
Mobil Ricky sudah terparkir di rumah sakit, kemudian mereka berempat segera turun dari dalam mobil, Kezia dan Nando nampak masih mengantuk. Lika menuntun Kezia sementara Ricky menggendong Nando di punggungnya.
Setelah mereka sampai di lobby, Lia sudah menunggunya disana, wajahnya kelihatan kusut dan sangat lelah.
"Huh...akhirnya kalian sampai juga...aku mau pingsan rasanya menunggu...!" Cetus Lia.
"Lho...Leo tidak bersamamu?" Tanya Lika.
"Ya tidak lah...dia kan bukan orang yang gak ada kerjaan menungguku seharian..." Sahut Lia.
"Maaf Lia...ini barang-barangmu...kau istirahat dulu di mobil...sama Kezia dan Nando juga...kasihan mereka sangat mengantuk...jangan takut...mobil nyaman di pakai tidur, sudah ada kasur lipat, selimut dan bantal...tidak kalah seperti di hotel..." Jelas Lika sambil menyodorkan tas milik Lia.
"Okelah...aku mau tidur..." Jawab Lia.
"Kezia...kamu tidur lagi ya Nak...di mobil sama Tante Lia..." Kata Lika. Kezia hanya menganggukkan kepalanya.
Kemudian mereka kembali lagi ke parkiran mobil. Ricky meletakan Nando yang tertidur di jok belakang, sementara Kezia di jok tengah.
"Lia...tolong jaga anak-anak...jendela kaca di buka sedikit ya supaya ada udara masuk..." Kata Lika. Lia hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah memastikan semua aman, Lika dan Ricky segera masuk dan naik ke atas ke ruang ICU tempat Nenek di rawat. Setelah mereka sampai, betapa pedih hati Lika melihat Neneknya terbaring tak berdaya dengan beberapa selang ditubuhnya.
"Papa...aku tak tega melihat Nenek seperti ini...pasti sakit rasanya..." Ucap Lika sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ricky. Ricky merengkuh Lika dan mencium keningnya.
"Tenang sayang...Nenek akan baik-baik saja...kita doakan untuk kesembuhan Nenek...jangan sedih dan kuatir....ingat sayang...kau sedang mengandung anak kita..." Kata Ricky. Lika mengelus lembut perutnya.
"Iya Pa...anak kita pasti kuat...untung aku tidak mual-mual seperti kebanyakan orang...dia sungguh luar biasa..." Ungkap Lika lirih.
"Ya...ibunya luar biasa pasti anaknya juga hebat...apalagi Papanya..." Ucap Ricky bangga. Lika mencubit perut Ricky hingga laki-laki itu meringis.
"Saat seperti ini kau masih bisa bercanda..."
"Biar tidak stress...." Sahut Ricky.
"Papa..."
__ADS_1
"Apa..."
"Aku mau di samping Nenek..."
"Tapi kau tidak akan bisa tidur...kasihan dong dedeknya...." Sergah Ricky.
"Tapi kasihan Nenek sendirian...dia butuh orang untuk menemaninya..."
"Hmm...begini saja...aku ijin perawat untuk menggeser sofa ke dekat tempat tidur Nenek, jadi kau bisa lebih nyaman...bagaimana sayang?"
"Wah...ide yang bagus...suamiku pintar juga..." Sahut Lika dengan wajah berbinar.
Kemudian Ricky segera keluar ruangan menemui perawat, tak berapa lama dia sudah kembali dengan membawa satu sofa dan di letakannya di sisi tempat tidur Nenek.
"Cuma satu Sofanya? Mana muat untuk kita berdua?" Tanya Lika.
"Cukup...aku akan memangku mu sayang...jadi kalau kau mengantuk, kau bisa tidur di dadaku..." Jawab Ricky sambil tersenyum.
"Tapi kan nanti Papa yang capek dan pegal-pegal..." Sergah Lika.
"Huh...dasar modus! Selalu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan..." Sungut Lika.
Akhirnya setelah melalui perdebatan, mereka sepakat untuk menunggu Nenek dengan satu sofa. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, Ricky sudah kelihatan mengantuk, dia bersandar disofanya, sementara Lika masih memandang Neneknya yang terbaring dengan wajah sendu.
"Nenek...sadarlah...jangan seperti ini Nek...jangan buat aku takut..." Lika mulai menangis. Dia menggenggam tangan Nenek yang dingin, kemudian tangan itu diciuminya.
"Nek...kenapa kau diam saja...pokoknya besok pagi kau sudah harus sadar...apa Nenek tidak kasihan melihatku, melihat Lia, juga cicit-cicit Nenek...kami semua mengkhawatirkan mu Nek...ayo bangunlah..." Isak Lika sambil menggenggam tangan Nenek dan diletakan di pipinya.
Melihat ada guncangan halus di tubuhnya, Ricky terbangun dari tidurnya, dia kaget melihat Lika bukannya bersandar di dadanya malah menangis di samping Neneknya.
"Sayang kau kenapa...ini sudah jam berapa sayang...masa kau belum tidur..." Ucap Ricky kuatir sambil memeluk Lika.
"Pa...Nenek..." Lika menangis di dada Ricky. Dengan lembut Ricky mengelus rambut Lika.
"Ssst....ayo tidur di pelukanku sayang...percaya padaku...besok Nenek sudah sadar...dia tidak akan tega melihat kita semua menderita karena memikirkannya..." Kata Ricky sambil membenamkan kepala Lika di dadanya, dengan posisi duduk di sofa, Ricky menjadikan dadanya sebagai bantal sambil sesekali dia mengecup rambut Lika dengan sayang. Akhirnya setelah Ricky dengan lembut mengusap usap kepala Lika, wanita itupun tertidur dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
*********
"Hei...apa-apaan kalian ini peluk-pelukan di depan orang tua?!" Suara itu mengagetkan Lika dan Ricky yang masih tertidur, mereka berdua membulatkan matanya melihat ke arah Nenek yang sudah membuka matanya dengan sempurna.
"Nenek...!!!" Pekik Lika dan Ricky bersamaan.
"Nenek sudah sadar? Papa....ayo panggil dokter atau perawat atau siapa saja...!!" Seru Lika. Ricky langsung berlari keluar sambil setengah berteriak memanggil perawat. Beberapa perawat muncul tergopoh-gopoh.
"Oh...Nenek Darmi sudah sadar...syukurlah...masa kritisnya sudah lewat..." Kata seorang perawat.
"Bersabar dulu ya...nanti kita tunggu visit dokter...sebentar lagi dokter sudah datang kok..." Ujar perawat yang lain.
Kemudian perawat itu membuka jendela kamar itu, matahari dengan semburat cahaya dan kehangatannya masuk menerobos melalui kaca jendela kamar itu.
"Nenek...aku bahagia Nenek sudah sadar...tidak sia-sia aku menangis semalam untuk Nenek..." Kata Lika sambil mencium tangan Nenek.
"Masa sih? Semalam Nenek bermimpi...pergi ke padang rumput yang luaass sekali....tapi tiba-tiba ada yang memanggil Nenek...dan akhirnya Nenek kembali lagi...mencari suara siapa yang memanggil itu..." Ucap Nenek. Lika langsung memeluk tubuh Neneknya itu.
"Nenek...kita semua sayang Nenek....makanya Nenek harus kembali...melihat bayi ku lahir ke dunia nanti..." Kata Lika dengan mata yang berbinar.
Tidak berapa lama kemudian muncul Lia, Kezia dan Nando yang langsung masuk keruangan itu.
"Nenek buyut....kata Papa Nenek buyut sudah sadar ya...kami senang makanya langsung kemari deh..." Seru Nando.
"Iya Nek...Nenek cepat sembuh ya biar bisa cepat pulang kerumah..." Ujar Lia yang langsung memeluk Neneknya itu.
"Iya...iya...Nenek jadi terharu...ternyata kalian semua menyayangi Nenek..." Kata Nenek sambil berkaca-kaca.
Lika melirik ke arah Ricky yang sedari tadi diam saja tanpa komentar, laki-laki itu masih duduk di Sofanya. Perlahan Lika mendekatinya.
"Papa kenapa...kok wajahnya tegang begitu?" Bisik Lika lirih.
"Itu...kakiku keram...hampir semalaman kau tidur di atasku...urat dan sendi rasanya ngilu semua..." Jawab Ricky.
"Oalaa Papa...kan sudah ku bilang, kau pasti capek dan pegal...tapi tenang saja ya...nanti malam pasti aku pijitin plus plus..." Kata Lika sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
************