
Ujian Nasional dan ujian kenaikan kelas sudah selesai di laksanakan, tinggal menunggu pengumuman dan pembagian raport.
Sebentar lagi liburan kenaikan kelas, Lika berdiri di depan kelas 2 A memberikan pengumuman terhadap semua muridnya.
"Anak-anak...hari Sabtu besok akan ada pembagian raport ya...ibu senang murid ibu semuanya naik kelas..." Ucap Lika.
"Horeee....!!" Teriakan sorak sorai memenuhi ruangan kelas itu.
"Ibu Lika sudah memberi tau pengumuman di group orang tua murid, jadi...tolong ingatkan lagi orang tua kalian ya...jangan sampai tidak datang lho..."
"Siyaaap Bu guruu...." Seru Rio.
Tiba-tiba Dini si anak cantik dan lucu itu berjalan kedepan kelas.
"Bu Lika...nanti kelas 3, aku mau wali kelasnya Bu Lika lagi...aku sudah bilang lho sama pak Johan..." Kata gadis kecil itu dengan mimik wajah lucunya.
"Setuju Bu....pokoknya nanti di kelas 3, kami mau bu Lika jadi wali kelas kami lagi..." Sahut murid yang lain bergantian.
"Tenang anak-anak...kalian harus tau...semua guru itu akan memberikan yang terbaik buat anak-anak didiknya, jadi...siapa pun yang akan menjadi wali kelas kalian nanti...kalian harus dengan senang hati menerimanya..." Ucap Lika bijak.
Akhirnya setelah semua anak-anak pulang, Lika dan beberapa guru bekerja agak lembur hari ini untuk mengisi raport. Di ruang guru, hampir semua guru sibuk mengisi raport dan persiapan semester depan.
Bella nampak mendekati Lika dan perlahan duduk dihadapannya.
"Bu Lika....aku minta maaf ya...atas kejadian yang kurang menyenangkan waktu itu..." Ucapnya Lirih. Lika menghentikan aktifitasnya dan menatap wajah Bella.
"Aku sudah melupakannya..."
"Aku sangat bersalah waktu aku mengatakan aku sangat membencimu... semalam mbak Sarah sudah bercerita banyak padaku..." Kata Bella. Lika menarik napas panjang.
"Syukurlah kalau Miss Bella sudah menyadari bahwa aku tidak seburuk apa yang kau kira..."
"Mulai semester depan....aku tidak lagi mengajar di sekolah ini bu...." Ujar Bella. Lika terperangah.
"Apa maksud Miss Bella?" Tanya Lika.
"Aku akan melanjutkan S2 ku di luar negri...setelah itu aku akan meneruskan perusahaan papaku...aku tidak cocok menjadi guru sepertimu Bu Lika..." Cerita Bella, dari matanya nampak ada genangan kristal disana.
"Jadilah seperti apa yang kau inginkan Miss Bella...aku akan mendukungmu..." Ucap Lika sambil menepuk lembut bahu Bella.
"Bu Lika...aku titip mbak Sarah ya...kasihan dia tidak ada kerabat disini..."
"Jangan kuatir...dia akan kembali dengan keluarganya..." Sahut Lika.
"Tapi...bukankah kau dan pak Ricky..." Bella menghentikan perkataannya.
__ADS_1
"Aku akan menyelesaikannya..."
"Ah...sekali lagi aku minta maaf...mengenai pak Alan...aku akan belajar untuk melupakannya..." Ungkap Bella. Lika mendongakkan wajahnya.
"Takdir, cinta dan jodoh...itu adalah rahasia Tuhan...jadi...Miss Bella jangan merasa bersalah karena hal itu..."
"Mungkin setelah Sabtu ini, kita tak akan bertemu lagi... tapi asal kau tau Bu Lika...aku tidak pernah menyesal pernah mengenalmu...walaupun aku jarang akrab dengan orang lain...tapi darimu aku banyak belajar..." Ujar Bella. Lika tersenyum, kemudian dia berdiri lalu menghampiri Bella, setelah itu ia memeluk Bella dengan erat.
Beberapa guru yang ada di ruangan itu menyaksikan kejadian itu, termasuk pak Alan.
*************
Sepulang dari sekolahan, Lika langsung pulang kerumahnya, kali ini dia tidak ingin pulang malam lagi, mengecewakan nenek dan adiknya.
Tepat di depan rumahnya, sebuah mobil terparkir di sana, itu adalah mobil Ricky, ternyata Ricky datang bersama dengan anak-anaknya, Kezia dan Nando.
Setelah Lika turun dari motornya, perlahan dia membuka pintu rumahnya, Kezia dan Nando nampak antusias menghambur kearahnya.
"Bu Lika...kata papa kita mau liburan keluar kota...Bu Lika ikut ya..." Kata Nando.
"Iya Bu...papa bilang Bu Lika harus ikut...pokoknya Bu Lika ikut...titik!" Cetus Kezia.
Ricky yang sedang berbincang dengan Nenek nampak menoleh melihat perbincangan Lika dengan kedua anaknya.
"Ayo...pada ngomongin apa nih....?" Tanya Ricky dengan nada menggoda.
"Ini lho pa...soal rencana kita mau liburan sama Bu Lika..." Celetuk Kezia.
"Oh...oke deh...papa bujukin dulu Bu gurunya ya...kalian lanjut main lagi puzzle nya..." Kata Ricky. Kezia dan Nando langsung kembali melanjutkan aktifitasnya yang tadi terhenti.
"Nenek juga mau lanjutkan memasak ya...nanti kita makan malam sama-sama..." Ujar Nenek yang langsung berdiri dan beranjak menuju dapur.
Di sofa, di ruang tamu itu, hanya ada Lika dan Ricky yang duduk dan saling diam, dengan pikirannya masing-masing.
"Bu guru....aku telah banyak bicara dengan Nenek...intinya nenek merestui kita...tinggal menunggu kesiapan dari Bu guru saja..." Ucap Ricky sambil menatap dalam wajah Lika.
"Jangan membicarakan hal itu sekarang..." Sergah Lika.
"Kenapa?"
Lika tetap dalam diamnya, di dalam benaknya menari-nari wajah Sarah yang menatapnya dengan setitik harapan, mungkinkah Lika akan menghapus harapan itu dari wajah Sarah?
"Lika...tatap mataku...apakah kau tidak mempercayaiku...?" Ucap Ricky. Lika menatap wajah itu, wajah rupawan yang sebenarnya sangat dia rindukan, wajah yang membuat hatinya bergetar.
"Aku...aku...belum bisa....maaf...." Lika menundukkan wajahnya. Tak kuasa ia menahan air matanya.
__ADS_1
"Berikan aku satu alasan sehingga kau tidak bisa bersamaku...." Ucap Ricky dengan suara bergetar.
"Baik...ikutlah denganku besok...aku akan menunjukan sesuatu padamu...." Kata Lika. Ricky nampak bingung.
"Apa maksudmu?"
"Aku tidak bisa menjelaskan padamu sekarang..."
"Baiklah....akan ku turuti apapun kemauanmu..."
Dalam keheningan pembicaraan mereka, tiba-tiba Nando menghampiri Lika dan Ricky.
"Bu guru....sekarang aku sudah pintar membaca lancar lho..." Seloroh Nando.
"Oya...coba nanti ibu tes ya..." Sabut Lika.
"Oke bu...aku juga akan tunjukan pada Mama..." Ujar Nando. Ricky nampak melotot.
"Mama? Sejak kapan kalian bertemu Mama?!" Pekik Ricky. Kezia yang kaget dengan suara Ricky, segera mendekati mereka.
"Waktu itu Pa....sama kakak juga...di...rumah sakit..." Jawab Nando ketakutan.
"Nggak kok...Pa...itu Nando cuma asal ngomong..." Kata Kezia berusaha menutupi.
"Papa melihat ada kebohongan di mata kalian...ayo jawab dengan jujur...atau papa akan beri kalian hukuman!" Ancam Ricky.
"Ampun Pa...ampun!" Seru Nando.
"Tidak ada ampun bagi anak pembohong!!" Berang Ricky.
Lika yang melihat kemarahan Ricky segera menarik tangan pria itu keluar dari dalam rumah menuju ke teras.
"Pak Ricky...jangan mudah emosi...apalagi dengan anak-anak...jaga perkataan mu!" Tegas Lika. Ricky terdiam dan duduk di kursi teras, wajahnya dia benamkan di kedua tangannya.
"Aku merasa banyak yang menyimpan kebohongan disini...entahlah....pikiranku jadi kalut...aku merasa orang paling bodoh di dunia..." Ucap Ricky gemetar.
Sementara Kezia dan Nando dengan wajah takut, duduk di pojok sofa. Lika yang melihat itu menghampiri mereka.
"Sayang....jangan takut...Papa tidak marah...ayo kita makan...pasti kalian lapar kan..." Ujar Lika sambil merengkuh tubuh mereka.
**************
Bagi yang masih menyukai cerita "Pelabuhan Terakhir" Jangan lupa Like, vote and comment nya ya...
Terimakasih....🙏🤗❤️
__ADS_1