
Lika dan Alan telah sampai di parkiran rumah sakit, tiba-tiba Lika menghentikan langkahnya.
"Pak Alan, pulanglah duluan...aku akan menunggu Miss Bella di sini...ada yang mau aku tanyakan padanya..." Kata Lika.
"Tapi Bu...ini sudah malam, apa nggak menunggu besok saja...kita juga nggak tau kapan Bella sampai disini..." Sergah Alan.
"Tidak pak Alan...aku harus menuntaskannya hari ini juga, soal pulang gampang lah...aku bisa pesan ojek online atau taksi..." Kilah Lika.
"Baiklah...kau boleh menunggu bella, aku akan menemanimu..."
"Jangan pak...ku mohon...aku tak ingin memperkeruh suasana...pak Alan kan tau bagaimana perasaan Miss Bella terhadap bapak..." Kata Lika sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Aku akan menunggumu di dalam mobil...jadi aman kan tidak kelihatan..." Ujar Alan bersikeras.
"Ya sudah terserah bapak...aku akan tunggu Miss Bella di dekat mobilnya...tapi ingat...apapun yang terjadi tetaplah di dalam mobil...jangan sekali-kali keluar atau memunculkan wajahmu..."
************
Akhirnya Lika bertekad menunggu Bella malam itu juga. Hingga dua jam Lika menunggu di depan mobil Bella, dan beberapa kali Alan juga meneleponnya dari dalam mobil, namun Lika tetap bersikukuh untuk tetap menunggu Bella.
Hingga akhirnya setelah Lika menahan kantuk dan lelahnya, Bella muncul dari arah lobby menuju ke parkiran mobilnya, alangkah terkejutnya Bella saat melihat Lika sudah berdiri disana.
"Bu...Bu Lika...kok disini?" Sapa Bella gugup.
"Halo Miss Bella...kenapa begitu kaget melihat aku disini? Miss Bella sendiri sedang menjenguk siapa dirumah sakit ini?" Cecar Lika. Bella terdiam beberapa saat lamanya.
__ADS_1
"Oke...aku jelaskan...aku disini untuk menjenguk sepupuku yang sedang sakit..." Ucap Bella.
"Sepupu? Mbak Sarah mantan istri pak Ricky itu sepupumu? Lalu kau kah yang meneror ku selama ini? Bahkan kau juga yang memata-matai rumahku? Sekarang katakan padaku...apa maksud semua ini??!" Pekik Lika. Bella terperanjat kaget.
"Da...dari mana kau tau??" Tanya Bella gugup.
"Tidak penting aku tau dari mana...sekarang sudah jelas bahwa kau pelakunya...apa maksudmu melakukan semua itu padaku? Apa aku pernah selama ini menyakitimu? Aku tau dulu kau yang memfitnah aku di depan pak Johan dengan foto-foto yang sengaja kau ambil...dan kau juga yang membuat rumor palsu tentang diriku...aku dulu mendiamkanmu...tapi sekarang...aku tidak bisa membiarkanmu..." Ucap Lika dengan mata yang menatap tajam ke arah Bella. Bella mundur beberapa langkah dari hadapan Lika.
"Baik...aku akan berterus terang padamu.."
"Ayo cepat katakan!" Teriak Lika.
"Bu Lika...terus terang aku sangat membencimu...sejak aku tau pak Alan menyukaimu, apalagi kau juga dekat dengan pak Ricky...sampai akhirnya sepupuku dari Amerika datang dengan membawa penyakit yang parah, dari dia aku tau bahwa Pak Ricky adalah mantan suaminya, Kezia dan Nando adalah anak kandungnya...aku memang tidak pernah kenal dengan pak Ricky dan kedua anaknya itu karena saat mereka menikah aku masih sekolah di luar negri..." Bella menghentikan ceritanya. Lika terlihat begitu shock mendengar cerita Bella.
"Namun setelah aku tau, sepupuku mbak Sarah pulang ke Indonesia untuk mencari kedua anaknya, dan ternyata kamu yang sudah mencuri kasih sayang Kezia dan Nando dari mbak Sarah...aku makin membencimu...bukan saja kau mengambil perhatian kedua anak itu, kau juga merebut perhatian mantan suaminya...karena itu selama ini diam-diam aku selalu mengintaimu, mencari informasi tentangmu juga pak Ricky, sekarang apakah kau paham?!!" Jerit Bella. Lika terhenyak mendengar pengakuan Bella.
"Tapi sekarang mbak Sarah sakit parah...dia yang lebih berhak atas mereka dari pada kamu! Jadi kumohon....menyingkirlah kamu dari kehidupan Ricky dan anak-anaknya..." Kata Bella.
"Bahkan aku sendiri yang mengantar anak-anak itu menemui Mamanya...karena aku tau, Pak Ricky akan sangat murka jika tau anak-anak itu bertemu Mama kandungnya..." Ujar Lika. Bella tertawa.
"Dasar bodoh! Kamu pikir pak Ricky bisa dengan mudah melupakan mantan istrinya...kamu jangan berharap lebih Bu Lika...ingat...mereka adalah keluarga...lebih baik Bu Lika pergi saja dari kehidupan mereka ...!" Sengit Bella. Lika terdiam, lidahnya mendadak Kelu, Lika tak tau harus bicara apa lagi, mungkin perkataan Bella ada benarnya.
"Miss Bella, kalaupun mereka bisa rujuk, aku akan sangat senang, tapi berhentilah menuduhku seperti itu...aku bukan perempuan rendah seperti yang kau kira dari dulu...aku tak ada maksud untuk merebut siapapun..." Ucap Lika melembut.
"Bagus! Sekarang pergilah...aku mau pulang...!" Bella segera mendorong tubuh Lika menyingkir dari depan mobilnya, kemudian dia segera masuk kedalam mobil dan bergerak pergi meninggalkan Lika yang berdiri terpaku.
__ADS_1
Alan yang sejak tadi menyaksikan kejadian itu dan berusaha menahan diri untuk tidak keluar mobil, setelah melihat Bella sudah pergi, akhirnya keluar dan mendapati Lika yang berdiri terpaku sambil menangis.
"Bu Lika tidak apa-apa?" Tanya Alan kuatir.
"Tidak pak...aku mau pulang sekarang..." Kata Lika sambil mengusap air matanya.
"Baik Bu...ayo aku antar pulang..." Alan segera membimbing Lika berjalan menuju mobilnya dan merekapun menaiki mobil itu dan berlalu meninggalkan rumah sakit yang sudah sepi itu.
Sepanjang perjalanan, Lika nampak terdiam dan sesekali meneteskan air matanya.
"Bu Lika...kalau butuh teman untuk berbagi beban...aku siap mendengarkanmu..." Ucap Alan lembut.
"Tidak pak...trimakasih telah mau direpotkan olehku..." Jawab Lika datar.
"Jangan sungkan padaku Bu...kamu pasti butuh teman...kalau mau menangis ya menangis saja jangan di tahan-tahan..." Kata Alan. Seketika Lika menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia pun menangis sesenggukan, Alan menghentikan mobilnya dan dengan lembut mengusap bahu Lika. Membiarkan Lika menangis beberapa saat lamanya.
Setelah dirasa cukup tenang, Lika membuka kedua tangannya dan mengucap wajahnya dengan sapu tangannya, matanya kelihatan sembab.
"Apa Bu Lika mau minum teh hangat...? Kebetulan disana ada kedai yang masih buka..." Tawar Alan sambil menunjuk sebuah kedai dari jendela mobilnya.
"Tidak usah pak Alan...aku mau cepat pulang saja..." Tolak Lika.
"Baiklah....ayo kita pulang..." Alan kembali melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Tidak berapa lama kemudian mereka telah sampai di depan rumah Lika, perlahan Lika turun dari mobil Alan.
__ADS_1
"Trimakasih ya pak..." Kata Lika sambil melambaikan tangannya. Alan hanya tersenyum dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju kerumahnya.
Perlahan Lika membuka gerbang rumahnya yang tidak terkunci, lalu dia merogoh kantung tasnya untuk mengambil kunci pintu rumahnya, sebelum Lika membuka pintu, pintu itu telah terlebih dahulu terbuka.