Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
5 Tahun Kemudian


__ADS_3

Ricky memandang frustasi dengan kedua anaknya yang berkelahi. Given dan Gavin yang selisih umurnya hanya satu tahun, mereka nampak seperti anak kembar, sering berkelahi kalau berebut sesuatu.


Sementara Lika masih menyusui Tasya, anak terkecil mereka yang baru berusia 6 bulan. Dalam lima tahun ini Ricky dan Lika sudah mempunyai tiga anak.


"Kalau kalian tidak ada yang mengalah...nanti Papa tidak akan mengajak kalian jalan-jalan!" Ancam Ricky.


Seketika Given dan Gavin menghentikan perkelahian mereka.


"Aku mau ikut dong Pa..." Kata Given.


"Aku juga Papa!" Sahut Gavin.


Kezia yang sedang belajar di kamarnya karna mau ujian, keluar dengan wajah cemberut.


"Kalian berisik sekali! Besok kan aku ada ujian...nanti kalau aku tidak lulus SMA bagaimana?" Seru Kezia.


Given dan Gavin menundukkan wajahnya, mereka sudah tidak bisa bicara apapun kalau Kezia sudah marah.


"Maaf Kak..." Kata Given dan Gavin bersamaan.


Kezia akhirnya kembali masuk kedalam kamarnya. Besok Senin Kezia akan menghadapi Ujian Nasional. Tahun ini Kezia sudah lulus SMA.


"Kau sudah siap sayang?" Tanya Ricky sambil mengambil Tasya dalam gendongan Lika yang baru selesai menyusui.


"Kata Lia acaranya jam 10 pagi, masih ada waktu untuk kita mempersiapkan anak-anak..." Jawab Lika.


"Mbok Narti sudah selesai?"


"Sudah, tadi tukang riasnya batu selesai dan langsung pulang..."

__ADS_1


Hari ini akan ada acara pertunangan Lia dan Burhan di sebuah restoran central.


Lia sudah lulus kuliah dan kini menjadi seorang akuntan di sebuah perusahaan besar. Sedangkan Burhan juga sudah lulus dan kini menjadi seorang Manager di salah satu perusahaan ekspedisi.


Sementara Nenek, karena usianya semakin tua, dia sering sakit-sakitan, pendengarannya sudah tidak setajam dulu, dan penglihatannya juga semakin kabur.


Namun Nenek masih terlihat sehat dan kuat, bicaranya masih lantang terdengar seperti dulu.


"Nek...sudah siapkan? Kita mau ke acara pertunangan Lia Nek..." Kata Lika sambil mendekati Neneknya yang duduk di kursi roda.


"Apa? Ulangan? Siapa yang ulangan?" Tanya Nenek. Lika menggelengkan kepalanya.


"Tunangan Nenek...Tunangan...!!" Jawab Lika setengah berteriak. Nenek Menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Ooh...bilang dong dari tadi kalau tunangan...kau bicara seperti berbisik-bisik..." Ujar Nenek.


Ricky yang mendengar percakapan itu menggaruk kepalanya.


"Ya...Tas Tasya sudah di taruh di mobil belum?" Tanya Lika.


"Sudah dong sayang...aku kan suami siaga..." Ucap Ricky menggoda. Kemudian dia beringsut mendekati Lika yang masih memangku Tasya.


"Cium dulu dong sayang..." Kata Ricky sambil memonyongkan bibirnya.


"Hush! Nenek di depan kita, masa kau mau cium sembarangan..."


"Kau tenang saja...Nenek tak akan melihat kita, matanya kan sudah rabun..."


"Hush... kau ini...sudahlah Pa...dari dulu genit tidak hilang-hilang..." Sungut Lika. Didorongnya wajah Ricky menjauh dari wajahnya.

__ADS_1


"Yah...apa kau tak suka dengan bibirku lagi? Apa bibirku tidak seseksi dulu lagi? Mentang-mentang umurku sudah bertambah..." Ucap Ricky dengan wajah sedih.


"Bukan begitu sayang....ya sudahlah...."


Cup!


Lika mengecup Lembut bibir Ricky. Ricky tersenyum cerah. Kemudian dia segera membalas mencium Lika.


"Rickyyyyy!!!!! Dasar kau tak tau malu di depan orang tua!!!!" Teriak Nenek dengan suara paraunya.


Lika dan Ricky terkejut.


"Lho...nenek bukannya matanya sudah burem ya...?" Tanya Ricky heran.


"Enak saja kau bilang...mataku memang rabun! tapi kalau melihat adegan orang berciuman tiba-tiba mataku menjadi jelas dan terang...!" Ujar Nenek.


**********


Haiii Guys....


Akan ada bonus chapter ya....walau tidak bisa update tiap hari....


Ayo baca karya author yang baru...pastinya tetap di platform ini.


Judulnya "My Dear Daddy"


Menceritakan tentang si Kevin, seorang pengusaha kaya yang kabur dari rumah orang tuanya karena takut di jodohkan dan berpura-pura bekerja di mini market lalu tinggal di sebuah rumah kos.


Suatu malam dia menemukan ada bayi tepat di depan kamar kosnya. Karena ada surat wasiatnya mau tidak mau dia merawat bayi itu, bisa terbayang kan seorang bujangan yang merawat seorang bayi...dan ternyata....si ibu bayi itu diam-diam selalu mengamati si Kevin, sang pengusaha yang pura-pura miskin itu.

__ADS_1


Yuk ikutin terus ceritanya....di jamin seru dan ngakak....


__ADS_2