Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Permintaan


__ADS_3

"Ssst....Lanjutkan beres-beresnya, biar aku yang buka pintunya...." Kata Lika sambil beranjak dari duduknya dan melangkah menuju pintu yang tidak dikunci itu.


Perlahan Lika membuka pintu yang sudah dari tadi di ketuk itu, setelah pintu terbuka, alangkah terkejutnya Lika melihat siapa yang ada di hadapannya.


"Mbak Sarah!" Pekik Lika tertahan.


Dihadapannya Sarah sedang duduk di kursi roda, wajahnya pucat, selang infus masih melekat di tangannya yang membiru. Mbok Narti nampak yang mendorong di belakang Sarah, sebuah taksi masih menunggu di depan rumah.


"Mbak Sarah...bagaimana mungkin bisa kemari dalam kondisi seperti ini...apalagi sehabis operasi...itu bisa bahaya mbak..." Ucap Lika kuatir.


"Aku ingin bicara padamu Lika...aku sudah ijin sebentar dengan suster..." Kata Sarah lirih.


Kemudian Lika membawa Sarah bicara di depan teras rumah, Mbok Narti mengikutinya.


"Sekarang bicaralah..." Kata Lika.


"Lika...waktuku tidak banyak...aku tidak tau sampai berapa lama aku hidup...tapi kalaupun aku harus mati...aku mau ada di samping orang-orang yang kucintai..." Ucap Sarah.


"Apa maksudmu mbak...?" Tanya Lika tak mengerti.


"Aku ingin sisa hidupku bersama dengan Ricky dan anak-anakku...tapi sepertinya...Ricky tidak mau...bahkan dia akan memulangkan aku ke keluargaku di luar negri... jadi...kumohon pergilah sementara dari kehidupan Ricky dan anak-anakku...aku tau sekarang ada kamu dalam hati Ricky...semakin dia melihatmu...semakin dia akan melepaskan aku...aku mohon..." Ungkap Sarah sambil menangis, kedua tangannya dia tautkan di depan dadanya, penuh dengan permohonan.


Lika mendekati Sarah dan menggenggam tangannya yang dingin itu.


"Tanpa kau memintanya, aku juga sudah putuskan untuk pergi darinya...jangan takut...aku pastikan besok dia tidak akan melihatku lagi..." Kata Lika.


"Trimakasih Lika...sisa hidupku yang sebentar ini aku ingin menebus kesalahanku dengan ada di sisi anak-anakku...juga Ricky...aku baru sadar ternyata aku sangat mencintainya...dia laki-laki yang baik...sangat baik..." Kata Sarah terisak. Lika memegang kedua bahu Sarah. Ditatapnya wajah Sarah.


"Cintailah mereka dengan segenap hatimu...dan teruslah berjuang untuk kesembuhanmu mbak..."


"Maafkan aku Lika...aku merasa waktuku tidak lama lagi untuk hidup...sudah tak ada harapan lagi...trimakasih selama ini telah mau menyayangi anak-anakku..." Ucap Sarah sambil menyeka air matanya.


"Sekarang...kembalilah kerumah sakit mbak...kau harus banyak istirahat..." Kata Lika. Sarah Menganggukan kepalanya.


"Baik...aku pamit Lika...selamat tinggal...mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi... " Pamit Sarah. Lika memeluk Sarah, kemudian membimbingnya keluar dan membantunya naik ke taksi.


"Mbok permisi dulu ya..." Pamit mbok Narti.


Kemudian Taksi itu sudah menghilang di tikungan jalan. Lika tetap berdiri di tempatnya, air matanya menetes deras tanpa di komando, kemudian tak tahan dia menangis keras, dia duduk berjongkok dan wajahnya ditutupi dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Lika terus menangis sampai tak sadar di depannya berhenti sebuah mobil, dan seorang pria turun dan berlari menghampiri Lika yang masih menutup wajahnya.


"Bu Lika! Apa yang terjadi padamu...?"


Lika mengangkat wajahnya yang penuh air mata, ternyata Alan sudah berdiri di hadapannya, memegang kedua bahunya dan membantunya berdiri.


"Pak Alan...aku akan pergi..." Kata Lika masih menangis.


"Kau mau pergi kemana Bu...? Kalo ada masalah ceritakan padaku...paling tidak supaya bebanmu ringan..." Kata Alan.


"Pak Alan...besok subuh aku akan pergi ke Jogja...aku resign dari sekolah...aku bersama nenek dan adikku akan memulai kehidupan baru di sana..." Jelas Lika.


"Apakah semua ini ada hubungannya dengan pak Ricky? Kau akan pergi meninggalkannya? Lika...aku tau kau mencintainya...pak Ricky juga begitu...aku ikhlas walaupun aku juga menyukaimu...tapi aku tak rela dia menyakitimu sampai membuat kau seperti ini!" Tegas Alan.


"Tidak pak...pak Ricky tak pernah menyakitiku.. aku sendiri yang mau pergi darinya...karena ada mbak Sarah yang sangat membutuhkan mereka saat ini...aku...mengalah...."


"Bu Lika... pokoknya aku minta alamatmu di Jogja nanti ya...kamu boleh menghilang darinya, tapi jangan dariku..." Ujar Alan.


"Tapi aku mohon...jangan beritahu siapapun kemana aku pergi...hanya pak Alan yang tau...aku mohon..." Pinta Lika. Alan hanya mengangguk.


"Sekarang, apa yang bisa aku bantu?" Tanya Alan.


"Aku titip motorku pak...untuk menjualnya sudah tak ada waktu lagi, nanti pak Alan saja yang jualkan, dan uangnya bisa di transfer..." Kata Lika.


"Oya pak Alan...aku titip Kezia dan Nando di sekolah...tolong perhatikan mereka..." Tambah Lika.


"Siap...kalo papanya perlu dititip tidak?" Goda Alan. Spontan Lika meninju perut Alan.


"Sudah...ayo masuk dulu...aku masih banyak kerjaan yang belum selesai...jam 5 subuh nanti mobil travel sudah datang..." Ujar Lika.


***********


Pagi itu begitu cerah, di tempat kediaman Ricky, sudah sejak subuh dia menyiapkan bahan-bahan untuk memasak, dia akan membuat nasi goreng spesial untuk kedua anaknya.


"Kezia...Nando...apa kalian sudah mandi?!" Teriak Ricky dari arah dapur.


"Sudah Pa...!" Sahut mereka hampir bersamaan.


"Ayo sini kita sarapan dulu..." Kata Ricky. Tak lama kedua anak itu sudah sampai di meja makan.

__ADS_1


"Wah...hari ini papa ganteng banget...memang kita mau kemana sih pa...?" Tanya Kezia.


"Kita mau ke kantor papa, tapi sebelum itu....mampir dulu kerumah ibu guru dong...papa mau kasih surprise buat Bu guru..." Sahut Ricky bersemangat.


"Apa surprise nya pa?" Tanya Nando penasaran.


"Ini...nasi goreng buatan Papa...kan Bu guru gak pernah makan masakan papa...sebelum Papa ke kantor, mampir dulu..." Jelas Ricky.


"Asyik...kita kerumah Bu Lika..." Sorak kedua anak itu.


"Sekarang ayo cepat sarapan dulu...nanti kita kesiangan..." Sergah Ricky sambil menyantap nasi gorengnya.


Tak lama kemudian mobil mereka sudah melaju kencang menuju kerumah Lika.


Setelah mereka sampai di depan rumah itu, suasana begitu sepi, perlahan Ricky dan kedua anaknya turun dari mobil.


Ricky masuk ke halaman, dan membuka pintu yang tak terkunci, matanya melotot melihat kondisi rumah yang sudah begitu rapi, banyak barang yang tidak ada di tempatnya, hanya tersisa barang-barang besar.


"Lika...!" Panggilnya. Hening, tidak ada jawaban.


"Likaaa....kau dimana?" Kembali Ricky memanggil nama itu, namun tidak ada jawaban sama sekali, dia masuk kesemua kamar dan sudut rumah, tidak menjumpai siapapun di sana, Ricky terduduk lemas sambil menangis, entah kemana Lika pergi.


Kezia dan Nando berlari menghampiri papanya yang terduduk dan menangis.


"Papa...dimana Bu Lika?" Tanya Nando.


"Papa...kenapa rumah ini jadi kosong? Bu Lika pergi kemana?" Tambah Kezia yang mulai ikutan menangis.


"Bu Lika sudah pergi dari kita sayang..." Ucap Ricky sambil memeluk kedua anaknya erat.


"Ayo pa...kita cari Bu Lika..." Rajuk Kezia.


"Tidak sayang...Bu Lika tidak ingin kita mencarinya.. " Sahut Ricky dengan suara bergetar.


"Katanya papa sayang sama Bu Lika!" Cetus Kezia.


"Papa sayang sama Bu Lika...Papa mencintai Bu Lika...tapi...Papa tau saat ini Bu Lika sedang ingin jauh dari kita..."


************

__ADS_1


**Hi readers....trimakasih yang masih setia membaca kisah Lika dan Ricky...mohon dukungan Like, vote, comment and share


supaya mereka tetap semangat untuk bersatu kembali....🙏🤗❤️✨**


__ADS_2