
"Likaaa....." Teriak Nenek dari dalam kamar. Lika tergopoh-gopoh menghampiri neneknya.
"Ada apa Nek...?!" Tanya Lika panik.
"I...ini...tangan Nenek yang kiri tiba-tiba tidak bisa digerakkan...Nenek kenapa Lika, kaki Nenek juga gak bisa diangkat..." Kata Nenek dengan wajah kuatir.
"Nek...Lia mana...kita cek ke dokter yuk..." Sahut Lika, dia bingung apa yang harus dilakukan, baru kali ini Nenek seperti ini, padahal sebelumnya beliau sehat-sehat saja.
"Lika...Nenek gak bisa jalan...orang tangan dan kaki gak bisa bergerak, perasaan kok jadi kebas..." Ujar Nenek.
"Nenek tenang dulu...aduh...gimana ini mana jam segini Lia belum pulang... kemana sih tuh anak..." Gerutu Lika.
Akhirnya dia menelepon taksi, dan memapah neneknya naik taksi di bantu oleh supir taksi. Lalu tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit terdekat. Nenek segera di bawa ke UGD di bantu oleh perawat. Dokter pun datang dan langsung memeriksa kondisi Nenek, Lika begitu kuatir, di tambah lagi Lia adiknya yang belum pulang kuliah hingga malam, di telepon ke ponselnya namun tidak aktif, sehingga menambah kekuatiran Lika.
"Nenek saya kenapa Dok?" Tanya Lia pada dokter setelah selesai memeriksa Nenek.
"Begini...Nenek anda terkena gejala struk ringan, ini belum parah...masih bisa di obati dengan pola makan yang tepat...di tambah lagi dengan usia Nenek yang sudah lanjut..." Jelas Dokter.
"Tapi Nenek bisa sembuh kan dok? Apakah harus di rawat inap disini?" Tanya Lika lagi.
"Ini baru gejala struk ringan...jadi kemungkinan besar masih bisa di sembuhkan asal memperhatikan pola makan yang tepat...sementara dia harus rawat inap untuk mengontrol kondisinya..." Jelas Dokter mengulangi.
"Baik Dokter...trimakasih..." Ucap Lika.
Setelah menunggu berapa lama di ruang UGD, akhirnya nenek di pindahkan keruang perawatan.
Lika memandang tubuh Neneknya yang semakin renta dengan pandangan sendu, selang infus telah terpasang di tangannya yang keriput, Nenek sepertinya sedang tertidur. Perlahan Lika keluar kamar, dilihatnya Lia yang berjalan cepat menuju kearahnya dengan seseorang yang ada di sampingnya.
"Nenek kenapa Kak? Maaf aku baru baca pesanmu...tadi ponselku lowbath..." Kata Lia terengah-engah.
"Dari mana saja kamu? Berkali-kali kutelepon gak di angkat, berjam-jam aku tunggu...tega kamu ya...dalam kondisi kritis masih cuek begini!" Sengit Lika, wajahnya kelihatan kesal.
"Maaf kak...kan tadi aku sudah bilang Ponselku lowbath...oya kak...ini kenalin...Leo..." Lia memperkenalkan cowok disebelahnya, dengan sopan Cowok yang bernama Leo itu menyalami Lika.
"Leo kak...oya Lia...aku pamit dulu ya...sudah malam...besok ku jemput kuliah ya...mari kak..." Pamit Leo yang langsung berbalik dan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Lika dan Lia saling diam dengan pikirannya masing-masing.
"Lia...Leo itu siapa?" Tanya Lika.
"I...itu kak...pacar Lia..." Sahut Lia. Lika langsung melotot kearah Lia.
"Apa? Kamu baru jadi mahasiswa udah berani pacaran? Gimana nasib kuliahmu nanti? Jangan terlalu mudah memberikan hatimu buat orang yang baru di kenal Lia!" Ucap Lika.
"Kenapa kakak bilang begitu? Aku sudah besar kak...sudah sewajarnya punya pacar...memangnya kakak...gak jelas dengan siapa..." Ujar Lia.
"Lia!! Kamu gak sopan ngomong gitu sama kakak, sama siapapun kakak itu bukan urusanmu...mengerti kamu!?" Garang Lika.
"Lho...itu fakta kak...asal kakak tau ya, nenek itu tiap hari mikirin kakak...kapan kakak nikah, dengan siapa kakak nikah...dia mikirin kakak terus...makanya sampai jatuh sakit begini..." Cetus Lia. Lika tertegun mendengar pernyataan adiknya. Wajahnya langsung pias menunduk, ada kesedihan terpancar dari matanya.
"Maafin kakak Lia...kakak memang salah..." Ucap Lika.
"Iya kak...Lia juga minta maaf kalo berkata kasar sama kakak...Lia masuk dulu ya kak...mau lihat nenek..." Kata Lia yang kemudian masuk kedalam ruang rawat nenek.
Lika duduk termangu di kursi depan ruangan Nenek, ada butiran air mata yang jatuh ke pipinya.
************
Di Kamar Ricky, Laki-laki itu nampak termenung di depan meja kerjanya, berkali-kali dia memandang ponselnya, ada foto Lika di sana, dia memandangi foto itu sambil sesekali mengecupnya.
"Papa...!" Panggil Kezia, Ricky terperanjat kaget melihat Kezia sudah berdiri dibelakangnya. Buru-buru di menutup layar ponselnya.
"Eh...Kezia, Kamu sudah dari tadi ada di kamar papa? Papa gak dengar kamu masuk..." Kata Ricky sambil membalikan tubuhnya kearah Kezia.
"Gimana mau dengar aku masuk Pa... orang dari tadi papa ngelamun..." Sahut Kezia.
"Itu...papa masih ada kerjaan sedikit tadi..." Kilah Ricky.
"Kerjaan apa Pa? Papa jangan bohong deh.. aku tau Papa lagi pandangin foto bu Lika...papa kangen ya..." Goda Kezia sambil bergelayut manja di bahu Ricky.
"Ah...Kezia bisa aja..." Sahut Ricky malu.
__ADS_1
"Aku sudah besar Pa...sudah SMP...aku sudah ngerti perasaan orang dewasa...aku tau Papa sayang kan sama Bu Lika...Bu Lika juga sayang tau sama Papa..." kata Kezia.
"Masa...?" Tanya Ricky tak percaya.
"Iih...betul Pa...kan aku pernah tanya sama Bu Lika...katanya Bu Lika sayang aku, Nando...juga Papa..."
"Benar Bu Lika pernah bilang begitu? Kezia bukan mau bohongin Papa kan?" Tanya Ricky dengan senyumnya yang mulai mekar.
"Ya bener dong...ngapain aku bohong..."
"Tapi...Bu Lika udah pergi dari kita Nak...mungkin gak sayang Papa lagi..."
"Bu Lika sayang sama papa...tapi karena ada Mama, Bu Lika jadi pergi...aku tau papa dan Mama sudah pisah...aku sudah besar pa...sekarang Mama juga berubah...sering marah-marah, dan gak perduli lagi sama aku dan Nando...tiap kali kita ke kamarnya, kita selalu di suruh keluar...padahal kita cuma mau nemenin mama....Mama bilang, Mama cuma mau Papa yang temenin Mama..." Ungkap Kezia.
"Sudahlah Nak...jangan diambil hati Mamamu...papa ngajarin kalian hormat sama orang tua termasuk Mama...walau sikapnya kurang baik sama kalian... tapi Papa juga gak bisa temenin Mama...karena selain papa sudah pisah sama Mama, papa juga sudah gak punya perasaan apa-apa lagi sama mama..." Jelas Ricky.
"Perasaan papa udah pindah ke bu Lika ya?" Tanya Kezia.
"Iya Nak...karena ibu guru kalian itu cantik...cantik juga hatinya...makanya papa jadi jatuh cinta sama dia..."
"Iya Pa...Bu guru memang cantik...pak Alan aja dulu suka sama Bu guru...cuma di tolak he he he..." Ujar Kezia sambil tertawa.
"Ah...kamu paling bisa Kezia...kalo papa ganteng gak? Cocok gak sama Bu guru?" Tanya Ricky sambil mencondongkan wajahnya ke arah Kezia.
"Idih...kok papa jadi genit gini sih...papa itu cowok paling ganteng yang aku kenal..."
"Kata siapa?"
"Kata Mamanya temen aku...waktu pas ambil rapot...dia bilang, 'Kezia...papa kamu ganteng banget...sayang Tante udah punya suami.'..hehehe..." Goda Kezia. Ricky mencubit gemas putri sulungnya itu.
************
**Hi readers...Ayo dukung Ricky dan Lika bersatu kembali melalui like, vote and comment ya....
Trimakasih....🙏🤗❤️**
__ADS_1