
Malam itu Lika gelisah di kamarnya, pikirannya tidak tenang, banyak hal yang bertumpuk di kepala wanita itu, mulai dari pengkhianatan Bayu yang bekerjasama dengan Sarah untuk menghancurkan keluarganya, hingga kondisi Nenek yang sampai malam ini juga belum ada kabar dari Lia. Lika meraih ponselnya kemudian menekan nomor Lia.
"Halo...Lia...gimana kondisi Nenek? Mengapa kau tidak mengabariku?" Tanya Lika beruntun.
"Kak...Nenek masih belum sadar...kata Dokter dia koma..." Jawab Lia sambil menangis. Lika terkesiap mendengarnya.
"Ya Tuhan....Nenek...apakah kondisinya parah?"
"Aku tidak tau kak...dokter sedang mengobservasinya...kak...sejak siang aku belum pulang, aku belum mandi, belum makan...apa tidak ada yang gantian menjaga Nenek? Besok pagi aku juga harus kuliah...." Kata Lia yang nampak putus asa.
"Lia...kau sabar dulu ya...aku akan menggantikanmu...tapi aku harus bilang suamiku dulu..." Sahut Lika.
"Ya sudah deh kak....aku tunggu kabarnya ya..." Setelah itu ponsel dimatikan.
Lika melirik ke arah Ricky yang nampak sedang tertidur, wajahnya terlihat lelah, kemudian matanya mengarah ke tangan Ricky yang memerah dan sedikit bengkak.
Lika mengelus tangan itu dan mengecupnya, kemudian dia mengambil kapas dan obat, dan mulai mengobati tangan Ricky, Ricky terbangun merasa ada sesuatu di tangannya.
"Eh...Sayang...kau belum tidur?" Tanya Ricky sambil mengerjapkan matanya.
"Belum Pa...tanganmu sakit ya...aku baru lihat...maaf ya telat..." Sahut Lika. Ricky beringsut duduk dari tidurnya.
"Kau pasti lelah sayang....kenapa tidak beristirahat? Apalagi kondisimu yang sedang hamil begini..." Ujar Ricky dengan tatapan prihatin.
"Aku tidak apa-apa Pa...aku malah mau kerumah sakit menjaga Nenek...gantian sama Lia ..kasihan dia sejak siang belum pulang....dia pasti sangat lelah..." Ungkap Lika.
"Lika...kau jangan kerumah sakit...ingat kondisimu...!" Sergah Ricky.
"Tapi bagaimana Nenek?"
"Aku yang akan menjaga Nenek....kau istirahat saja di rumah..." Jawab Ricky.
"Tapi...kau juga sangat lelah...bahkan sampai ketiduran..."
"Pokoknya tak akan ku ijinkan kau pergi malam-malam kerumah sakit....suruh adikmu itu pulang naik taksi, aku akan segera kesana menggantikannya..." Ricky langsung berdiri dan membuka lemarinya, mengambil baju ganti dan mengganti bajunya, kemudian dia meraih kunci mobil dan bergegas keluar dari kamarnya.
Lika mengikutinya dari belakang. Suasana rumah begitu sepi, Kezia dan Nando nampak sudah tidur di kamarnya masing-masing. Tiba-tiba Ricky menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang ke arah Lika yang berjalan mengikutinya.
"Sayang...sejak kejadian tadi...aku jadi takut meninggalkanmu sendirian di rumah..." Ucap Ricky.
"Jadi...?"
__ADS_1
"Sayang...besok Kezia dan Nando ijin sehari tidak masuk sekolah ya...kita akan pergi bersama-sama...kita akan tidur di mobil...lalu menjaga Nenek bersama-sama..." Kata Ricky. Lika tertegun mendengar perkataan suaminya itu.
"Tapi...kasihan anak-anak Pa...masa mereka ikut susah karena kita..." Sergah Lika.
"Dengar sayang...lebih baik kita tetap bersama dalam keadaan susah dan senang....aku, kamu dan anak-anak....dari pada kita kehilangan...itu lebih menyakitkan..." Jelas Ricky sambil memegang bahu Lika dengan kedua tangannya.
"Lalu bagaimana dengan Lia?"
"Kau bawakan saja baju dan barang-barang yang dia butuhkan...kita akan sama-sama menginap di rumah sakit..."
"Sri??"
"Bukankah besok dia sudah akan pergi? Biarkan saja dia pergi...toh kamu sudah memberinya uang...kau bisa pesankan taksi online besok pagi...beres kan..."
"Lalu rumah kita kosong dong?" Tanya Lika.
"Aku tidak takut kehilangan harta...aku lebih takut kehilangan keluarga...sudahlah...ayo kita bangunkan Kezia dan Nando, setelah itu kita segera kerumah sakit..."
Kemudian Lika dan Ricky mulai membangunkan anak-anak. Walaupun dalam keadaan mengantuk, tapi mereka sangat senang diajak untuk menjenguk Nenek. Lalu Lika menulis secarik kertas dan di letakan di atas meja makan. Berharap besok pagi Sri akan membaca pesannya.
Lika kembali menekan nomor ponsel Lia, untuk memberinya kabar.
"Halo Lia...kita akan sama-sama menginap di rumah sakit...aku sudah membawakan baju dan barang-barangmu..."
"Ya...memangnya kau mau dirumah sendirian? Anak-anak saja sekarang ku bawa kesana...Sri juga sudah ku pecat...jadi di rumah benar-benar kosong..." Jelas Lika.
"Ya sudah lah...aku juga takut di rumah sendirian..." Ujar Lia. Setelah itu ponsel di matikan.
Setelah semua siap, mereka mulai berangkat ke rumah sakit, Ricky sengaja membawa mobilnya yang paling besar, supaya nyaman untuk ditiduri anak-anak.
"Papa, kita akan jenguk nenek buyut ya..?" Tanya Nando.
"Iya sayang..." Jawab Ricky.
"Besok kita tidak sekolah dong..." Sambung Kezia.
"Hanya sehari sayang...kita harus sama-sama menjaga Nenek supaya cepat sembuh...Tuh...Papa sudah bawa kasur lipat dan bantal...nanti kita akan tidur bersama...tidur di mobil juga boleh...yang penting sama-sama..." Jelas Lika.
"Asyiikk....!!" Seru Kezia dan Nando bersamaan.
"Sekarang kalian tidur dulu di mobil...nanti kalau sudah sampai...papa bangunkan..." Perintah Ricky. Keduanya mulai mencoba memejamkan mata mereka.
__ADS_1
"Papa...lalu bagaimana dengan proyekmu? Sudah beberapa hari ini kau tidak menengoknya..." Bisik Lika.
"Tenang sayang...sekarang aku punya asisten...Pak Andi namanya...dia orang yang bisa kupercaya...sementara dia yang akan menangani proyek..." Jawab Ricky.
"Nanti kau kecolongan lagi sepeti kasus Bayu..." Kata Lika.
"Tidak...yang ini memang bisa dipercaya...berbeda dengan Bayu...orang ini juga yang akan mengurus pembangunan sekolah untukmu...pokoknya kau tenang saja...semua sudah ku atur...kau hanya duduk manis dan melayaniku saja..." Jelas Ricky sambil mencubit hidung Lika.
"Papa...."
"Ya..."
"Aku...aku takut sama ancaman Bayu..."
"Ancaman yang mana?"
"Mengenai mbak Sarah...bukankah mereka bekerjasama? Walau Bayu sudah di tangkap polisi, tapi Sarah masih bebas berkeliaran dan entah kapan dia akan kembali..." Ungkap Lika. Ricky menggenggam tangan Lika, hangat.
"Selama aku masih ada di sisimu...kau tak perlu takut...itulah sebabnya aku mengajakmu dan anak-anak...aku mau kalian aman bersamaku..." Jawab Ricky.
"Iya Pa...Aku percaya padamu... maafkan aku..."
"Ssst....coba kau tengok ke belakang...apakah anak-anak sudah tidur?" Bisik Ricky lirih. Lika kemudian segera menengok ke belakang.
"Sepertinya mereka sudah kembali tidur..." Sahut Lika.
"Bagus..."
"Kenapa?" Tanya Lika heran.
"Kita harus saling menguatkan satu sama lain..." Kata Ricky dengan senyum simpulnya.
"Bagaimana caranya??" Tanya Lika lagi.
Ricky kemudian menghentikan laju mobilnya, kemudian mengangkat dagu Lika dengan tangannya, kemudian dengan lembut dan perlahan mulai mencium bibir Lika, Lika terkejut namun cepat tersadar dan dia pun membalas ciuman itu, mereka pun saling mencium bibir satu dengan yang lain, napas mereka mulai terengah-engah.
"Lho...Papa dan Ibu kok malah ciuman? Bukannya cepat jalan kerumah sakit!" Seru Nando yang tiba-tiba terbangun sambil mengucek matanya.
Ricky dan Lika terkejut, buru-buru Lika mengelap bibirnya dengan tissue.
"Ehm...Papa sama Ibu kan lagi akting buat main film..." Sahut Ricky asal sambil menggaruk kepalanya.
__ADS_1
"Oh...Papa sama Ibu mau jadi artis dong....!" Cetus Nando polos. Ricky dan Lika saling berpandangan menahan malu.
***********