara....sekarang fokus kesembuhan Bapak dan kelahiran bayi mbak Lika saja...." Sahut Mbok Narti sambil mengusap punggung Lika. Lika menyeka air matanya yang sempat mengalir.
"Gimana dia hari ini mbok...masih belum ada perkembangan kah?" Tanya Lika sendu.
"Yah...seperti biasa mbak...sabar ya...pasti akan ada keajaiban...apalagi kan sebentar lagi mbak Lika akan melahirkan bayi...jangan stress mbak...fokus untuk bayi mbak Lika saja..."
Tiba-tiba, Lika berdiri dari duduknya, sesuatu mengalir ke kakinya, air bercampur sedikit darah. Lika membulatkan matanya panik.
"Mbok....ini apa ya....kok aku tiba-tiba pipis tanpa terasa...banyak lagi...?" Tanya Lika dengan wajah cemas.
"Ya ampun mbak....ini air ketuban mbak...mungkin mbak Lika akan segera melahirkan....mbak Lika jangan kemana-mana mbak....mbok Narti panggilkan suster dulu...." Bergegas Mbok Narti keluar memanggilkan suster yang berjaga di depan. Lika tetap berdiri di tempatnya dengan perasaan takut.
Tak lama dua orang suster sudah datang dengan membawa kursi roda.
"Bu...ayo kami antar ke dokter kandungan...." Kata Suster sambil membimbing Lika menaiki kursi roda. Lantai tempat Lika berdiri sudah banjir air dengan noda darah.
Mbok Narti segera meraih ponsel dan menelepon Nenek.
*************
__ADS_1