Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Oleh-Oleh


__ADS_3

Pagi itu Lika terbangun dari tidurnya, karena hangat sinar mentari menerpa wajahnya, Lika melongok ke balkon kamarnya, matahari sudah mulai meninggi, kali ini dia bangun terlalu siang.


Diliriknya Ricky yang masih pulas tertidur, wajahnya terlihat tersenyum puas, karena semalam seluruh hasratnya mulus terpenuhi tanpa gangguan. Lika menarik selimut menutupi tubuh Ricky yang polos, kemudian dia segera menyambar handuknya dan masuk ke kamar mandi. Pagi ini seluruh tubuh Lika serasa remuk redam, tulang-tulang juga terasa sangat ngilu. Seperti orang yang bekerja mengangkut beban berat.


Setelah membasuh tubuhnya dan berendam dengan air hangat, Lika segera menyudahi aktifitasnya dan keluar dari kamar mandi dengan handuknya hendak berpakaian. Ricky nampak sudah membuka matanya namun masih dalam posisi berbaring.


"Kau sudah bangun sayang...cepat sekali...sudah mandi lagi..." Kata Ricky dengan suara parau karena baru bangun tidur.


"Akhirnya kau bangun juga Pa...coba lihat...ini sudah jam berapa...ayo mandi...setelah itu sarapan...perutku lapar sekali!" Ujar Lika sambil berpakaian.


Ricky bangkit dari tidurnya, bukannya langsung ke kamar mandi dia malah menyergap Lika dari belakang, spontan Lika terkejut dan langsung mendorong tubuh Ricky.


"Sekali lagi deh...." Pinta Ricky dengan wajah memelas.


"Tidak! Lebih baik kau mandi saja.. ini sudah siang tau!" Seru Lika. Dia kembali melanjutkan untuk berpakaian.


"Please...sebentar saja kok...aku janji..." Kata Ricky sambil menunjukkan kelingkingnya persis seperti anak kecil.


"Bahkan sekarang tingkahmu persis seperti Nando..." Lika tersenyum.


"Terserah deh kau mau bilang apa sayang...yang penting....ayolah..." Rayu Ricky yang kembali memeluk Lika dari belakang.


"Asal kau tau Pa...perutku ini sudah mual sejak tadi karena kau terlalu banyak menanam benihmu di perutku...badanku juga terasa remuk, tulang-tulang seperti copot dari tempatnya..." Ujar Lika.


"Kan aku janji cuma sebentar..."


"Mana pernah kau sebentar? Hari ini aku mau relax...mau jalan-jalan keliling kota Jakarta, mau beli oleh-oleh...mau kuliner yang enak..."


"Oke...semuanya akan ku turuti...kita jalan-jalan seharian...makan yang kamu suka...beli oleh-oleh yang banyak...tapi...please kasih kesempatan sebentar saja...kasihan aku dong...dari tadi sudah menunggu..." Ucap Ricky sambil memeluk Lika dengan tubuh polosnya. Lika jadi risih dan akhirnya menyerah kedalam pelukan suaminya itu, padahal dia sudah mandi dan membersihkan tubuhnya.


*************


Hari ini Lika begitu menikmati kuliner di kota Jakarta, dengan mobil yang di sewa mereka berjalan berkeliling kota, mulai dari Monas, taman mini, kebun binatang dan yang terakhir adalah mall yang terbesar di kota Jakarta. Waktu itu hari sudah menjelang sore.


"Bagaimana...sudah puas jalan-jalannya?' Tanya Ricky saat mereka dinner di sebuah restoran di mall.

__ADS_1


"Yah ...lumayanlah...walaupun capek badanku...tapi rasanya bahagia...nanti kita langsung balik ke hotel saja ya Pa...kepalaku agak pusing dari tadi..." Ucap Lika sambil memijit-mijit keningnya.


"Ya...ya...kamu jangan kecapean dong sayang..." Sahut Ricky.


"Kamu yang buat aku capek terus!" Cetus Lika.


"Ya...maaf...makanya ayo dong makan yang banyak...supaya pulih tenagamu....mau aku suapin nih...mau ya..." Ricky menyodorkan sendok ke mulut Lika, namun Lika memalingkan wajahnya.


"Nggak ah...aku lagi kurang nafsu makan...malah mau muntah rasanya...Pa...nanti sebelum pulang mampir ke toko baju ya...aku mau beliin buat Kezia, Nando, Nenek dan Lia..."


"Ya...terus mau beli apa lagi?"


"Beli makanan khas Jakarta...buat oleh-oleh...tapi di mana ya yang jual...?"


"Tenang saja...nanti kita cari...kita kan masih punya waktu besok...atau kau mau menambah hari bulan madunya?" Tanya Ricky menggoda.


"Sudah...sudah...aku sudah capek melayani mu...mending kita langsung pulang saja besok..."


"Okelah...apapun mau mu aku turuti...ayo habiskan makananmu...setelah itu kita jalan lagi..." Ujar Ricky.


"Ada apa sih tarik orang tiba-tiba?" Tanya Ricky heran.


"Sssstt....Pa...coba kamu lihat wanita itu...yang lagi jalan ke pintu keluar...itu mbak Sarah bukan ya?"


"Yang Mana?" Ricky celingukan.


"Itu...yang pakai baju merah celana hitam, bawa tas belanjaan..." Ricky melihat ke arah yang di tunjuk Lika.


"Hah.. iya itu betul Sarah...kok dia sudah bisa jalan ya..." Gumam Ricky heran.


"Syukur deh kalau mbak Sarah sehat sekarang...tapi...aku takut Pa...aku tidak mau ketemu dia...apalagi dia tau kalau kita sudah menikah...dia pasti marah besar padaku...karena dulu aku pernah janji padanya untuk meninggalkanmu..." Ungkap Lika cemas.


"Jangan takut....sepertinya dia tidak tau kalau kita sudah menikah...apalagi sekarang kita tinggal di Jogja...kau tenang saja sayang...biarkan dia pergi dan bebas sesukanya..." Bisik Ricky.


"Pa...kita balik saja yuk ke hotel...perasaanku tidak enak..."

__ADS_1


"Lho.. katanya mau beli baju dan oleh-oleh...."


"Tidak jadi...nanti saja beli di rest area...jangan di mall...aku takut..."


"Di rest area mana ada toko baju dan makanan khas Jakarta..."


"Ya sudah....beli di online saja..."


"Kalau beli di online bukan oleh-oleh namanya...dari Jogja juga bisa beli online..." Sahut Ricky.


"Pa...sepertinya mbak Sarah sudah keluar dari mall...yuk kita balik ke hotel sekarang..." Ujar Lika.


"Ya sudah deh.. ayo..." Ricky menggandeng tangan Lika menuju ke parkiran dan mereka langsung melaju menuju hotel dimana mereka menginap.


Sepanjang perjalanan Lika lebih banyak diam, entah apa yang ada di pikiran wanita itu, wajahnya agak pucat.


"Pa...apa kau yakin mbak Sarah tidak tau mengenai pernikahan kita..?" Tanya Lika lirih. Ricky menggenggam tangan istrinya yang dingin itu.


"Entahlah...menurutku sih tidak...bukan kah saat kita menikah tidak banyak yang kita undang.. bahkan semua temanmu di Bandung juga tidak ada yang diundang kan..." Kata Ricky meyakinkan.


"Orang Bandung ada yang tau lho kita menikah..."


"Siapa?"


"Pak Alan dan mbok Narti..." Gumam Lika lirih.


"Oh. .ya...ya...kau benar, tapi katamu bukankah pak Alan sudah keluar dari sekolah dan pergi keluar negri?" Tanya Ricky.


"Iya...Pak Alan memang sudah tidak ada.. tapi mbok Narti...sudah lama aku tidak meneleponnya...besok aku harus menelepon mbok Narti...aku juga mau menanyakan soal Sri ke dia...di awal kerja saja Sri sudah berani membohongiku..."


"Membohongimu? Apa maksudmu?" Tanya Ricky heran.


"Kemarin...saat aku telepon ke rumah...Sri bilang anak-anak sedang di rumah, makan bersama dengan Nenek dan Lia.. ternyata Lia mengajak anak-anak makan di luar...coba kau pikir...apa maksud semua ini?" Ricky terdiam seperti sedang berpikir.


***********

__ADS_1


__ADS_2