Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Teringat Kembali


__ADS_3

Lika menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya, rasanya tubuhnya begitu penat dan letih seharian ini. Given sudah tidur di sampingnya setelah menyusu, Kezia dan nando mungkin juga sudah tidur di kamarnya masing-masing, waktu sudah menunjukkan jam 9 malam, namun Lika masih belum merasa mengantuk.


Tiba-tiba pintu kamar di buka, Ricky masuk dengan membawa satu mangkok bubur kacang hijau hangat, laki-laki itu tersenyum melihat Lika yang hangat menatapnya.


"Papa dari mana saja sejak tadi...aku kira kau ketiduran di kamar Nando karena habis bermain dengannya..." Kata Lika. Ricky duduk di samping Lika.


"Tadi aku masak bubur kacang hijau untukmu...supaya Given dan Ibunya sehat....aku suapin ya..." Ricky mengarahkan sendok bubur kacang hijau itu ke mulut Lika, mau tidak mau Lika membuka mulutnya.


"Ternyata Papa bisa masak juga...enak..." Gumam Lika. Ricky tersenyum senang.


"Aku nyontek di youtube hehehe...." Sahut Ricky sambil menggaruk kepalanya.


"Heh...dasar Papa...tapi tidak apa-apa Pa...setidaknya kan kau sudah berusaha membuatnya untukku...aku jadi terharu...jadi makin cinta deh....aa...lagi dong.." Lika membuka mulutnya kembali. Dengan semangat Ricky kembali menyuapi Lika, sampai dengan suapan terakhir.


"Aku senang kau istri yang selalu menghargai pemberian suami...kau istri yang tidak pernah mengeluh...aku juga makin cinta sama kamu..." Ucap Ricky sambil mengecup kening Lika dan meletakan mangkok kosong di atas meja.


Sesaat Ricky dan Lika larut dalam suasana, Ricky mulai memegang pinggang Lika dan mulai mengecup bibirnya, Lika pun membalas setiap ciuman lembut Ricky, hingga Ricky perlahan membaringkan Lika sambil tetap menciumnya.


Oweekk....ooweeek....


Tiba-tiba tangisan Given mengagetkan Ricky dan Lika, spontan Lika langsung mengangkat Given dan menimangnya.


"Tidak yang besar atau yang kecil sama saja...sama-sama mengganggu kesenanganku!!" Keluh Ricky.


"Idih Papa segitunya...mengalah lah buat anak...paling Given sebentar lagi juga tidur lagi, dia hanya ingin menyusu Papa..." Ujar Lika sambil mulai menyusui Given.


Ricky membaringkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap Lika yang sedang menyusui sambil memegangi kaki Given yang mungil. Sesekali Ricky menciumi kaki mungil itu.


"Aku masih tidak menyangka bisa memiliki anak lagi darimu...bolehkah aku minta anak lagi setelah Given besar nanti...?" Tanya Ricky sambil menatap lembut Lika.


"Memangnya kau mau punya berapa anak Pa...anak kita sudah tiga lho..." Jawab Lika.


"Asal kau ibunya aku ingin punya banyak anak darimu..."


"Enak saja...kau enak tinggal buat...aku yang setengah mati melahirkannya...!" Cetus Lika.


"Kan aku akan selalu mendampingimu...kalau begitu satu lagi deh....biar genap anak kita..." Ujar Ricky.


"Hmm...Pa...kok aku jadi teringat Mbak Sarah tiba-tiba...bagaimana ya sekarang kabarnya...sudah lama sekali aku tidak bertemu...terakhir kita melihatnya di Jakarta saat bulan madu, itu juga dari jauh...." Ungkap Lika. Ricky menarik nafas panjang.


"Entahlah...aku juga tidak tau..." Sahut Ricky.


"Papa..."


"Hmm..."

__ADS_1


"Yuk kita cari Mbak Sarah...." Ucap Lika tiba-tiba.


"Kenapa kau berpikir begitu?" Tanya Ricky.


"Mbak Sarah tidak seburuk apa yang kita pikirkan...walau kini kau sangat membencinya, tapi dia tidak pernah menyakitiku, menyakiti anak-anak ataupun menyakitimu...aku sangat merasa bersalah padanya...."


"Sudahlah sayang...lupakanlah dia...sekarang kita adalah satu keluarga utuh...anggap saja dia memang sudah pergi dari kehidupan kita..."


"Hmm...mungkin kau benar Pa...tapi entah mengapa tiba-tiba aku teringat dia...mudah-mudahan dia sehat, dimanapun berada..." Ucap Lika


"Amin..."


"Pa...sudah larut...tidur yuk...Given juga sudah tertidur..." Kata Lika sambil kembali meletakan Given di Box bayi di sampingnya.


"Baiklah...kita tidur...kalau kau lelah kita tunda dulu kesenangan kita...aku juga sudah mengantuk...hhoooamm..." Ricky mulai menguap.


"Good night Papa..." Ucap Lika sambil bergelung di dada Ricky seperti biasanya.


*****************


Pagi itu suasana begitu riuh di rumah Lika, ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan, karena libur lumayan lama, hari ini mereka semua hampir kesiangan.


"Ibuuu...bekalku dimana...!" Teriak nando.


"Di dalam tas makan mu...di atas meja makan..." Sahut Lika dari arah dapur. Mbok Narti datang membawa beberapa gelas susu hangat.


"Ibu...hari ini ibu akan mengantar kami? Dedek Given kan sudah lahir..." Tanya Kezia.


"Iya sayang....ibu tetap akan mengantar kalian...Papa juga..." jawab Lika.


"Lho...kan sudah ada om Burhan..." Tambah Nando.


"Iya...itu kalau mengantar yang lain atau ada acara...kalau sekolah tetap papa dan Ibu yang mengantar..." Sahut Ricky tiba-tiba yang turun dari tangga sambil menggendong Given.


"Dedek Given ikut Pa?" Tanya Kezia.


"Ikut dong...dedek Given kan mau antar kakak-kakak...." Sambung Lika.


"Asyiiikk....!!!" Seru Kezia dan nando bersamaan.


"Lia...kamu berangkat sama Burhan ya...kan kampusmu lebih jauh dari pada sekolah anak-anak..." Kata Lika.


"Iya Kak..."


"Tumben...sudah lama Nenek tidak melihat si Leo, pacarmu itu...kemana dia?" Tanya Nenek tiba-tiba.

__ADS_1


"Aku sudah putus dari Leo Nek..." Sahut Lia.


"Hah...putus??" Tanya Lika.


"Iya Kak...Leo ternyata selingkuh sama temanku...makanya sekarang aku males ke kampus...."


"Yah...jangan males ke kampus dong Lia...kamu fokus belajar saja...kamu kan masih muda...nanti pasti ada yang lebih baik dari Leo..." Ucap Lika.


"Iya Kak..."


"Ibuuu...sudah hampir jam tujuh...!" Seru Kezia. Lika langsung bergegas naik kedalam mobil, dan mobil pun segera melaju ke sekolah Kezia dan Nando.


Setelah Ricky dengan cepat mengendarai mobilnya, akhirnya Kezia dan Nando bisa sampai di sekolah sangat tepat waktu, mereka turun dari mobil pada saat bel sekolah berbunyi. Lika mengelus dadanya lega.


"Akhirnya...."


"Sayang...ada kabar bagus..." Kata Ricky.


"Apa Pa?"


"Gedung sekolahmu sudah jadi..."


"Hah...masa sih? Cepat sekali..."


"Apa kau mau melihatnya?" Tanya Ricky.


"Tentu saja aku mau melihatnya Pa..."


"Ya sudah...kita meluncur kesana sekarang...Given sudah bawa popok?"


"Sudah dong Pa...persediaan Given selalu ada di mobil..."


"Baguslah....kau memang istri yang pintar..." Ujar Ricky sambil mencubit lembut pipi Lika.


Mobil Ricky kemudian melaju menuju ke lokasi gedung sekolah Lika yang sudah jadi, tak butuh waktu yang lama untuk sampai di lokasi itu.


Lika menatap takjub pada sebuah gedung yang sudah selesai di bangun itu, semuanya nampak sempurna. Di depannya sudah ada plang besar bertuliskan "Mercy School", sekolah nasional bertaraf internasional.


"Wah Papa...gedungnya sudah jadi...cepat sekali...hebat juga Pak Andi kerjanya...." Kata Lika kagum.


"Pak Andi ada di dalam...mau ketemu dengannya...?" Tanya Ricky.


"Ehm...jangan sekarang Pa...aku belum mandi...malu..." Sahut Lika tersipu.


"Ya sudah...lagi pula nanti malam aku mengundang Pak Andi makan malam di rumah, sekalian membicarakan progres gedung itu...supaya bisa cepat beroperasional..." Jelas Ricky.

__ADS_1


"Baguslah...aku juga sudah tidak sabar untuk open house sekolah itu....aku akan rekrut guru-guru yang terbaik..." Gumam Lika berbinar.


*********


__ADS_2