Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
eps. 28


__ADS_3

Malam berlalu dan kini pagi pun menyingsing,ke dua insan yang masih terlelap dalam tidur nya karena semalaman ke dua insan itu tidak bisa tidur,apa lagi Raditya hingga menjelang fajar ia pun baru bisa terlelap.


Tepat pukul 09 lebih Tania terbangun dalam tidur nya,ia pun kaget ternyata tidurnya kali ini kesiangan,.


"Hoammm.....Astaga kenapa bisa kesiangan begini,dan ini kenapa juga alarem yang biasa bunyi,ini nggak ada suara,.


Tania pun segera bergegas ke kamar mandi,ia lupa kalau kaki nya semalam terkilir,asal lompat aja dari tempat tidur nya,dan kakinya pun sedikit kesakitan,.


"Aauuu"


Duh pake lupa lagi kalau kaki ini sakit,dengan jalan sedikit tertatih Tania pun menuju ke kamar mandi dan membersihkan muka dengan gaun pesta yang masih menempel di tubuh nya.


Raditya yang kaget dengan suara rintihan Tania kini juga ikut terbangun dalam tidur nya,dan reflek Raditya pun menolong nya.


"Awas hati-hati,.


"Eh maaf pak ganggu tidur bapak.habis nya saya kaget ternyata sudah kesiangan,dan seharusnya kan saya sudah ada di kantor.


"Sudah jangan di fikirkan hal itu,ayo saya bantu.


"Trimakasih ya pak.


"Tidak perlu berterimakasih begitu,kamu seperti ini juga kan gara-gara saya.


Tania pun segera berlalu kekamar mandi karna ia merasa malu dengan keadaan dia bangun tidur.


"Yaahhh nggak bisa mandi dong aku,terpaksa deh hanya cuci muka aja,nggak ada baju buat ganti,duuh bagai mana ini malu dong dengan muka yang kucel seperti ini,tapi mau bagai mana lagi,..huuuff.... ahh sudah lah malas tau aja,biar kata di bilang jelek."


Tania pun berbicara sendiri di kamar mandi.


Sedangkan di luar Raditya pun dalam hati masih memuji kecantikan Tania,.


"Aduhh kalau begini terus jantungku bisa-bisa copot nih,kenapa bangun tidur aja masih kelihatan cantik,ahhh apa sih aku ini.


Sambil menghayal dan senyum-seyum sendiri,.


tak lama setelah nya Tania pun keluar dari kamar mandi dan kemudia gantian Raditya ke kamar mandi untuk membersihkan badan,bersiap untuk pergi mencarikan baju ganti,untuk Tania pakai karna masih memakai gaun pesta semalam,dan ia merasa kasihan.


Tania pun kembali duduk di tempat tidur yang berukuran king size,ia lalu memainkan ponsel nya,melihat story' teman teman nya di salah satu aplikasi yang ada di handphone milik nya.


Tak lama selang beberapa menit Raditya pun juga keluar dari kamar mandi dengan baju yang sudah ganti,betapa terkejut nya Tania melihat sang bos begitu ganteng,dan Tania pun menjadi bengong memperhatikan bos nya yang ternyata sudah selesai mandi.

__ADS_1


"Ehem ,deheman Raditya membangun kan lamunan Tania


"Eh maaf pak..


"Kenapa lihatin seperti itu???


"Em em nggak kok.


"Tunggu di sini dulu ya saya keluar sebentar.


"Emang nggak papa pak saya di sini sendiri,nggak hawari kalau ada apa-apa gitu,misal ....


"Sssssst Akau percaya sama kamu.


Raditya meletak kan satu jarinya kemulut nya untuk membuat Tania berdiam dan tidak berbicara yang aneh aneh.dan kemudia ia berlalu pergi.


Sedang Tania berpindah duduk di sofa yang di tiduri Raditya tadi,karna merasa nggak enak hati.


"Kenapa bos bisa percaya begitu sama aku,nggak takut apa barang berharga nya hilang atau apa,aahh entah lah.


"Hampir 1 jam berlalu Raditya kembali membawa dua peperbag yang ia tenteng dan ternyata berisi pakaian dan makanan.


"Lama ya nunggu,dengan senyum yang selalu Raditya tampilkan membuat Tania selalu berdebar jantung nya.


"Hehe maaf ya nunggu lama,Mandilah supaya frest dan ini ada baju ganti untuk mu,setelah itu kita sarapan.


"Timakasih pak,maaf sudah merepotkan bapak.


"Dan saya tidak merasa di reporkan mengerti,Raditya pun memberi satu kedipan mata dan membuat Tania salah tingkah.


lalu Tania pun berlalu meninggal kan Raditya dan bergegas ke kamar mandi,untuk membersihkan badan yang terasa lengket dan bau has orang bangun tidur.


Selang waktu beberapa menit Tania pun selesai mandi dan membawa baju kotor nya untuk di masukan ke paperbag,supaya bisa ia bawa pulang dan ia cuci di rumah,namun suara Raditya menghentikan kegiatan nya itu


"Nggak perlu repot-repot memberes kan nya,dah taruh aja di situ nanti ada yang membersih kan nya sendiri,ayo kita makan,pasti kamu sudah lapar.Ucap Raditya dengan menarik tangan Tania menuju ke tempat di mana Raditya sudah menyiapkan semua nya.


Tania pun merasa nggak enak hati dengan perlakuan bos nya ini merasa bos nya berlebihan,Tania hanya takut untuk ia kebawa perasaan dan pada akhirnya kecewa lagi karena ia juga sadar diri akan setatus nya,taniaerasa ia hanya perempuan biasa yang tak memiliki keluarga dan hanya tinggal di kontrakan kecil,merasa tidak pantas dengan bos nya yang merupakan seoran CEO atau tepat nya merupakan orang kaya.


Tania yang menyadari akan tangan nya yang di gandeng oleh bos nya,lalu ia cepat cepat untuk melepas nya.


"Maaf pak tangan nya.

__ADS_1


"Oh ya maaf nggak sengaja.


Lalu mereka berdua pun menduduk kan diri dan segera menikmati makanan yang sudah tertata rapi di meja makan,dengan kecanggungan mereka masing masing.


Dengan suasana keheningan,hanya suara sendok yang terdengar nyaring di telinga,Tania pun merasa canggun dan nggak enak hati,ia merasa seharus nya sekretaris dan bos tidak lah harus seperti ini,menurut nya ini sudah berlebihan,sedangkan Raditya merasa berdebar-debar karna bisa dekat dengan seorang wanita,yang kini memang ia baru kenal berapa bulan terakhir ini.


Di keheningan yang berlangsung Raditya pun mulai memecah kesunyian di antara nya


"Bagaimana kakinya,apa sudah enakan,.??


"Lumayan sih pak,nggak seperti tadi pagi,.


"Apa perlu kita kedokter,memastikan supaya memang tidak kenapa-kenapa,.


"Pak,memang sudah tidak kenapa-kenapa kaki ku,besok aja sudah sembuh,jadi tidak perlu ke dokter,.


"Kamu yakin??dengan memandang Tania penuh serius,dan yang di pandang pun jadi salah tingkah.


"Iya yakin, . ..


"Ya sudah,kalau memang ada apa segera kabari saya.


"Baik pak.


"Dan kenapa saya dengar dari kemaren malam kamu selalu aja panggil saya dengan sebutan pak,jadi geli di dengar nya.


"Iya maaf,pak tapi kan itu memang seharus nya,nggak sopan kali kalau harus memanggil dengan sebutan lain,kan memang sudah seharus nya,bapak kan memang bos saya.


"Tapi saya kan sudah pernah bilang,selain di kantor jangan panggil saya pak,mengerti.


"Tapi kan...


"Tidak ada tapi-tapian.


"Lalu bagai mana kerjaan saya untuk saat ini,seharusnya saat ini saya berada di kantor bapak kan??


"Lupakan,dan ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.


"Tantang???


"Habiskan dulu makanan nya nanti kita bicara,dan saya ingat kan sekali lagi,kalau di luar kantor jangan panggil saya bapak,mengerti??

__ADS_1


Tania pun pasrah dan hanya bisa mengangguk kan kepala.


__ADS_2