Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Rahasia yang Terungkap


__ADS_3

Sebuah apartemen yang cukup mewah sudah ada di hadapan Ricky dan Lika, sementara Given di titipkan ke Mbok Narti dan Lia, sore ini Lika hanya berdua saja dengan suaminya itu untuk bertemu dengan Bella.


Mereka berjalan sesuai dengan alamat yang di berikan Bella, menaiki lift menuju ke lantai 6, hingga mereka sampai di tempat yang di maksud. Perlahan Lika memencet bell yang ada di depan pintu apartemen Bella.


Ting....Tong...


Tak lama Bella membukakan pintu apartemennya, sore ini dia mengenakan pakaian santai, wajahnya natural tanpa polesan, namun masih kelihatan cantik.


"Kalian sudah datang....masuklah..." Ajak Bella yang sudah jalan mendahului mereka dan duduk di sofa yang empuk.


"Apartemen mu nyaman juga Miss..." Kata Lika.


"Ah...Bu Lika bisa saja...masih lebih nyaman di rumah Bu Lika...besar dan ramai... Oya, kalian mau minum apa?" Tanya Bella.


"Apa saja lah ....kau jangan basa basi...ceritakan apa yang mau kau ceritakan..." Ungkap Ricky tak sabar.


"Tenang Pak...santai saja...kenapa kau nampak terburu-buru?" Sahut Bella yang beranjak dari tempatnya menuju ke pantry dan kembali sudah dengan dua botol minuman dingin di tangannya.


"Terima kasih Miss..." Kata Lika.


"Minumlah...aku tidak punya apa-apa lagi selain minuman ini..." Sahut Bella.


"Sekarang ceritakan apa yang mau kau ungkapkan...kami siap mendengarkanmu..." Kata Ricky.


"Baiklah...sebenarnya...alamat yang Bu Lika maksud itu adalah sebuah rumah singgah khusus penderita kanker atau tumor...nah...Mbak Sarah tinggal di sana..."


"Berarti selama ini yang mengirimkan makanan, biaya rumah sakit suamiku, dan karangan bunga itu semua dari Mbak Sarah?" Tanya Lika meyakinkan.


"Ya...betul sekali...Aku juga ada di situ sebenarnya, karena Mbak Sarah memintaku...tapi aku takut ketahuan...makanya aku menyewa kurir dengan alamat yang seperti kalian lihat itu..." Tambah Bella. Lika dan Ricky nampak berpikir.


"Dari mana Mbak Sarah tau kami ada di Jogja dan suamiku kecelakaan?" Tanya Lika.


"Sudah sejak lama Mbak Sarah memang memata-matai kalian...namun dia sudah menyerah dan tidak mau mengganggu kalian lagi...tapi tiba-tiba...setelah kalian menikah...Laki-laki yang bernama Bayu itu datang dan meminta kerjasama untuk menghancurkan kalian..."


"Bayu Lagi....dia memang biang kerok!!" Dengus Ricky.


"Tapi Mbak Sarah menolak...karena dia sadar hidupnya tak akan lama lagi... karena khawatir kalian di celakainya, makanya aku disuruh ke Jogja untuk mengawasi kalian...sampai ketika Pak Ricky pergi ke Jakarta dengan mengendarai mobil...aku mengikutinya...lagi-lagi Mbak Sarah yang menyuruhku..."


"Lalu??" Tanya Ricky penasaran.


"Saat Pak Ricky kecelakaan...aku sangat kaget...tidak menyangka Bayu akan berbuat se nekat itu...akhirnya aku langsung menghubungi ambulan...kalau terlambat...mungkin Pak Ricky sudah mati.. " Jelas Bella.


"Berarti aku berhutang padamu..." Gumam Ricky.

__ADS_1


"Bukan aku...Mbak Sarah yang memintaku.." Tukas Bella.


"Kenapa kau tidak mengatakan ini padaku Miss? Malah menyembunyikannya..." Tanya Lika.


"Mbak Sarah memintaku tidak membocorkan ini....tapi saat kalian menyebut Martin...aku merasa berdosa jika menutupi ini pada kalian..."


"Bagaimana kondisi Mbak Sarah saat ini?" Tanya Lika.


"Tadinya kondisinya normal...malah dia sudah bisa jalan-jalan...tapi belakangan dia drop lagi...operasinya yang dulu menimbulkan infeksi...sekarang malah lumpuh total...dan dia....kritis..."


"Ya Tuhan...Papa...kita harus memberitahu ini pada Pak Martin...sebelum terlambat..." Ujar Ricky.


"Ya...ya...kau benar sayang..." Sahut Ricky.


"Oya Miss Bella....kenapa saat di rumah sakit si kurir selalu rutin memberikan aku makanan? Bahkan tau aku sedang hamil dan hendak melahirkan..." Tanya Lika penasaran.


"Kan aku sudah bilang...aku mengawasi kalian atas permintaan Mbak Sarah...tapi bukan untuk maksud buruk...dia hanya mau memastikan...kalian baik-baik saja..."


"Lalu apa maksudmu melamar di sekolah ku? Apa setelah ini kau akan mengundurkan diri Miss??" Tanya Lika lagi.


"Tidak Bu Lika...sekarang aku benar-benar berniat menjadi guru...setelah bertemu dengan Pak Alan...mataku terbuka...makanya aku dan dia mau mengabdi di sekolahmu...yah...walaupun gaji tidak seberapa...asal selalu ada pak Alan di sampingku..." Ucap Bella sambil tersenyum.


"Baguslah...aku senang mendengarnya..." Sahut Lika.


"Aku mau menjenguk Mbak Sarah...Pa...besok aku mau ke Jakarta...kita jenguk Mbak Sarah...mumpung masih ada kesempatan..." Ucap Lika sambil menoleh kearah suaminya.


"Ya...ya...nanti kita kesana dengan Martin...Nando juga..." Jawab Ricky.


Ting...tong...


Suara bell pintu apartemen Bella berbunyi, Bella bergegas membukakan pintunya.


"Halo sayang...kau sudah siap..?" Ternyata Alan yang datang.


"Masuklah dulu...ada pak Ricky dan Bu Lika disini..." Jawab Bella. Kemudian Alan segera masuk dan langsung duduk bergabung dengan mereka.


"Ternyata kalian sedang ada janji kencan...maaf terlalu lama bertamu..." Ujar Lika.


"Makanya...lebih baik kita pulang sayang..." Kata Ricky.


"Oh tidak...kalian jangan sungkan....kami hanya mau dinner kok...sekalian saja ikut..." Tawar Alan.


"Tidak Pak...silahkan menikmati dinner kalian...kami juga sudah mau pulang...Miss Bella...terima kasih ya...maafkan aku pernah berpikiran buruk tentangmu..." Ucap Lika. Bella hanya tersenyum.

__ADS_1


"Lupakanlah...bukan hanya kau yang berpikir buruk tentangku.." Sahut Bella.


"Setiap manusia pasti ada sisi baiknya...oke lah...kami pamit..." Ujar Ricky yang langsung berdiri dan menggenggam tangan istrinya keluar meninggalkan apartemen Bella.


Ricky dan Lika turun dengan menaiki lift, kemudian mereka berjalan hingga sampai di lobby apartemen. Tiba-tiba Lika menghentikan langkahnya.


"Pa..."


"Ada apa sayang?"


"Kau hubungi Pak Martin sekarang...lebih cepat lebih baik...sebelum dia benar-benar pergi jauh..." Kata Lika. Ricky menganggukkan kepalanya.


Mereka duduk di sofa yang ada di lobby, Ricky mulai mengeluarkan ponselnya dan menekan tombol nomor Martin. Telepon pun tersambung.


"Halo Ricky....cepat sekali kau meneleponku...aku sedang makan seafood dengan Nando...apa kau mau aku bungkus kan?"


"Bukan itu Martin...sekarang katakan padaku di mana posisimu?"


"Aku masih di Jogja...rencana aku akan mengajak anakku ke Malaysia saja...supaya bisa cepat melupakan masa lalu..."


"Jangan! Aku ada informasi tentang Sarah..."


"Oya..."


"Dia ada di Jakarta...mungkin saat ini dia membutuhkan kalian..." Ucap Ricky.


"Katakan padaku...dimana keberadaannya...?"


"Nanti ku kirimkan alamatnya...kita akan kesana bersama-sama...kata Bella kondisinya kritis...mungkin ini kesempatan yang terakhir..."


"Baiklah...nanti kita akan berangkat bersama-sama...tolong kau kabari aku waktunya besok...aku tidak ingin menyesal seumur hidup..."


"Oke...sampai bertemu besok..."


Kemudian Ricky mematikan ponselnya.


************


Dear Readers...


Tinggal beberapa episode menjelang episode terakhir...


Author akan menyisipkan POV Ricky sebelum benar-benar tamat, dan akan di buat secara singkat dan padat tanpa bertele-tele....dan masih di buku ini (Atas permintaan tentunya..)

__ADS_1


Terimakasih untuk setiap dukungannya...🙏🤗❤️


__ADS_2