Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Masih Belum Sadar


__ADS_3

Lika terbangun setelah ada suara ketukan pintu ruangan itu, matanya mengerjap sambil mulai bangkit berdiri, rupanya dari semalam dia ketiduran sehabis menyantap makanan yang entah siapa yang memberikannya.


Seorang suster masuk dengan senyum ramahnya sambil membawa perlengkapan untuk menyeka pasien.


"Selamat pagi Bu Lika...ijin mau menyeka pasien dan mengganti pakaiannya ya Bu...." Sapa Suster sambil berjalan mendekati ranjang pasien. Ricky masih terbaring dan belum sadar.


"Suster...biar saya saja yang menyeka dan mengganti baju suami saya..." Kata Lika.


"Oh...kalau ibu bisa melakukannya silahkan saja...tapi tubuh pasien masih sangat sensitif pada gerakan, itu akan membuatnya sakit...siang ini rencana akan dilakukan operasi untuk tulangnya yang patah di beberapa tempat..." Jelas suster itu.


"Tidak apa suster...saya akan melakukannya dengan perlahan..." Jawab Lika. Kemudian suster menyerahkan perlengkapannya kepada Lika.


"Baik Bu...silahkan....saya permisi dulu...kalau sudah selesai taruh saja di pojok ruangan, nanti akan ada orang yang mengambilnya..." Ujar suster sambil beranjak meninggalkan ruangan itu.


Perlahan Lika mengambil lap, membasuhnya ke dalam air hangat yang sudah disediakan dan perlahan mulai menyeka wajah Ricky.


"Kau dengar tadi sayang...masa suster mau menyeka tubuhmu dan mengganti bajumu...untung ada aku disini...kalau tidak, dia pasti sudah melihat seluruh tubuhmu..." Gumam Lika. Ricky tetap diam saja tanpa merespon.


"Ah...kau pasti belum makan...perutmu terlihat kecil Pa...ayo bukalah matamu...cepatlah sembuh...aku pasti akan menyuapimu...apa kau tidak capek tidur terus seperti ini??" Tanya Lika. Air matanya mulai menetes. Lika membuka kancing baju Ricky, mengusap seluruh tubuh pria itu. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, Lika terus menyeka dan membersihkan tubuh Ricky yang kini nyaris polos.


"Biasanya kalau kau seperti ini, kau selalu menerkam ku...sekarang mengapa kau diam saja Pa...kau tidak kasihan padaku dan bayi kita apa?? Ayolah bangun please..." Lirih Lika. Hatinya begitu pedih melihat kondisi suaminya itu.


"Papa Ricky...dalam keadaan seperti ini kau kelihatan sangat tampan...aku janji kalau kau bangun aku akan melayanimu sepanjang malam...kau suka kan...Pa...jawab aku...kenapa tubuhmu tidak merespon begini...aku sudah mencoba merangsangnya...ada apa denganmu Pa...jangan membuat aku cemas..." Lika mulai terisak lagi. Dia mengecup seluruh tubuh Ricky, berharap suaminya itu akan membuka matanya.


"Permisi Bu...." Suara suster mengagetkan Lika, dia menoleh dan spontan menutupi tubuh Ricky yang polos.


"Suster...jangan lihat tubuh suami saya...kalau datang ketuk pintu dulu dong..!" Sengit Lika.


"Ma...maaf Bu...saya hanya mengantar sarapan untuk ibu saja..." Jawab Suster itu sambil menundukkan wajahnya.


"Rumah sakit disini menyediakan fasilitas makan untuk penjaga pasien ya...?" Tanya Lika.

__ADS_1


"Tidak Bu...ini pemberian seseorang, mungkin teman atau kerabat ibu..." Sahut Suster.


"Kenapa dia tidak langsung masuk saja?" Tanya Lika lagi.


"Entahlah Bu...dia hanya menitipkan ini..." Suster kemudian langsung menyodorkan bungkusan itu, kemudian segera buru-buru berlalu meninggalkan ruangan itu.


Lika perlahan menutup tubuh Ricky dengan selimut, kemudian membuka bungkusan itu, ada 1 buah jeruk, susu uht dan sekotak nasi uduk, karena Lika merasa lapar dia langsung menyantap makanan itu.


"Dia tau saja aku sedang hamil...butuh asupan 4 sehat 5 sempurna....lihat Pa...aku makan banyak, supaya kuat menjagamu...aku harus kuat...tidak perduli siapa yang memberikan aku makan...yang penting aku sehat..." Ujar Lika sambil menyantap nikmat makanannya.


Suara ponsel Lika berbunyi pada saat Lika baru menghabiskan makanannya, dengan cepat Lika meraih ponselnya yang dia taruh di atas nakas. Kemudian dia mengusap layar ponsel itu. Nenek yang meneleponnya.


"Halo Nek..."


"Lika...bagaimana kondisi Ricky? Kapan kau pulang?" Tanya Nenek.


"Dia masih belum sadar Nek...aku tidak akan pulang sebelum dia sadar..." Jawab Lika.


"Nak...ingat kandunganmu...apa kau tidak lelah terus menunggunya seperti itu?"


"Ya...kami memang merencanakan mau ke Semarang Minggu ini...kau jaga diri baik-baik ya...ingat kandunganmu...bayi mu juga butuh perhatian..." Kata Nenek.


"Iya Nek...bayiku akan senang jika dia dekat dengan Papanya...Nenek juga jaga kesehatan Nenek ya...jangan capek-capek...Lia kasih tau jangan pulang kuliah terlalu malam..."


"Sejak Ricky di rumah sakit, Lia juga selalu pulang cepat kok untuk menjaga anak-anak...." Sahut Nenek.


"Syukurlah Nek...doakan suamiku cepat pulih...aku sedih melihatnya seperti ini..."


"Iya sayang...Nenek selalu mengingat kalian dalam doa Nenek....sudah dulu ya...Kau beristirahatlah....ingat bayimu..." Kemudian telepon di matikan.


Lika menghempaskan tubuhnya di sofa samping ranjang Ricky, dia sampai lupa memakaikan Ricky pakaian, kemudian Lika mulai membuka selimut yang menutupi tubuh Ricky, banyak luka memar di sana.

__ADS_1


"Aduh kasihan sekali Papa....pasti sakit sekali ya Pa...apa yang harus aku lakukan untuk mengurangi rasa sakitmu?" Ucap Lika sambil menyandarkan kepalanya di sisi pembaringan Ricky. Tidak lama ada dua orang petugas medis datang.


"Permisi ibu....kami mau membawa pak Ricky ke ruang operasi..." Kata salah satu petugas.


"Apa dia mau di operasi sekarang??" Tanya Lika.


"Iya Bu...dokter menyarankan begitu, supaya luka dalamnya tidak infeksi, apalagi ada beberapa tulang yang patah, harus segera di tangani..." Jelasnya. Lika menganggukkan kepalanya.


"Tapi suami saya belum pakai baju..."


"Tidak apa Bu...operasi juga semua pakaian harus di lepas..."


Akhirnya dua petugas itu mendorong ranjang Ricky ke ruang operasi, Lika mengikutinya dari belakang.


Setelah mereka sampai di ruang operasi, dokter segera menyuruh petugas medis untuk membawanya masuk ke dalam, sementara Lika menunggu di luar dengan cemas. Tiba-tiba Lika teringat sesuatu, sejak kedatangannya kemarin ia lupa tidak menanyakan perihal biaya administrasi, Lika sibuk dan terlalu fokus dengan Ricky.


Kemudian Lika segera turun ke bagian administrasi, bermaksud hendak menanyakan dan membayar biaya selama Ricky di rawat.


"Permisi mbak....saya mau menanyakan biaya administrasi suami saya..." Kaya Lika saat sampai di loket administrasi.


"Atas nama pasien siapa ya Bu?" Tanya petugas administrasi.


"Ricky Gunadi...." Sahut Lika.


"Oh...ini biaya sejak hari pertama sampai dengan hari ini sudah lunas di bayar Bu..." Kata petugas itu sambil menyodorkan kuitansi bukti pembayaran.


Lika terkesiap melihat kuitansi itu, semua biaya sudah lunas dibayar.


"Siapa yang membayarnya mbak??" Tanya Lika.


"Kami juga kurang tau ibu...mungkin saudara atau kerabat ibu...setelah membayar dia langsung pergi..." Jelas petugas itu.

__ADS_1


Lika termangu dan coba mengingat, siapa orang yang paling mungkin melakukan hal besar ini, tiba-tiba Lika teringat akan kiriman makanan yang beberapa kali ia terima.


**********


__ADS_2