
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Ricky dan Lika serta Given bayi mungil mereka telah sampai di rumah, mereka semua telah rindu suasana rumah. Nenek dan Lia yang telah dahulu sampai, sudah membereskan rumah dan memasak untuk makan malam mereka.
Lika menggendong bayinya keatas di temani Ricky, kemudian mereka masuk kedalam kamar bayi yang sebelumnya telah mereka siapkan. Kamar Given berada tepat di sebelah kamar Ricky, ada pintu yang tersambung di dalam kamar itu, kamar bayi laki-laki dengan nuansa warna biru yang nampak indah, di tambah gambar benda-benda langit yang seolah menampakan cakrawala saat tidur di dalamnya. Lika sendiri yang mendesain kamar Given.
"Nah...Given...kau sudah sampai di kamarmu...bagaimana? Kau suka kan sayang...nanti bobo yang tenang di sini ya..." Kata Lika sambil mengecup sayang bayinya itu, kemudian dia meletakan Given di box bayi dengan warna senada.
"Asal jangan menangis saat Papa dan Ibu sedang bersama... " Tambah Ricky. Lika menyikut pinggang suaminya itu.
"Hush Papa...bayi pun kau perlakukan seperti orang besar...dasar kamu egois...Given...maafin Papamu ya...kadang dia suka mau menang sendiri...." Ujar Lika. Given mulai memonyongkan mulutnya kekiri dan ke kanan mencari susu, rupanya dia sudah lapar lagi. Kemudian Lika segera mengangkat bayinya dan duduk bersandar di ranjang besar kemudian mulai menyusuinya.
"Kenapa bayi ini selalu menyusu? Bahkan hampir setiap jam!" Tanya Ricky.
"Ya iya dong Papa ...ini kan memang kerjaannya bayi, apalagi bayi dengan ASI ekslusif seperti Given...tiap jam...bahkan tengah malam pun kalau dia lapar dia pasti menyusu..." Jelas Lika.
"Kalau begitu buka susumu yang satu lagi..." Ricky beranjak mendekati Lika sambil ikut berbaring di sebelahnya.
"Kau mau apa?? Jangan macam-macam deh...lebih baik kau keluar saja kalau berbuat yang aneh-aneh...!" Cetus Lika.
"Buka saja...aku juga mau menyusu...Given tak akan habis semuanya...dari pada mubazir....ayo...aku haus!" Ricky dengan sigap membuka kancing baju Lika dan mengeluarkan susunya dan dengan semangat menyusu seperti Given.
"Oh my God! Papa....apaan sih...bikin ribet aja...sama anak sendiri saingan...!!" Lika menepuk jidatnya sendiri, dan dia pun tidak bisa menghindari ulah suaminya itu karena posisi sedang menyusui Given.
Tiba-tiba Nando masuk tanpa mengetuk pintu. Lika terkejut melihatnya, namun sudah terlambat.
"Lho...kok Papa ambil susu dedek??" Tanya Nando heran. Lika segera mendorong tubuh Ricky menjauhinya.
"Hei Nando...kebiasaan...kalau masuk ketuk pintu dulu bisa??" Ricky mendengus kesal.
"Aku kan kangen sama dedek Given...mau ajak main..." Jawab Nando.
"Nando sayang...dedek lagi minum susu dulu ya...nanti kalau sudah selesai turun deh...kakak Nando tunggu di bawah ya..." Kata Lika lembut.
"Iya Bu...tapi Papa jangan di kasih susu Bu...kasihan dedek nanti kehabisan susunya...." Sahut Nando.
"Itu susu bukan hanya milik adikmu Nando...itu juga milik Papa...sudah kau turun saja...ajak main kakakmu...!" Seru Ricky. Kemudian Nando segera membalikkan tubuhnya dan keluar dari kamar Given.
"Dengar tuh Pa....kamu ada akhlak sedikit kek...!" Ketus Lika.
__ADS_1
"Yah kalau aku lagi ingin menyusu bagaimana??"
"Dasar modus!! kenapa sih sejak Given lahir bawaannya iri terus sama anak sendiri...kamu kan sudah puas Pa...bahkan sebelum Given lahir...awas ya....kalau melakukan hal itu lagi...tidak akan ku beri jatah mu!!"
"Ampun sayang...jangan gitu dong....iya iya aku janji deh..." Ucap Ricky sambil mencium pipi Lika.
"Ya sudah....sekarang minggir...aku mau turun, Nenek dan yang lainnya sedang menunggu di bawah..." Lika langsung berdiri dan membenahi pakaiannya, kemudian menggendong Given dan berjalan keluar kamar menuruni tangga ke bawah. Ricky mengikutinya dari belakang.
Di bawah, di meja makan besar, Nenek dan yang lainnya sudah menunggu, melihat Given dalam gendongan Lika, Lia langsung antusias mengambilnya.
"Hei...ponakan baru Tante Lia...yuk.kita main sama kakak-kakak...." Ujar Lia.
"Tante.. nanti gantian aku yang gendong..." Kata Kezia.
"Aku juga mau gendong....aku duluan...!" Sambung Nando.
"Iya...iya...nanti kalian antri ya gendong dedek Given, sekarang ayo kita makan dulu..." Kata Lika.
Lalu merekapun mulai makan bersama-sama, Given di letakan di dalam stroller di samping meja makan.
"Huuu...Nenek curang! Kan tadi aku udah duluan...." Cetus Nando.
"Sudah...sudah...dari pada rebutan lebih baik gendongnya urutan saja...di mulai dari yang lebih tua....yang pertama Nenek...terus Tante Lia...habis itu Kezia...lalu setelah itu Nando deh....gimana? Adil kan..." Ujar Lika sambil tersenyum.
"Setuju...!!" Sahut Ricky tiba-tiba. Nando nampak cemberut karena dia mendapat urutan paling akhir.
"Lalu mbok Narti kapan dong kebagian gendong Given...?!" Seru mbok Narti yang tiba-tiba muncul sambil membawa termos es buah.
"Mbok Narti kapan-kapan saja kalau kita udah sekolah..." Jawab Kezia.
"Oalaa....lama dong nunggunya....ya sudah...siapa yang mau es buah buatan mbok Narti??" Tanya mbok Narti. Kezia dan Nando dengan antusias langsung menyerbu untuk mengambil es buah.
Lika mengangkat Given dari dalam Stroller dan memberikannya pada Nenek.
"Ini Nek...cicit Nenek...hati-hati ya..." Kata Lika. Nenek memandang cicitnya itu dengan wajah yang penuh haru.
"Akhirnya....aku masih bisa menyaksikan cucuku melahirkan mu....akhirnya Lika menikah juga dan punya anak...impianku terwujud...saat ini aku bahkan bisa menggendongnya dengan tanganku sendiri..." Mata Nenek mulai berkaca-kaca. Lika merengkuh Neneknya itu.
__ADS_1
"Nenek...jangan menangis....nanti aku juga ikut menangis...." Ujar Lika.
"Ini air mata kebahagiaan...Nenek juga berharap di beri umur panjang sampai Lia juga menikah dan punya anak...walaupun masih lama..." Sambung Nenek.
"Nenek pasti panjang umur kok...asal hati nenek senang...." Tambah Ricky.
"Betul Nek...Nenek akan tetap sehat terus sampai melihat banyak cicit-cicit nenek berkeliaran...kesana sini...sampai penuh deh rumah ini..." Kata Lia.
"Nenek buyut...gantian dedeknya kasih ke Tante Lia...biar aku bisa cepat menggendongnya...!" Cetus Kezia tiba-tiba.
"Oh...iya...iya...ada yang tidak sabar menunggu rupanya..." Sahut Nenek yang langsung memberikan Given ke arah Lia.
Ting tong... ting tong....
Suara bell rumah tiba-tiba berbunyi. Bergegas Ricky membukakan pintu rumahnya. Seorang laki-laki muda sudah berdiri di hadapannya.
"Maaf cari siapa ya Mas....?" Tanya Ricky.
"Saya mau cari ibu saya....mbok Narti..." Sahutnya.
"Mbok Narti? Mas ini anak mbok Narti?" Tanya Ricky lagi.
"Iya Pak...saya Burhan anaknya mbok Narti..."
Mbok Narti tiba-tiba sudah ada di belakang Ricky.
"Burhan...kamu kemari? Ada apa Nak?" Tanya mbok Narti sambil memeluk anaknya itu.
"Aku di pecat mbok...sekarang aku pengangguran...aku butuh kerjaan...istriku kabur dari rumah karena aku nganggur..." Jelas Burhan.
"Ya ampun Burhan....kasian amat kamu..."
"Mbok...ajak masuk dan makan anakmu...soal kerjaan gampang...nanti aku akan membantunya mendapat pekerjaan layak..." Kata Ricky.
"Trimakasih Pak...trimakasih..." Jawab Mbok Narti sambil membungkukkan badannya.
*************
__ADS_1