Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Kedatangan Keluarga


__ADS_3

Lika turun kelantai dasar menggunakan lift dan berjalan menuju lobby, nampak Nenek, Lia, mbok Narti dan kedua anaknya sedang duduk menunggunya.


"Nenek...!" Seru Lika yang langsung menghampiri Neneknya sambil memeluknya. Kezia dan Nando juga langsung menghambur memeluk Lika.


"Kalian siapa yang mengantar? Mas Jun?" Tanya Lika. Mereka menganggukkan kepalanya serentak.


"Kau baik-baik saja sayang? Bagaimana kandunganmu?" Tanya Nenek haru sambil mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Aku baik Nek...kalian semua sehat kan...Kezia....Nando....ayo sini peluk Ibu...rasanya kangen sekali..." Jawab Lika sambil merengkuh kedua anaknya.


"Bu...kita libur tahun baru dua Minggu...makanya kita kesini mau jenguk Papa dan ibu..." Kata Kezia.


"Oh ya...ternyata kalian sudah liburan...syukurlah....kau bagaimana Lia? Apa kuliahmu juga libur?" Tanya Lika sambil menoleh kearah Lia yang masih berdiri.


"Sama kak...aku juga libur semester...makanya kami semua memutuskan untuk liburan ke Semarang saja...sekalian menemani kakak...." Jelas Lia. Lika tersenyum senang.


"Nanti kalian akan menginap dimana??" Tanya Lika.


"Kami akan menginap di hotel dekat rumah sakit ini....kami sudah boking kok hotelnya, dan barang-barang kami juga sudah di sana....makanya nanti Kak Lika gantian jaga Pak Ricky....jadi kan bisa istirahat di hotel.. kasihan bayinya kak..." Ungkap Lia.


"Ya...kau benar Lia...selama disini aku nyaris tidak pernah memeriksakan kandunganku...aku terlalu fokus pada suamiku...saat ini kondisinya masih koma...aku sungguh mengkhawatirkannya...." Ucap Lika dengan wajah sendunya.


"Yang sabar ya sayang....ini cobaan buatmu..." Hibur Nenek sambil mengelus tangan Lika.


"Ibu jangan sedih ya....kita setiap hari selalu doain ibu dan Papa...." Cetus Nando. Lika membelai rambut putranya itu.


"Iya sayang....yuk kita keatas liat Papa...siapa tau dengan adanya kalian Papa cepat bangun dari tidurnya...." Ajak Lika sambil menggandeng tangan kedua anaknya. Kemudian mereka segera naik ke atas, keruangan Ricky berada.


Ricky masih terbaring di ranjangnya, kondisinya masih sama dengan pertama kali dia datang kerumah sakit. Infus masih terpasang di kedua tangannya, selang masih menempel dibeberapa bagian tubuhnya, dan alat monitor masih terhubung dengan detak jantungnya.


Kezia dan Nando menangis melihat kondisi Papanya, Nenek dan Lia juga ikut menangis, bahkan mbok Narti juga beberapa kali menyeka air matanya.

__ADS_1


Lika perlahan mendekati Ricky kemudian membelai rambutnya.


"Kau lihat Pa....siapa yang datang...anak-anakmu datang, ada Nenek dan Lia...juga mbok Narti...mereka datang menjenguk mu sayang...cepatlah buka matamu...masa kau tidak menyapa kedatangan mereka yang sudah jauh-jauh..." Gumam Lika. Ricky tetap diam dalam tidurnya. Lika menggenggam tangan itu, tangan yang biasanya hangat.


"Papa...papa bangun dong...kasihan ibu...kasihan dedek...papa...banguuun....!" Pekik Kezia sambil menangis memeluk Papanya. Nando yang dari tadi hanya diam kini ikut menangis dan memeluk Papanya.


Nenek dan Lia serta Mbok Narti tidak dapat membendung lagi air matanya, mereka ikut larut dalam suasana.


"Ricky...! Lihatlah anak-anak dan istrimu yang sedang hamil besar..tidakkah kau kasihan terhadap mereka?? Sudah cukup Ricky...! Bahkan Lika sudah menunggumu berhari-hari lamanya...apa kau tega melihatnya seperti itu...!!" Teriak Nenek dengan suaranya yang parau dan keras. Lia memeluk Neneknya dengan erat.


"Sudahlah Nek..." Gumam Lia.


"Mbak Lika....biar mbok Narti saja yang menggantikan mbak Lika menjaga Pak Ricky.. mbak Lika ikut nenek dan anak-anak istirahat di hotel...kalau mbak Lika terlalu capek, akan membahayakan bayinya....tenang saja mbak....pak Ricky aman bersama mbok Narti..." Tawar Mbok Narti. Wanita paruh baya ini tidak tega melihat kondisi Lika yang matanya mulai cekung itu.


"Iya kak...ikut kami saja ke hotel...dekat kok...kakak kan bisa tiap saat kesini...Pak Ricky juga sedih kak...kalau istrinya tersiksa seperti ini...." Tambah Lia.


"Tidak...aku akan tetap menemani suamiku di sini...aku yakin, saat dia membuka matanya, pasti pertama kali yang dia cari adalah aku..." Tukas Lika.


"Bayiku sehat....justru lebih sehat saat dia dekat dengan Papanya...jangan kuatir tentang itu..." Sahut Lika.


"Ibu...aku dan Kakak menginap saja disini...bersama ibu menemani Papa..." Kata Nando.


"Tidak sayang....rumah sakit tidak baik untuk anak-anak seperti kalian..."


"Tapi dedek....ke apa bisa ikut menemani Papa?" Tanya Nando.


"Dedek kan masih di dalam perut ibu...jadi tidak apa-apa...sudahlah sayang...kalian pasti juga capek menempuh perjalanan jauh...istirahatlah di hotel....nanti sore bisa kemari lagi..." Jelas Lika. Kemudian masuklah seorang perawat ke dalam ruangan itu.


"Permisi....ini ada titipan untuk ibu Lika dan keluarganya...." Kata Suster itu sambil menyodorkan dua bungkusan besar.


"Ini dari mana lagi Sus? Dari orang yang sama seperti waktu itu?" Tanya Lika.

__ADS_1


"Ini dari kurir Bu...pengirimnya juga tidak tau...tapi setelah kami periksa, isinya hanyalah makanan dan buah-buahan juga susu, juga Snack....ini jumlahnya banyak karena keluarga ibu datang..." Jelas suster itu.


"Ya sudah....trimakasih suster...." Kata Lika. Kemudian suster itu segera keluar dari ruangan itu.


"Ini....ada makanan banyak....kalian makanlah....Kezia....Nando, ada makanan ringan buat kalian..." Ujar Lika.


"Itu dari mana Lika??" Tanya Nenek.


"Aku juga tidak tau Nek....sejak pertama kali aku datang...dia sudah memberikan aku makanan....hampir tiap hari...bahkan selama disini, aku nyaris tidak pernah membeli makanan di luar...biaya suamiku juga sudah di bayarnya...entahlah...akan membuang waktuku kalau aku harus menyelidikinya, selama perbuatannya baik....untuk sementara aku terima dulu....saat ini aku hanya fokus terhadap kesembuhan suamiku saja...aku sudah tak ada waktu lagi untuk memikirkan hal lain...." Jelas Lika.


"Mudah-mudahan tidak ada udang di balik batu..." Gumam Nenek.


"Iya Nek...sekarang tolong ajak anak-anak istirahat Nek...Nenek juga butuh istirahat, Lia...tolong bawa mereka ke hotel dulu..." Kata Lika.


"Baik Kak..." Sahut Lia. Kemudian dia segera mendorong kursi roda Nenek keluar dari ruangan di ikuti oleh Kezia dan Nando.


"Mbak...ijinkan kan mbok Narti disini menemani mbak Lika ya..." Pinta mbok Narti.


"Iya mbok....silahkan....aku senang mbok Narti mau menemaniku...jadi aku ada teman ngobrol..." Jawab Lika.


"Terimakasih Mbak Lika..."


"Mbok....makan dulu ya...ini banyak makanan...sebagian tadi sudah di bawa oleh anak-anak..." Tawar Lika.


"Mbok masih kenyang...mbak Lika yang butuh banyak makan..." Kilah Mbok Narti.


"Yah Mbok....ini kan banyak sekali..." Ujar Nina sambil memandang makanan yang masih terbungkus di atas nakas.


"Mbak Lika...boleh ya mbok cari tau soal orang yang selalu mengirimi mbak Lika makanan...sepertinya mbok Narti ada sedikit pencerahan...." Ucap mbok Narti.


"Silahkan mbok....dengan senang hati..." Sahut Lika sambil mulai memakan makanan yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


**********


__ADS_2