
Pagi itu Ricky bersiap akan mengantar Lika ke sekolah tempatnya mengajar, dengan wajah lesu Lika menenteng map yang berisi surat pengunduran diri mengajar di sekolah, padahal dia baru mengajar beberapa bulan di sekolah itu. Kezia dan Nando nampak telah bersiap berangkat sekolah.
"Kenapa wajahmu sedih sayang?" Tanya Ricky sambil membelai sayang rambut Lika.
"Jangan pura-pura bertanya...kau kan tau jawabannya apa...!" Cetus Lika.
"Jadi kau marah padaku karena aku menyuruhmu berhenti mengajar?" Tanya Ricky lagi. Lika memanyunkan bibirnya.
"Sudahlah Lika...turuti saja suamimu...bukankah kau tengah mengandung ?" Celetuk Nenek tiba-tiba yang muncul dari kamarnya.
"Ya...ya...aku memang sudah menurutinya Nek...asal Papa senang...!" Sergah Lika. Dengan gemas Ricky memeluk tubuh Lika, di ciumnya perut Lika yang masih rata itu, Lika menggeliat kegelian.
"Aduh...gaya mu Papa...kayak belum pernah punya anak saja...malu sama Kezia dan Nando...!!" Seru Lika. Sementara Kezia dan Nando tertawa cekikikan melihat tingkah Papanya.
"Hei...kalian masih saja bercanda....itu lihat sudah jam berapa...ayo berangkat...atau kalian semua akan terlambat....!" Teriak Lia yang sudah rapi dan bersiap berangkat kuliah. Spontan mereka langsung bergegas masuk kedalam mobil.
"Lia...yuk sekalian berangkat bareng..." Ajak Lika sambil menenteng tas Nando.
"Duluan saja kak...sebentar lagi Leo datang menjemput ku..." Ujar Lia.
"Hmm....awas ya...pacaran terus!" Cetus Lika yang kemudian langsung masuk kedalam mobil.
Setelah mengantar Kezia dan Nando ke sekolah, Ricky langsung melajukan mobilnya ke sekolah tempat Lika mengajar yang letaknya di pusat kota, perjalanan yang di tempuh sekitar 1 jam lebih. Hingga mereka telah sampai di sekolah tersebut.
"Papa...kau tunggulah disini...biar aku masuk sendiri saja menemui Bu Wati..." Kata Lika. Ricky menahan tangan Lika.
"Sayang...nanti kau berubah pikiran lagi...aku ikut saja ya..." Pinta Ricky. Wajahnya agak memelas.
__ADS_1
"Jangan Papa...aku tidak lama kok...hanya mengajukan surat dan pamit sebentar...nih aku kasih hadiah deh..."
Cupp....
Lika mengecup Bibir Ricky sebentar kemudian dia segera turun dari mobil dan berjalan menuju ke kantor kepala sekolah. Suasana sekolah sepi, karena mereka semua sudah masuk kelas dan guru juga sudah mengajar di kelas masing-masing.
Sesampainya Lika di kantor kepala sekolah, Lika mengetuk pintu ruangan itu, kemudian perlahan membuka pintu itu, Bu Wati nampak duduk sambil membaca beberapa buku yang ada di mejanya.
"Selamat pagi Bu Wati..." Sapa Lika.
"Hai...Bu Lika...akhirnya kau muncul juga...murid-murid menanyakanmu...ayo duduklah..." Lika kemudian duduk di hadapan Bu Wati.
"Bagaimana nih dengan status barumu sebagai nyonya...kelihatannya Bu Lika sangat bahagia sekali..." Lanjut Bu Wati.
"Ehm...yah...begitulah Bu...sekarang aku tau bagaimana rasanya jadi ibu rumah tangga..." Jawab Lika tersenyum.
"Aku ikut senang mendengarnya...makanya sengaja aku memberimu cuti yang lama..." Ujar Bu Wati.
"Ah...kau bisa saja...kalau bukan karena Pak Ferry berhenti mendadak juga aku tidak akan ada di ruangan ini Bu..." Sahut Bu Wati tersipu.
"Bu Wati...sekarang kan rumahku sudah jauh dari sekolah...di tambah kondisiku yang kini sedang hamil...suamiku menghendaki aku berhenti mengajar...jadi dengan berat hati...aku mengundurkan diri dari sekolah ini..." Ucap Lika sambil menyerahkan surat permohonan pengunduran diri. Wajahnya menunduk sedih. Bu Wati terdiam beberapa saat lamanya sambil memandangi surat yang ada di hadapannya.
"Bu Lika...aku sangat paham betul kondisimu saat ini...dan aku juga tidak bisa menahanmu untuk terus mengajar di sekolah ini...Trimakasih atas pelayanan Bu Lika selama mengajar disini...aku sangat mengapresiasi semangat dan kasih Bu Lika terhadap murid-murid..." Ucap Bu Wati yang langsung berdiri sambil mengulurkan tangannya hendak bersalaman. Lika juga berdiri, menjabat tangan dan langsung memeluk Bu Wati. Sesaat mereka berdua saling bertangisan.
"Jangan lupakan kami ya Bu Lika..." Bisik Bu Wati.
"Trimakasih Bu Wati...aku tak akan pernah melupakan kalian dan sekolah ini...kalian semua adalah inspirasiku..." Sahut Lika, merekapun melepaskan pelukannya, Bu Wati mengantar Lika sampai di depan.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong...kau cepat sekali hamilnya...suamimu benar-benar hebat..." Puji Bu Wati. Lika tersipu malu.
"Ehm...iya nih Bu...aku juga tidak menyangka akan secepat ini..." Sahut Lika.
Dari arah depan, seorang murid laki-laki sudah berdiri di hadapan mereka.
"Alex? Kenapa kau tidak masuk kelas??" Tanya Bu Wati.
"Tadi aku melihat Bu Lika datang...makanya aku keluar kelas...Bu Lika...mengapa lama tidak datang...bukankah Bu Lika sudah menikah..." Kata Alex.
"Alex...Bu Lika sudah tidak mengajar lagi di sekolah ini...karena dia sekarang tinggal jauh dari sekolah, dan kini dia sedang mengandung..." Jelas Bu Wati. Alex langsung menghampiri Lika dan memeluknya.
"Bu...kenapa cepat sekali ibu berhenti mengajar?" Tanya Alex. Matanya sudah merah menahan air matanya.
"Alex...dengar ibu Nak...kau harus tetap kuat dan semangat dengan atau tanpa Bu Lika...kenapa? Karena masa depanmu hanya kau sendiri yang menentukannya...bukan orang lain...bukan juga Bu Lika...kau paham maksud ibu kan? Tetaplah berjuang untuk ibumu...kalau kau fokus...yakinlah suatu hari kau pasti akan berhasil dan akan membanggakan ibumu, Bu Lika, Bu Wati...juga dirimu sendiri..." Ucap Lika sambil memegang bahu Alex dengan kedua tangannya.
"Bu...tapi aku masih boleh kan telepon ibu...atau main ke tempat ibu?" Tanya Alex.
"Tentu saja boleh...ibu malah senang...kapan-kapan Bu Lika juga akan mengunjungi kalian disini...perpisahan itu cuma masalah jarak, bukan hati... " Kata Lika. Setelah itu dia segera melangkah pergi meninggalkan Bu Wati dan Alex yang masih berdiri.
"Bu Lika...! Kami akan selalu merindukanmu...!!" Teriak Alex. Lika membalikan tubuhnya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
Lika terus berjalan sampai menuju parkiran sekolah, Ricky masih nampak berdiri di depan mobil menuggunya.
"Kau lama sekali...itu kenapa wajahmu seperti habis menangis?" Tanya Ricky yang langsung mengusap wajah Lika.
"Papa Ricky...cepatlah buat sekolah untuk aku bisa mengabdi kepada murid-murid...karena masa depan murid akan cerah hanya karena cinta dari seorang guru..." Ucap Lika lirih sambil meneteskan air mata.
__ADS_1
"Iya sayang...setelah anak kita lahir nanti...aku pastikan sekolah itu sudah berdiri...aku akan selalu mendukungmu sayang..." Kata Ricky sambil memeluk erat istrinya itu.
"Trimakasih Papa Ricky...I Love You...more and more each day..." Bisik Lika sambil mencium lembut bibir suaminya itu.