
Setelah mandi dan sarapan, Ricky menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamunya, wajahnya masih nampak kesal, sorot matanya sayu menyimpan kelelahan.
Perlahan Lika menghampiri laki-laki itu dengan membawa segelas susu hangat, dia sangat paham apa yang dirasakannya saat ini, paling tidak dia butuh seorang teman untuk mencurahkan segala perasaannya.
"Minumlah pak Ricky... ini akan menenangkan pikiranmu..." Kata Lika sambil menyodorkan minumannya.
"Trimakasih Lika...badanku sangat lelah...semua tulang serasa copot dari tempatnya...aku benar-benar lelah..." Keluh Ricky.
"Sebaiknya pak Ricky istirahat saja dulu, jangan banyak pikiran...bukankah uang yang hilang itu tidak seberapa jumlahnya? Dibanding dengan aset bapak? Mungkin mbak Mar memang betul-betul sedang membutuhkannya...ikhlaskan saja pak..." Ungkap Lika.
"Kau pikir aku memikirkan uang itu? Aku memang lelah kurang tidur...dari kemarin sepanjang hari aku menemani Sarah...bahkan aku sendiripun tidak bisa mengurus diriku...aku sungguh tak sanggup...apalagi tanpa ada kamu Lika...bagaimana nasib anak-anakku..." Ricky menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia kelihatan kacau hari ini.
"Baiklah...sekarang kau istirahatlah dirumah bersama anak-anak...biar aku yang akan menjaga dan menemani mbak Sarah..." Ucap Lika. Ricky mengangkat wajahnya.
"Kenapa kau mau melakukan itu?" Tanya Ricky.
"Karena kalo aku ada di posisi mbak Sarah...aku pasti akan sangat kesepian, butuh teman yang bisa saling berbagi...sudahlah pak...lebih baik aku cepat-cepat berangkat..." Ujar Lika sambil berdiri dari tempatnya.
Tiba-tiba dari dalam kamar, muncul Kezia dan Nando yang menghambur menghampiri mereka.
"Bu Lika mau kemana?" Tanya Nando.
"Bu Lika mau kerumah sakit nemenin Mama...doain Mama cepat sembuh ya...supaya Mama bisa cepat pulang kerumah..." Jawab Lika.
"Terus aku dan Nando sama siapa dong...?" Tanya Kezia.
"Kalian disini lah sama papa...kan papa sudah pulang..." Sahut Lika sambil bergerak mengambil barang-barangnya.
"Masakan papa gak enak!" Cetus Nando dengan polosnya. Ricky membulatkan matanya.
"Kalo gak enak kok selama ini kalian makan?" Ucap Ricky agak sewot.
"Sudahlah sayang...kalo nggak enak kan papa bisa pesan makan diluar... oke ya Bu Lika mau jalan dulu...nanti kesiangan lagi..." Ujar Lika sambil melangkahkan kakinya keluar.
Baru saja Lika sampai di gerbang luar, Ricky sudah mengejarnya.
"Lika!" Panggil Ricky. Lika menoleh.
__ADS_1
"Ada apa lagi pak?" Tanya Lika.
"Aku..aku kangen sama Bu Lika...baru melihatmu...masa kau akan pergi lagi..." Ucap Ricky. Lika terperangah.
"Ya ampun pak...rasanya kok gak pantas ya...mbak Sarah terbaring sakit sendirian, sementara bapak ngomong seperti itu padaku... aku mohon pak Ricky...sementara fokus dulu ke mbak Sarah...sampai dia benar-benar pulih, apalagi beberapa hari dia akan menghadapi operasi, kita harusnya sama-sama support dia..." Ungkap Lika.
"Apa salah aku punya perasaan itu sama kamu Lika...aku kan laki-laki normal...butuh cinta juga..." Sahut Ricky beralasan. Lika mendesah panjang.
"Hmm....sekarang apa mau mu?"
"Aku mau dipeluk dan di cium olehmu...sekarang... karena aku butuh itu..." Kata Ricky dengan sorot mata yang sulit diartikan.
"Oh my God, pak Ricky...kok jadi manja begini sih??" Pekik Lika kesal.
"Ayolah Bu Lika aku mohon...bukankah hubungan kita selama ini lebih dari sekedar teman... kau menyadari itu kan?" Ricky memohon dengan tatapan penuh kerinduan.
"Ba...baik...tapi cuma sebentar ya...Mbak Sarah sedang butuh teman saat ini..." Sahut Lika akhirnya.
"Sarah lagi Sarah lagi...sudah ayo cepat...kemarilah...peluk dan cium aku...supaya aku bahagia dan lelahku menjadi hilang.. " Desak Ricky.
Lika maju beberapa langkah, dadanya bergemuruh saat itu, di merasa benar-benar bodoh, mau saja di perintah laki-laki itu.
Ricky hanya memandang kepergian Lika dengan senyum yang penuh kebahagiaan, belum pernah sebahagia ini sebelumnya.
"Kezia! Nando!..." Panggil Ricky keras. Kedua anak itu dengan tergopoh-gopoh menghampiri papanya dengan wajah tegang.
"A...Ada apa Pa..?" Tanya Kezia.
"Hari ini papa mau ajak kalian makan diluar yang paling enak...papa mau merayakan kebahagiaan papa..." Ucap Ricky.
"Hah...merayakan kebahagiaan?" Sahut kedua anaknya bersamaan.
"Sudah cepat bersiaplah kalian...!" Perintah Ricky. Kedua anak itu kembali kedalam untuk bersiap-siap.
*************
Sementara Lika yang kini sudah berada jauh dari rumah Ricky, menghentikan larinya dengan napas tersengal-sengal. Hari ini dia begitu malu dan merasa sangat bodoh.
__ADS_1
'Bodoh sekali aku...kenapa aku jadi seperti itu dengan pak Ricky? Sama sekali tak dapat mengontrol diri...ya Tuhan...berdosakah aku... bahkan aku sudah tak punya muka lagi untuk bertemu dengan pak Ricky...mengapa aku begitu berani mencium bibirnya...bodoh!" Sungut Lika dalam hati.
Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di samping Lika, si pengendara motor itupun melepas helmnya.
"Bu Lika!" Ternyata dia adalah Alan.
Lika hanya menoleh, kemudian kembali berjalan cepat.
Alan yang melihat sikap Lika begitu aneh langsung mengikutinya.
"Bu Lika! Tunggu...kamu kenapa?" Kejar Alan.
"Tidak apa-apa pak...aku mau pulang..." Sahut Lika tanpa menoleh lagi.
Karena penasaran Alan menarik bahu Lika sehingga menghadap kearahnya.
"Astaga! Kenapa wajahmu begini merah? Apa yang terjadi padamu Bu?" Tanya Alan heran. Lika makin mempercepat langkahnya. Sampai ada sebuah angkutan umum yang melewati mereka, Lika langsung mencegat dan menaikinya.
Alan melihat tingkah laku Lika hari ini hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti, akhirnya dia kembali mendapati motornya dan berlalu dari tempat itu.
Lika menarik napas lega ketika melihat Alan tak lagi mengejarnya, setelah sudah dekat rumahnya, kemudian Lika pun turun dan berjalan cepat menuju rumahnya.
"Kak Lika sudah pulang?" Tanya Lia yang sedang duduk di teras rumahnya.
"Iya Lia...nenek mana? hari ini aku mau ambil pakaianku dan mungkin akan menginap dirumah sakit..." Jawab Lika sambil langsung masuk kedalam rumah.
"Hah? Kakak mau nginep lagi? Kak... kenapa sih masih mengurusi urusan keluarga pak Ricky?" Cecar Lia sambil mengikuti Lika masuk kedalam. Lika menatap Lia dalam.
"Dengar Lia, aku hanya menemani orang yang sedang sakit yang butuh teman saat ini...dan itu juga tidak terus menerus...aku mohon mengertilah... Pak Ricky juga sangat kelelahan, aku hanya bergantian menjaga mbak Sarah..." Jelas Lika. Lia terdiam beberapa saat lamanya.
"Tapi...kami juga butuh kak Lika ada di sini..." Lirih Lia. Lika mendekati adiknya lalu memeluknya.
"Sabarlah sebentar lagi... ini tidak akan lama... percayalah...besok aku sudah kembali..." Ucap Lika dengan penuh keyakinan.
**********
Hi readers....mampir yuk ke karyaku yang baru yang berjudul "Menggapai Impian"
__ADS_1
Jangan lupa Like, vote and comment nya ya...🤗🙏❤️