
Ricky menatap tajam ke arah pria yang kini berdiri di hadapannya, sementara Lika mengajak Kezia dan Nando masuk ke kamar nya yang di atas, Nenek dan Lia juga ikut ke belakang menemani Mbok Narti yang belum selesai dengan aktivitasnya.
"Apa keperluan mu datang ke rumahku? Dari mana kau tau aku tinggal disini?" Tanya Ricky.
"Hey Ricky....aku tidak peduli tentang kehidupanmu sekarang, aku hanya ingin mengambil hak ku!!" Cetus Martin. Ricky membulatkan matanya.
"Tidak! Kau tidak punya hak apapun...lebih baik kau segera pergi dari sini...tinggalkan rumahku sekarang juga...atau..."
"Atau apa? Kau mau mengancam ku...? Atau kau takut rahasia ini terbongkar? Sudah saatnya....sudah saatnya aku mengambil apa yang sudah menjadi milikku!!" Gertak Martin.
"Tidak akan! Sekarang ku mohon pergilah...atau aku akan hilang kesabaran..." Kata Ricky mulai melembut. Lika turun dari tangga saat mendengar suara keras dari bawah.
"Ada apa ini??" Tanya Lika ketika melihat Ricky dan Martin berseteru.
"Hmm....ini pasti istrimu yang cantik itu...akhirnya kau bisa juga menemukan kebahagiaanmu..." Ucap Martin.
"Tutup mulut mu Martin! Jangan kau berani menyentuh dia sedikitpun...kali ini aku tidak akan membiarkanmu...sudah cukup kesabaran ku di masa lalu..." Sahut Ricky.
"Papa...siapa sebenarnya orang ini??" Tanya Lika.
"Dia....dia..."
"Katakan saja Ricky...sudah saatnya....katakan kalau aku adalah selingkuhan mantan istrimu dulu....ayo katakan...!!" Teriak Martin. Lika terkejut dan membulatkan matanya.
"Apa?? Jadi orang ini adalah selingkuhan Mbak Sarah dulu? Benar pa? Untuk apa dia kemari?" Tanya Lika. Ricky langsung menggenggam tangan Lika.
"Tenang sayang... ini hanya masa lalu yang tidak penting...sabar...jangan panik...kau temani saja anak-anak..." Ujar Ricky.
"Tidak...aku berhak tau apa saja yang menyangkut suamiku...!!" Cetus Lika.
"Ricky...aku malas basa basi...waktuku tidak banyak...aku mau mengambil anakku...ayo...berikan dia padaku..." Kata Martin.
"Hei...siapa anakmu? Kau jangan mengada-ada Martin...!! Lebih baik kau cepat pergi dari sini...!" Hardik Ricky.
"Halah...jangan pura-pura bodoh! Nando itu anakku...berikan dia padaku...ayo berikan...aku ada hak karena aku ayahnya ..!" Ucap Martin. Lika terkejut mendengar perkataan Martin.
"Apa?? Benarkah??" Tanya Lika seolah tak percaya.
__ADS_1
"Betul....untuk apa aku bohong....kau tanyakan saja sendiri pada suamimu yang bodoh itu...Nando adalah anakku dengan Sarah...suamimu sendiri juga tau...tapi dia menutupinya...!" Jelas Martin.
Mendengar suara keributan di lantai bawah, Kezia dan Nando turun dari lantai atas, Nenek dan Lia juga ikut keluar.
Melihat Nando yang turun, Martin langsung menghampiri anak itu.
"Nando....ayo ikut aku...kita tinggal bersama ya sayang...tempatmu bukan disini lagi..." Ucap Martin.
"Om Siapa? Aku tidak mau ikut Om...om jahat marah-marah sama Papa!" Tolak Nando.
"Aku ini Ayahmu sayang...ayah kandung Nando..." Kata Martin.
"Tidak! Ayahku itu adalah Papa Ricky...bukan yang lain...Om Bohong!!" Jerit Nando.
Melihat Nando seperti itu, Lika berjalan mendekati Nando dan memeluknya.
"Jangan takut Nando....ibu akan melindungimu..."
Bughh!!!!
Tiba-tiba Ricky memukul Martin, hingga Martin terjatuh kehilangan keseimbangan.
"Oke...kali ini aku akan pergi...tapi ingat! Ini belum selesai...Nando...Ayah Martin adalah ayah kandungmu....bukan Papa Ricky...!!" Seru Martin. Kemudian dia segera melangkah pergi keluar dari tempat itu. Dari kejauhan terdengar suara motor yang menderu dengan sangat kencang.
Nando menangis mendengar perkataan Martin, kemudian anak itu berlari naik ke atas menuju ke kamarnya. Lika ingin mengejarnya, namun tangan Ricky menahannya.
"Biarkan Nando sendiri dulu sayang...dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya, setelah ini baru kita menyusulnya ke kamarnya..." Kata Ricky.
"Tapi kasihan Nando Pa..." Sahut Lika.
"Tidak...ini hanya sebentar saja...setelah itu kita akan sama-sama naik..." Jawab Ricky.
"Ricky....apa benar yang di katakan orang tadi??" Tanya Nenek tiba-tiba.
"Nek...sebenarnya...Nando memang bukan darah daging ku...aku pernah katakan ini pada Lika, Sarah berselingkuh dengan Martin dan menghasilkan Nando..." Ungkap Ricky.
"Lalu dari mana kau tau kalau Nando bukanlah anakmu?" Tanya Nenek lagi.
__ADS_1
"Sarah sendiri yang mengatakannya padaku....tadinya aku tidak percaya...tapi saat Nando pernah kecelakaan dan membutuhkan darah...ternyata darahku tidak sama dengan Nando, Sarah pun tidak..." Jelas Ricky.
"Tapi kenapa selama ini kau yang mengasuh Nando? Bukan mereka? Kalau mereka tau bahwa Nando anak mereka..." Tanya Nenek yang mulai emosi.
"Mereka sudah pergi keluar negri dan meninggalkan Nando bersamaku...karena aku kasihan dan tak tega, makanya aku merawat dia...aku menyayanginya seperti anakku sendiri...aku ikhlas....tapi sekarang Martin tiba-tiba malah menghancurkan segalanya...padahal dulu dia tidak mengakui anak itu..." Jelas Ricky. Lika meneteskan air matanya.
"Kasihan Nando...saat ini anak itu pasti hancur dan sedih sekali..." Ucap Lika.
"Ricky...ternyata kau sangat berjiwa besar....aku kagum padamu...tidak menyesal aku menyerahkan cucuku padamu..." Ungkap Nenek.
"Papa....berarti Nando itu adik tiri ku dong...?" Tanya Kezia tiba-tiba. Ricky merengkuh tubuh putrinya itu.
"Iya sayang...tapi Kezia tetap kan sayang Nando seperti dulu? Walaupun sekarang Kezia tau kalau Nando itu saudara tiri Kezia?" Tanya Ricky balik. Kezia menganggukkan kepalanya.
"Iya Pa...Nando tetap adik aku yang terbaik dan terganteng....aku tetap sayang kok sama Nando..." Jawab Kezia.
"Papa...saat ini yang harus kita perhatikan adalah Nando...ayo kita ke kamarnya Pa...saat ini dia pasti membutuhkan kita..." Ajak Lika. Ricky menganggukkan kepalanya.
"Ayo...apakah Given masih tidur?" Tanya Ricky yang tiba-tiba teringat bayi kecilnya
"Iya...dia masih tidur di boxnya...yuk sekalian ke kamar Nando dan lihat Given..." Jawab Lika. Kemudian mereka segera naik ke lantai atas.
"Kalian jangan lupa turun makan malam ya...!" Seru Nenek memperingatkan.
"Iya Nek..." Jawab mereka bersamaan.
Lika dan Ricky sudah berdiri di depan pintu kamar Nando yang tertutup rapat. Perlahan Lika mengetik kamar itu.
"Nando sayang...buka pintunya dong...ibu mau bicara sayang..." Panggil Lika. Tidak ada jawaban dari dalam kamar.
"Nando...Papa mau bicara sama Nando...tolong buka pintunya dong...jangan seperti ini..." Tambah Ricky. Namun Nando tetap tidak membukakan pintu kamarnya.
Dari dalam kamar terdengar sayup sayup suara Isak tangis Nando. Hati Lika dan Ricky teriris mendengarnya.
"Nando...ibu mohon buka pintunya...ibu sedih lihat Nando seperti ini...ayolah Nak...ibu sayang sama Nando...Nando juga sayang kan sama ibu?" Panggil Lika lagi.
Perlahan pintu kamar Nando segera terbuka. Nando berdiri di hadapan Lika dan Ricky dengan wajah penuh air mata.
__ADS_1
**********