Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Pelabuhan Terakhir


__ADS_3

Ricky membuka sebuah buku harian milik Sarah. Lika membaringkan tubuhnya di samping Ricky, menemani suaminya itu.


Lembar pertama buku harian itu terbuka, berisi curahan hati Sarah. Mungkin dia tidak punya teman yang sebagai tempat curahan hati.


'Aku tidak pernah tau apa itu cinta, bagiku cinta itu jahat dan palsu, selalu membuat orang merana dan patah hati...sama seperti saat Dia meninggalkan aku dalam keadaan terpuruk...kini aku membenci Dia yang kukira bisa membuat aku bahagia...'


'Melihat ketulusan Ricky merawat anak-anakku....aku baru sadar bahwa cinta itu adalah sebuah hati yang ikhlas tanpa pamrih, memberi tanpa meminta, berkorban tanpa mengingat...itulah cinta yang sebenarnya...'


'Aku ingin menggapai cinta itu, aku ingin meraih mimpi itu, membingkai kembali sebuah pecahan kaca, walaupun tak bisa kembali utuh...'


'Namun aku terlambat menyadari, Saat cinta itu telah pergi dariku...aku sudah kehilangan sebuah cinta yang memberikan aku sebuah harapan...'


'Siang itu aku pergi meninggalkan rumah sakit, aku ingin menghalangi pernikahan Ricky dengan seorang guru, yang aku tau sangat di cintai Ricky dan anak-anakku juga menyayanginya, egoku membawa aku menjadi pribadi yang jahat dan dengki, bahkan aku tidak sadar bahwa nyawaku kini sudah di ujung tanduk...'


'Ternyata bukan cuma aku yang ingin menghancurkan pernikahan itu, ada pribadi lain yang sama-sama dengki dan egois, dia adalah Bayu, aku dan Bayu memiliki nasib yang sama, sama-sama kehilangan cinta yang datang terlambat...'


'Namun tiba-tiba aku sadar, malam ini ku tolak kerjasama dengan Bayu, bajingan itu. Apa yang akan kami lakukan itu bukan cinta, tetapi dendam, dendam yang membawa kami dalam kehancuran...'


'Tubuhku semakin lemah tak berdaya, bahkan untuk berjalan saja rasanya begitu sulit, apakah aku akan mati tanpa melihatnya? Tanpa melihat Ricky yang ternyata aku telah mencintainya, walaupun cinta yang datang itu sudah terlambat...'


'Ricky sudah menemukan pelabuhan terakhirnya, aku bahagia akhirnya senyum itu bisa kembali terpancar di wajah tampannya, kendati selama aku hidup bersamanya tak sedikitpun aku memberinya kebahagiaan....aku sangat menyesal....'


'Aku menyadari waktuku tidak akan lama lagi....mungkin aku akan cepat pergi meninggalkan dunia ini, entah kapan, aku hanya bisa menunggu waktuku...:


'Sebagai wujud cintaku pada Ricky, aku lindungi dia dari kejahatan Bayu, lagi-lagi aku meminta bantuan Bella, namun kali ini bukan bantuan untuk kejahatan, namun supaya aku bisa berbuat sesuatu untuk Ricky....paling tidak di akhir sisa hidupku...'


'Lika adalah cahaya dalam hidup Ricky, aku tak berhak untuk memadamkan cahaya itu, ku jaga cahaya itu dengan memberikan dia makanan dan kebutuhannya saat dia dengan setia menjaga Ricky di rumah sakit...ku hargai dia dengan karangan bunga yang kuberi dengan ikhlas....paling tidak sebelum aku menutup mata....'


'Aku sendiri dalam kesunyian, tidak ada teman apalagi cinta....aku menderita dalam keterpurukan, namun aku menyadari, itu adalah buah yang aku taburkan selama ini...dan sekali lagi, aku sangat menyesal....'


'Malam ini aku begitu kesakitan, bahkan tanganku pun sulit untuk di gerakan, menulis kalimat demi kalimat membuat aku semakin lemah...namun dalam hatiku....masih ada Ricky ....laki-laki luar biasa yang pernah ku sakiti hatinya...'


'Sebelum aku pergi....ingin rasanya aku mencurahkan seluruh perasaan ini kepadanya....Ricky....laki-laki yang pernah singgah dalam hidupku....yang pernah kusia-siakan....dan aku sangat menyesal...'


'Hanya karena sebuah cinta masa lalu sesaat...membuat aku kehilangan cinta yang sesungguhnya....aku sangat menyesal....'


'Sakit sekali tangan ini untuk menuliskan seluruh perasaanku...sakit...Ricky...apakah dia akan mengetahui bahwa kini aku sangat mencintainya....ku bawa rasa ini sampai mati....'


'Ricky....hanya nama itu yang ku ingat....hanya nama itu...besok entah aku bisa menulis lagi atau tidak...rasanya sakit sekali....sakit....'


'I Love you Ricky....good bye...'

__ADS_1


Ricky menyeka wajahnya yang sempat basah sebelum menutup buku harian itu.


"Papa....sudahlah....waktu sudah malam...bukankah besok kita akan mengantar Martin Dan Nando ke Bandara?" Ucap Lika sambil mengusap lembut bahu Ricky.


"Iya sayang...tidur peluk aku ya..."


"Ya...ya....tidurlah..." Lika memeluk dan mengusap kepala Ricky sampai pria itu tertidur.


***********


Di Bandara pagi itu, Martin dan Nando masih berdiri dengan dua buah koper ditangannya. Masih 15 menit lagi pesawat akan berangkat.


"Nando...kau baik-baiklah dengan ayahmu...jangan lupa kabari Papa jika sudah sampai..." Kata Ricky.


"Siap Pa..." Sahut Nando.


"Martin...ku titip anakku...nanti setibanya kalian di Malaysia langsung hubungi ponselku!' Seru Ricky.


"Ya...kau tenang saja Ricky...urusi saja anakmu yang lain...bukankah kau akan dapat banyak anak dari istrimu ini??"


"Tapi Nando juga anakku....!"


"Anakku! Dia anakku satu-satunya...!" Sergah Martin.


"Ayah...ayo kita berangkat, pesawatnya sudah mau jalan..." Kata Nando yang mendengar suara pemberitahuan keberangkatan pesawat.


Mereka berpelukan dan berpamitan. Tubuh keduanya menghilang saat turun dari eskalator.


Lika menangis melihat Ricky yang menatap kepergian mereka dengan wajah yang sendu, dipeluknya laki-laki yang kini menjadi nahkoda dalam bahtera kehidupan pernikahannya.


"Sayang ...ayo kita wujudkan ucapan Martin..." Kata Ricky.


"Ucapan Martin yang mana?"


"Aku akan mendapat banyak anak darimu..."


"Kau tak perlu mewujudkan nya lagi..."


"Apa maksudmu?"


"Aku sudah telat satu bulan..."

__ADS_1


"Hah??! Benarkah??"


Lika tersenyum kemudian menganggukan kepalanya.


"Kau akan mendapatkan anak lagi pengganti Nando..."


Ricky spontan langsung menggendong Lika dan berjalan menuju ke parkiran bandara, tidak perduli ratusan mata yang memandang kearah mereka dengan tatapan aneh.


Sesampainya di rumah, dengan antusias Ricky masuk dan memanggil seluruh keluarga. Ada Nenek, Lia yang menggendong Given, Mbok Narti, Burhan juga Kezia.


"Dengar kalian semua....hari ini aku akan merayakan kebahagiaanku juga kebahagiaan kita semua...."


"Iiih Papa apa-apaan sih ..sudah kayak upacara bendera saja...heboh deh ah..." Ujar Kezia.


"Ada apa Ricky....bicara yang jelas...aku sudah tua...pendengaran ku mulai berkurang..." Sahut Nenek.


"Kita semua akan makan di restoran terenak di kota ini....karena aku baru mendapat anak lagi dari istri ku ini..."


"Hah??!" Semua orang membulatkan matanya.


"Kakak hamil lagi??" Tanya Lia. Lika mengangguk malu.


"Keterlaluan kau Ricky...Given baru berusia enam bulan kau sudah membuatkan adik untuknya!!" Cetus Nenek.


"Ah....nenek tenang saja...aku sudah sepakat dengan Lika, bahwa kami akan memiliki banyak anak-anak...." Seloroh Ricky.


"Papa jangan buat malu deh...aku sekarang sudah SMP masa punya banyak adik bayi??"


"Tenang saja Kezia...nanti kau juga akan senang saat melihat adik-adikmu yang lucu-lucu..." Kata Ricky sambil menarik tangan Lika naik keatas menuju ke kamarnya.


"Terimakasih sayang...." Bisik Ricky.


"Terimakasih untuk apa??"


"Atas cintamu....kau lah pelabuhan terakhir dalam hidupku, kita akan terus bersama sampai tua, sampai melihat anak-anak kita dewasa....dan melihat cucu-cucu kita kelak..." Ucap Ricky sambil membawa Lika dalam pelukannya kemudian membaringkannya dalam ranjang cinta kasih mereka.


...TAMAT...


************


Terima kasih Author ucapkan atas kesetiaan kalian dalam membaca karyaku...🙏

__ADS_1


Jika berkenan bisa mampir ke karya Author yang lain, bisa klik profile.


__ADS_2