
Sore itu Lika dan Ricky akan bersiap kerumah sakit, karena Bella yang baru melahirkan. Mereka berencana akan menjenguk Bella dan bayinya. Sebelum berangkat, Lika terlebih dahulu menyusui Tasya.
"Aaaarrggghh!!!!" Tiba-tiba terdengar teriakan Ricky dari dalam kamarnya. Lika langsung tergopoh-gopoh naik ke atas melihat sang suami, mana tau Ricky sedang mengalami suatu serangan atau apa saja yang membuatnya berteriak sampai menggegerkan seisi rumah.
"Ada apa sih Pa??! Kau membuat semua orang panik karena ulah mu! Bahkan Tasya sampai menangis saat tertidur!" Seru Lika.
"Sayang...kemarilah...kau lihat ini...ada uban di rambutku..!!!" Seru Ricky frustasi. Lika mengerutkan keningnya.
"Uban? Ada apa dengan uban? Nenek juga banyak sekali uban...bahkan hampir seluruh rambutnya putih semua..." Sahut Lika.
"Bukan itu maksudku sayang....kau tau ini tandanya apa?? Ini tandanya aku sudah semakin tua..." Ucap Ricky dengan wajah sedihnya. Lika baru sadar titik permasalahannya.
"Ya ampun si Papa....cuma gara-gara ini kau sampai berteriak menggegerkan isi rumah?"
"Sayang...katakan padaku, wajahku masih tampan kan...belum ada keriput kan di mataku...coba kau lihat lagi...apa aku terlihat seperti laki-laki tua??" Tanya Ricky serius.
"Pa...memangnya kenapa sih kalau kau makin tua...namanya juga manusia...pasti suatu hari akan mengalami yang namanya tua...tanya saja nenek..." Jawab Lika.
"Masa kau menyamakan aku dengan Nenek??" Wajah Ricky makin panik.
"Sudahlah Pa...ini mau jam berapa kita berangkat? Mumpung Tasya lagi bobo dan Given Gavin lagi nonton sama Kezia..." Kata Lika.
"Ya..ya...baiklah...tapi aku mau pakai topi saja untuk menutupi uban ku...nanti pulangnya kita kesalon ya...aku mau semir rambut...!" Cetus Ricky.
Lika hanya menganggukan kepalanya sambil senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
Kemudian mereka segera turun kebawah. Ada Mbok Narti yang sedang menggendong Tasya, sedangkan Kezia, Given dan Gavin terlihat asyik menonton TV. Nenek duduk di kursi rodanya, lalu Lika dan Ricky mendekati Nenek untuk pamit.
"Nek...kami pamit mau ke rumah sakit ya...mau jenguk Bella yang baru melahirkan...!" Kata Lika dengan suara agak keras.
"Apa? Kau mau melahirkan? Si Ricky memang benar-benar keterlaluan!! Hobi nya membuat anak!!" Dengus Nenek kesal. Lika dan Ricky saling berpandangan.
"Nek!! Siapa yang hobi bikin anak??!! Jangan mentang-mentang anakku banyak kau menuduhku sembarangan!!" Sahut Ricky tidak terima.
"Kau memang selalu sembarangan Ricky...buat anak tanpa pikir panjang!!" Balas Nenek.
Ricky menjambak rambutnya makin frustasi.
"Sudah-sudah...ayo kita berangkat sekarang...!" Lika langsung menarik tangan Ricky meninggalkan Nenek yang masih ngedumel.
Ricky mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena hatinya masih gondok. Baru saja dia stress karena mulai ada uban di kepalanya, di tambah Nenek yang menuduhnya hobi membuat anak.
"Selamat Pak Alan....Miss Bella...akhirnya kalian jadi orang tua juga..." Ucap Lika sambil menyalami keduanya.
"Trimakasih Bu Lika...ayo duduklah kalian..." Ujar Bella.
"Hei Bro...itu kenapa kau memakai topi di dalam ruangan ini? Ayo lepas topi mu!" Seru Alan.
"Enak saja kau menyuruhku...aku kan sedang ikut gaya masa kini..." Tukas Ricky.
"Apa? Gaya masa kini...kok aku baru tau ya...gaya orang tua yang menutupi uban di kepalanya...itu baru yang aku tau...." Kata Alan sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Tutup mulutmu! Atau gigimu akan rontok...!" Sungut Ricky.
"Pa...jangan begitu...akui saja kalau usiamu memang sudah tak muda lagi...kini kau sudah kepala empat...sebentar lagi mungkin akan dapat mantu..." Ucap Lika sambil mengelus dada Ricky.
"Ah...kau sama saja dengan yang lain...!" Wajah Ricky mulai terlihat masam.
Setelah ngobrol ngalor ngidul, Lika dan Ricky segera undur diri. Mereka mampir ke sebuah mall terdekat mencari salon untuk mengecat rambut.
"Pa...sebenarnya untuk apa sih kau pakai cat rambut segala...coba kau lihat ini..." Lika mulai menyibakkan rambutnya. Ricky terperangah melihatnya.
"Sayang...kau juga punya uban di rambutmu....mengapa kau tidak bilang padaku?" Tanya Ricky.
"Kenapa aku harus bilang padamu? Kau pikir itu sesuatu yang memalukan??" Ricky terdiam beberapa saat lamanya.
"Papa...bukankah dulu kita pernah berjanji kita akan menua bersama...sampai rambut putih cinta kita tidak akan pernah luntur di makan waktu?" Tanya Lika. Ricky Menganggukan kepalanya.
"Sayang....maafkan aku ...aku hanya takut cintamu akan berpaling dariku..." Ucap Ricky.
"Pa...mana mungkin aku berpaling dari mu...tiap hari kau selalu nempel di dekatku..." Sahut Lika sambil bergelayut manja di dada Ricky.
"Kalau begitu....kita pulang saja...aku tidak jadi cat rambut..."
"Lho Pa...itu di depan kita sudah ada salonnya...." Lika menunjuk sebuah salon besar di depannya.
"Tidak...biarkan saja rambutku beruban semua...asal cintamu tak pernah pergi dariku..." Ucap Ricky sambil menggandeng tangan Lika meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
************