
Malam itu Lika meninggalkan motornya di parkiran rumah sakit, dia membawa Kezia dan Nando pulang kerumah mereka dengan taksi online yang dia pesan.
Sesampainya di rumah, wajah kedua anak itu nampak sangat lelah, kalau Lika membawanya kembali pulang kerumahnya, itu akan menambah kelelahan mereka.
Akhirnya Lika memutuskan untuk kembali bermalam di rumah ini, rumah Ricky. Padahal dia baru berniat akan menghindarinya.
Kezia dan Nando sudah lelap tertidur di kamarnya masing-masing, Lika masih membersihkan tubuhnya di kamar mandi, sedangkan mbak Marni sibuk membersihkan pakaian kotor.
"Mbak Mar...besok pagi-pagi sekali, tolong kerumah sakit ya...antarkan baju-baju dan makanan buat bapak..." Kata Lika saat keluar dari kamar mandi.
"Iya Bu...tapi ibu yang pilihin baju-baju bapak ya..." Sahut Mbak Mar.
"Emangnya kenapa mbak..?" Tanya Lika.
"Ah...saya sungkan Bu..." Ungkapnya.
Akhirnya Lika masuk ke dalam kamar Ricky, membuka lemari pakaiannya, mencari beberapa baju yang mungkin sangat di perlukan beberapa hari ini saat menjaga Sarah.
Dadanya bergetar ketika tangannya menyentuh baju milik Ricky, bukan hanya baju, tapi celana pendek, celana panjang bahkan celana dalam.
Lika jadi malu sendiri, kemudian dengan cepat dia memasukan baju-baju itu ke dalam sebuah tas. Setelah selesai dia keluar dari kamar itu.
"Mbak...ini tas bajunya ya...jangan ketinggalan, untuk makanannya nanti subuh aku akan masak dulu..." Kata Lika sambil meletakan tas itu di atas meja.
Setelah semua selesai, Lika masuk ke kamar Kezia dan duduk di tepi tempat tidurnya. Gadis kecil itu nampak lelap tertidur. Sekilas Lika memandang wajah manis gadis kecil itu. Setelah diselimuti ya, kemudian Lika menyusul tidur di sampingnya.
*************
Pagi-pagi sekali Lika sudah bangun dari tidurnya, anak-anak masih terlelap, Mbak Marni juga kelihatan masih di kamarnya.
Lika keluar dari kamar Kezia, dia berjalan menuju dapur, membuka kulkas, mengeluarkan beberapa bahan masakan dan kemudian mengolahnya.
Tidak butuh waktu yang lama, makanan sudah siap tersaji. Mbak Mar kelihatan tergopoh-gopoh dari kamarnya.
"Maaf Bu...saya kesiangan...semalam kurang bisa tidur..." Alasannya. Lika hanya menganggukan kepalanya.
"Tolong ambilkan tempat makan mbak...aku mau bawakan buat bapak..." Kata Lika. Dengan cepat Mbak Mar mengambilkan beberapa tempat makan.
"Sekarang Mbak Mar siap-siap dulu, sebentar lagi kerumah sakit ya...pagi ini biar anak-anak aku yang mengurusnya..." Ujar Lika.
Setelah berbenah sebentar, Lika memesankan taksi online untuk Mbak Mar. Tak lama kemudian Mbak Mar sudah pergi ke rumah sakit dengan taksi online nya.
Ketika semua beres, Lika duduk di sofa mulai membuka ponselnya hendak menelepon ke rumah.
"Halo Lia! Kamu udah bangun kan...?"
__ADS_1
"Kak Lika? Ngapain dirumah pake telepon segala?" Tanya Lia yang mengira Lika masih ada di kamar tidurnya.
"Hei...kamu pikir aku ada di rumah? Aku sekarang ada di rumah Kezia dan Nando...aku hanya mengabari, supaya nenek tidak kuatir..." Jawab Lika.
"Apa? baru kemaren kakak bilang mau mundur dari kehidupan mereka? Sekarang malah menginap dirumahnya...bagaimana sih??" Cetus Lia.
"Jangan berprasangka buruk dulu...Papanya sedang menjaga mbak Sarah dirumah sakit...aku hanya menemani anak-anak...mungkin nanti mereka akan menginap di rumah Kita..." Jelas Lika.
"Oke lah....terserah kakak..." Sahut Lia.
"Tolong kamu bereskan kamar dulu ya Lia...biar anak-anak nyaman di rumah kita..."
"Oke..." Jawab Lia singkat.
Lika menutup teleponnya. Dilihatnya Kezia sudah bangun lalu duduk, kemudian Nando juga menyusulnya duduk di sebelahnya.
"Lho...kalian sudah bangun...cepat sekali..." Kata Lika.
"Iya Bu...tadi aku cari-cari ibu...kirain ibu pergi..." Ujar Nando.
"Aku juga...pas bangun kaget ibu gak ada di sebelahku..." Tambah Kezia.
"Kalian bisa saja...biasanya juga kan tidur sendiri...ayo cepat mandi dulu...setelah itu sarapan ya..." Ucap Lika sambil beranjak bangkit dari duduknya.
***********
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya ponselnya berdering, Lika langsung mengangkatnya.
"Halo..."
"Halo Lika...aku butuh pakaianku...sudah berapa lama aku tak ganti baju..." Suara Ricky di sebrang.
"Hah...bukankah aku sudah menyuruh mbak Mar untuk mengantar pakaian dan makanan? Masa dia belum sampai juga? Dia berangkat dari subuh tadi!" Jelas Lika.
"Ya ampun...tapi dia belum disini...aku sudah tidak tahan...akhir-akhir ini mbak Mar selalu tidak beres kerjanya, bahkan dia jarang mengangkat teleponku..." Keluh Ricky.
"Bagaimana kondisi mbak Sarah?" Tanya Lika.
"Dia stabil...kondisinya cukup baik untuk saat ini..." Jawab Ricky.
"Syukurlah...."
"Kalau begitu aku akan pulang dulu sekarang...kalian tunggu dulu dirumah ya...jangan kemana-mana!" Kemudian Ricky mematikan teleponnya.
Setelah beberapa lama, Ricky akhirnya pulang dengan wajah dan pakaian yang kusut karena beberapa hari tidak ganti, matanya merah karena kurang tidur.
__ADS_1
"Dimana mbak Marni?!" Tanya Ricky ketika sampai di rumah.
"Tidak tau...aku juga menunggunya..." Jawab Lika.
"Dimana anak-anak?"
"Sedang bermain di kamar Nando..." Sahut Lika.
Ricky lalu duduk di sofa dengan wajah kesal ditambah lagi tubuhnya yang lelah beberapa hari terakhir ini.
"Sebaiknya bapak mandi dan makanlah dulu...supaya lebih segar..." Tawar Lika. Lalu Ricky segera beranjak bangkit dari duduknya dan melakukan seperti apa yang diperintahkan Lika.
Tiba-tiba terdengar suara gerbang diketuk-ketuk. Spontan Ricky yang hendak ke kamar mandi segera keluar.
Ternyata ada dua orang security yang mencarinya.
"Ada apa pak?" Tanya Ricky.
"Benar barang-barang ini milik bapak?" Kata seorang security sambil menunjukan sebuah tas dan sebungkus makanan.
"Betul pak...itu milik saya!" Pekik Ricky.
"Kami menemukan ini di pinggir jalan dekat pos security, ada yang melihat menaruhnya tadi pagi, menurut saksi...yang menaruh ini keluar dari rumah bapak..." Jelas security itu.
"Ya Tuhan Mbak Marni....oke pak...trimakasih !" Ucap Ricky pada kedua security itu sebelum mereka pergi.
"Ada apa pak?" Tanya Lika yang menyusulnya.
"Lika...ini barang yang kau siapkan untukku bukan?"
"Iya...itu barang yang tadi pagi Mbak Mar bawa...kenapa bisa ada disini?" Lika keheranan.
"Hmmm....ayo ikut aku...ada yang aku curigai..." Kemudian Ricky segera menarik tangan Lika menuju ke kamarnya.
Ricky membuka lemari kamar itu, membuka laci dan menjelajah semua, namun dia tidak menemukan sesuatu.
"Apa yang sedang bapak cari?" Tanya Lika makin heran.
"Benar dugaanku...mbak Marni telah mencuri uangku... kurang ajar!!" Geram Ricky.
"Uang? Aku tak melihat mbak Mar mengambil uang itu..." Kata Lika.
"Iya aku yakin...dia tau aku menyimpan uang disini...sekarang dia kabur...aku harap dia tak akan kembali lagi!!" Dengus Ricky.
'Ya Tuhan...kalau tidak ada siapapun di rumah ini...siapa yang akan mengurus Kezia dan Nando? apakah hal yang dulu akan terulang kembali?' Batin Lika betanya-tanya.
__ADS_1