Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Ricky memarkirkan mobilnya di garasi, Lika turun dan langsung menjumpai Nenek dan Lia yang sedang sarapan di meja makan.


"Anak-anak sudah mulai sekolah ya...jadi sepi rumah kalau Kezia dan Nando sekolah..." Kata Nenek.


"Tenang aja Nek...nanti siang mereka pulang sudah rusuh lagi...Oya, dimana Sri? Kok aku tidak melihat dia?" Tanya Lika sambil ikut gabung duduk bersama Nenek dan adiknya.


"Entah kemana itu anak...tadi dia pamit mau belanja keperluan dapur di pasar...sudah dua jam lebih belum kembali...padahal pasarnya dekat sekali...cuma 10 menit jalan kaki..." Kata Nenek sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah Nek...nanti kalau dia pulang akan kutanyakan dia..." Sahut Lika.


"Kak...kayaknya sekarang tempat kakak mengajar jadi jauh deh...sekarang kan kita tinggal bukan di pusat kota Jogja lagi...perjalanan saja bisa satu jam lebih..." Ujar Lia. Lika nampak berpikir.


"Iya sih...tapi...bagaimana ya...aku juga kan baru mengajar di sana.." Sahut Lika.


"Lika...kau kan sudah menikah...apa tidak sebaiknya kau pindah mengajar saja...di sekolah anak-anak...bukankah lebih efektif?" Tanya Nenek.


"Setuju!!" Tiba-tiba Ricky sudah duduk di samping Lika.


"Aku tidak ingin istriku lelah karena jarak sekolah yang jauh...benar kata Nenek...lebih baik kau pindah ke sekolah anak-anak saja...selain lebih dekat, kau bisa bertemu mereka setiap saat..." Lanjut Ricky sambil menggenggam tangan Lika.


"Tapi...baiklah...beberapa hari ini aku coba pikirkan lagi..." Ujar Lika.


"Tapi jangan lupa rencana bulan madu kita..." Sergah Ricky.


"Bulan Madu?!" Seru Nenek dan Lia bersamaan. Wajah Lika memerah seketika menahan malu.


"Iih...si Papa ngomong nggak tau tempat!" Sungut Lika sambil mencubit perut Ricky. Ricky meringis.


"Nek...aku mau mengajak cucumu itu bulan madu...aku titip Kezia dan Nando ya...aku butuh hanya berdua saja dengan Lika...paling hanya tiga hari..." Kata Ricky dengan cueknya.


"Oh...kalau masalah titip tenang saja Pak Ricky...aku siap!" Seru Lia semangat.


"Silahkan kalian pergi saja bulan madu...biar anak-anak bersama kami..." Sambung Nenek.


"Trimakasih Nek....Lia...pokoknya aku akan bawakan oleh-oleh yang banyak buat kalian..." Ujar Ricky senang. Kemudian Lika segera menarik tangan Ricky menjauh dari meja makan. Nenek dan Lia nampak senyum-senyum.

__ADS_1


"Dasar Kau...sudah tua masih berpikir bulan madu segala...malu-maluin saja...!" Cetus Lika berbisik.


"Aku masih muda...baru 37 tahun...tenaga masih Joss...bukankah kau sudah merasakannya??" Jawab Ricky.


"Diam kau! Awas sekali lagi ku dengar ngomong sembarangan depan Nenek...asal kau tau...Nenek itu tidak ngerti apa itu bulan madu...!" Geram Lika.


"Permisi..." Tiba-tiba Sri sudah ada di belakang mereka. Ricky dan Lika agak terperanjat.


"Sri...dari mana saja kau? Kata Nenek kau ke pasar begitu lama..." Tanya Lika.


"Saya...beli bahan-bahan yang sudah habis di dapur Bu...ini..." Jawab Sri sambil menunjuk kantong plastik belanjaannya.


"Baik...lain kali kalau ke pasar jangan terlalu lama ya..." Tegas Lika.


"Baik Bu..." Jawab Sri sambil melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


"Sudahlah sayang....ayo..." Ricky menarik tangan Lika menuju ke lantai dua kamar mereka. Sesampainya di kamar, Ricky langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


"Jam segini kau masih mau tidur lagi Pa? Keterlaluan!" Dengus Lika.


"Bukan...kau tau kan ini kesempatan bagus...anak-anak ke sekolah...tidak ada lagi yang mengganggu kita..." Ujar Ricky sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ayo...sebentar saja...habis ini aku akan mengajakmu ke proyek..." Kata Ricky sambil membuka bajunya.


"Untuk apa ke proyek?"


"Supaya kau tau apa yang di kerjakan suamimu...aku akan memperkenalkan beberapa orang kepercayaanku disana...proyekku kan proyekmu juga sayang...aku juga mau memberi tugas asistenku...karena beberapa hari kita akan bulan madu...jadi aku juga off dulu...fokus sama istriku saja..." Jelas Ricky. Lika menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah.. kalau begitu kau cepat ganti baju sana...kenapa malah berbaring disitu...?"


"Ah...masa kau tidak tau maksudku? Ayo mendekatlah...sebentar saja..." Lika perlahan mendekati suaminya itu. Kemudian ikut berbaring disampingnya.


"Kita akan membuat adik untuk Kezia dan Nando..." Bisik Ricky sambil mencium lembut bibir Lika.


**********

__ADS_1


Ricky membawa Lika berkeliling lahan seluas 5 ribu hektar itu dengan mobilnya, hingga mereka sampai di sebuah kantor pemasaran, ternyata perumahan tersebut aksesnya adalah jalan tol yang langsung tersambung ke perumahan itu.


"Kau benar-benar hebat Papa Ricky.. aku bangga padamu..." Bisik Lika lirih.


"Ini semua juga adalah milikmu sayang...ayo masuk..." Ricky menggandeng Lika masuk ke kantor pemasaran yang cukup besar itu, di dalamnya banyak miniatur rumah.


"Sayang....kau sudah tau kan ini adalah Bayu, tangan kananku..." Kata Ricky sambil memperkenalkan Bayu yang sedang duduk dengan beberapa orang. Bayu nampak terkejut melihat kedatangan mereka.


"Oh...Pak Ricky... Selamat siang pak..." Sapa Bayu yang langsung berdiri.


"Bayu...dalam 3 hari ini aku akan pergi bulan madu dengan istriku...aku percayakan proyek ini padamu...tolong kau urus semuanya..." Jelas Ricky sambil tetap menggandeng tangan Lika.


"I...iya Pak..." Jawab Bayu gugup. Sekilas ia melirik ke arah Lika.


"Bagus...nanti di dekat rumahku...rencana aku akan membangun sekolahan untuk istriku...tolong segera kau hubungi kontraktor yang handal...konstruksi bangunan harus dilakukan di tahun ini juga..." Tambah Ricky.


"Baik Pak..." Jawab Bayu.


"Ya sudah...lanjutkan pekerjaanmu...aku masih mau berkeliling dengan istriku..." Kemudian Ricky menuntun tangan Lika keluar dari kantor pemasaran dan menaiki mobilnya untuk mengelilingi proyek yang sedang di bangun itu.


"Pa...kenapa kau begitu percaya dengan orang tadi?" Tanya Lika.


"Bayu maksudmu? Aku sudah lama bekerja sama dengan dia...beberapa proyekku dia yang menangani, dia piawai dalam hal mendesain dan membangun...makanya aku selalu mempercayakan proyekku kepadanya..." Jelas Ricky.


"Papa tau latar belakangnya?"


"Hmm....setahuku dia pernah menikah, entah mengapa kini dia telah bercerai...setelah itu aku tidak mau tau lagi urusan pribadinya..."


"Papa...jangan terlalu mempercayakan seratus persen kepada orang lain...kau harus tetap mengontrolnya sendiri...atau kau boleh mengambil beberapa orang kepercayaan...bukan hanya satu orang..." Ujar Lika.


"Baiklah...demi istriku aku akan mempertimbangkannya... nanti aku akan cari lagi orang yang bisa di percaya...kau bantu mengontrol proyekku ya sayang...milikku adalah milikmu juga..." Ucap Ricky sambil mencium kening Lika.


"Satu lagi...jangan terlalu mengumbar kemesraan di tempat umum....aku malu...apalagi aku adalah seorang guru....kalau salah satu muridku melihat...mau di taruh dimana wajahku ini..."


"Oke...oke...aku akan mengumbar di tempat khusus saja...kalau ini kau pasti setuju kan..."

__ADS_1


"Iih...dasar kau...puber tingkat dewa!" Cetus Lika kesal.


************


__ADS_2