
Alan menunggu Lika di mejanya pada jam istirahat siang, pria tampan berbadan tegap itu kelihatan gelisah, tak berapa lama kemudian Lika muncul dari balik pintu ruang guru, lalu berjalan mendekati Alan di mejanya.
"Slamat siang pak Alan...." Sapa Lika.
"Siang Bu....duduklah..." Alan mempersilahkan Lika duduk di hadapannya.
"Ada hal penting apa yang mau pak Alan sampaikan?" Tanya Lika tak sabar.
"Setelah berapa lama penyelidikanku, aku mendapat sedikit titik terang.."
"Mengenai hal apa pak? Sepertinya aku sudah menemukan jawaban atas apa yang selama ini aku alami..." Kata Lika. Alan mengerutkan keningnya.
"Maksud Bu Lika?"
"Pesan terakhir di ponselku menyuruh aku mendatangi sebuah rumah sakit, setelah aku datang kesana...ternyata diluar dugaan, Mbak Sarah, mantan istri pak Ricky sedang berjuang antara hidup dan mati disana..." Jelas Lika.
"Bagaimana mengenai orang yang mengintai rumahmu dan rumah pak Ricky...?" Tanya Alan. Lika baru ingat, ada hal yang belum terpecahkan.
"Kalau itu aku tidak tau siapa orangnya, kalo mbak Sarah tidak mungkin...dalam kondisi seperti itu sangat tidak mungkin..." Ujar Lika.
"Nah...itu maksudku..." Tukas Alan.
"Memangnya pak Alan tau?"
"Bu Lika, aku mencurigai seseorang yang terlibat dalam masalah ini..."
"Siapa pak?" Tanya Lika tak sabar.
"Bella..."
"Hah! Miss Bella?? kenapa pak Alan punya dugaan seperti itu...?" Tanya Lika tak percaya.
"Yang pertama, dia ngotot minta alamatmu dan nomor ponselmu pada pak Johan...padahal apa selama ini dia pernah menghubungimu?" Lika tampak berpikir.
"Miss Bella tidak pernah menghubungiku..."
"Yang kedua, akhir-akhir ini Bella selalu ijin pulang cepat, dan beberapa kali ijin tidak masuk...katanya ada kerabatnya yang sakit...itu sangat mencurigakan...apalagi tadi kau bilang mantan istri pak Ricky sedang dirawat..." Jelas Alan.
"Apa hubungan Bella dengan mantan istri pak Ricky?" Gumam Lika heran.
"Begini saja Bu Lika...nanti sepulang mengajar, bagaimana kalo kita buntuti dia...jadi dugaan kita jelas.." Ajak Alan.
__ADS_1
"Hmm...idea yang bagus sih...tapi kalo ketahuan dia pasti akan sangat marah..." Tukas Lika.
"Jangan takut Bu...kebenaran harus terungkap, supaya tidak ada lagi yang tersembunyi..." Lanjut akan.
"Setelah aku tau mantan istri pak Ricky di rawat, sudah tidak ada lagi pesan di ponselku...mungkin tujuannya itu..."
"Makanya Bu...kita cari tau...apa motifnya..." Ujar Alan.
"Baiklah Pak...nanti kita coba buntuti dia...setelah dia pulang kita ikuti diam-diam ya pak..." Kata Lika akhirnya.
"Nah gitu dong...dari pada kamu kepikiran terus..." Ucap Alan.
"Ya sudah pak....aku mau masuk kelas dulu...trimakasih infonya pak..." Kata Lika yang langsung berdiri dan berlalu dari hadapan Alan.
Alan menarik napas panjang, perasaanya terhadap Lika rasanya tak akan pernah tersampaikan, Alan menyadari di dalam hati Lika menyimpan sebuah rasa untuk Ricky, namun Alan berusaha untuk membantu dan menolong Lika dalam setiap kesusahannya.
**********
Bella keluar dari kelas dengan tergopoh-gopoh. Siang itu selesai mengajar bahasa Inggris, dia tidak masuk lagi keruang guru, dari kelas dia langsung membawa tasnya meninggalkan sekolah yang mulai sepi.
Bella tidak sadar Alan dan Lika mengikuti setiap gerak-geriknya dari belakang yang berjarak cukup jauh.
Setelah melajukan mobilnya keluar dari parkiran, Bella melaju dengan kecepatan kencang.
"Itu si Bella jalan ngebut banget sih...gak tau apa ini jalan raya!" Sungut Alan.
"Sudah deh pak...fokus aja nyetir...nanti kehilangan jejak lagi.." Kata Lika mengingatkan.
Mereka terus mengekor di belakang Bella, sampai mobil Bella memasuki area parkir sebuah rumah sakit. Lika terpana melihat rumah sakit itu.
"Pak Alan...itu..itu rumah sakit tempat mbak Sarah dirawat pak...!" Seru Lika.
"Tenang Bu Lika...ayo kita parkir dulu di dekat mobilnya, setelah itu kita ikuti kemana dia pergi..."
Kemudian Alan memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobil Bella parkir, mereka menunggu beberapa saat lamanya didalam mobil, sampai Bella keluar dari mobilnya.
Tak lama kemudian Bella keluar dari dalam mobilnya, namun dengan penampilan yang berbeda.
"Pak Alan! Itu...itu...Miss Bella...!" Seru Lika sambil menunjuk kearah Bella yang baru keluar dari mobilnya.
"Kenapa Bu Lika?'
__ADS_1
"Jaket itu...topi itu....
persis seperti orang yang mengintai rumahku dan rumah pak Riki!"
"Ya Tuhan.. benar dugaanku...ayo Bu...kita ikuti dia...hati-hati jangan sampai ketahuan...tetap jaga jarak.." Kata Alan mengingatkan.
Kemudian mereka berdua keluar dari mobil dan dengan perlahan mulai mengikuti Bella, penampilan Bella sungguh berubah, biasanya dia begitu anggun dan modis, sementara sekarang tampangnya seperti laki-laki, dengan jaket dan topi yang menutupi sebagian wajah cantiknya.
Mereka terus mengikuti Bella sampai didepan lift, mereka tidak mungkin satu lift dengan Bella, makanya saat Bella sudah masuk naik lift, Lika dan Alan tetap di bawah.
"Yah kalo begini kita bakal kehilangan jejak.. kita kan gak tau tujuan Bella kemana...ke lantai berapa..." Keluh Alan.
"Tidak pak Alan, feeling ku kuat dia pasti ke lantai 3...ayo sekarang kita menuju ke lantai 3..." Ajak Lika sambil tak sadar menarik tangan Alan masuk ke dalam lift yang kebetulan sudah terbuka di hadapan mereka.
Suasana di lorong lantai 3 terlihat sepi, hanya beberapa orang pengunjung yang berlalu lalang, karena kebetulan saat ini adalah jam besuk pasien.
"Itu ruangan mbak Sarah, pak.." Kata Lika sambil menunjuk ke sebuah ruangan dengan nomor 124.
"Bu Lika yakin si Bella ada di dalam situ?" Tanya Alan.
"Ya aku juga gak tau...kita tunggu saja disini...atau aku coba mengintip ke dalam..." Ujar Bella. Alan hanya mengangguk dan membiarkan Lika jalan mengendap-endap ke ruangan itu.
Benar dugaan Lika, Bella memang ada di ruangan itu, Lika melihat dari pintu kaca Bella duduk di tepi ranjang pasien, Tetapi Lika tidak mendengar pembicaraan mereka. Kemudian Lika berbalik arah menuju tempat Alan berdiri.
"Bagaimana Bu Lika?" Tanya Alan tak sabar.
"Ternyata benar pak...Bella ada di dalam bersama dengan mbak Sarah...sebenarnya apa hubungan mereka?" Gumam Lika.
"Apa kita menunggu disini saja Bu, setelah Bella keluar kita tangkap basah dia...kita suruh dia mengaku apa maksud perbuatannya mengintai dan menerormu..." Usul Alan.
"Jangan Pak...biar ini jadi masalahku saja...pak Alan kan tau, Miss Bella menyukaimu... kalau dia melihat kita disini bersama, bisa bayangkan bagaimana perasaannya..." Sergah Lika.
"Bu Lika dalam keadaan begini masih aja mikirin perasaan orang lain..." Ucap Alan.
"Bukan begitu pak...nanti aku akan bicara 4 mata dengan Miss Bella...aku juga ingin tau apa maksud dibalik semua ini..." Jelas Lika.
"Lalu sekarang kita ngapain?" Tanya Alan.
"Sebaiknya kita pulang saja...trimakasih pak Alan sudah repot-repot mengurusi masalah ini..." Ucap Lika.
"Baiklah Bu Lika...ayo aku antar kamu pulang, hari sudah mau magrib..." Jawab Alan.
__ADS_1
************
Author ucapkan terimakasih atas dukungan para readers....Mohon tinggalkan jejak melalui Like, vote and comment, supaya author tetap semangat menulis dan berkarya...