Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Penerimaan Guru Baru


__ADS_3

Setalah mengantar Burhan mencari kampus dan Lia kuliah, Ricky membawa Lika dan Given ke sekolah yang baru, ada beberapa karangan bunga yang berjejer di sepanjang parkiran sekolah itu, padahal Lika dan Ricky belum open house, tapi entah mengapa begitu banyak karangan bunga ucapan selamat atas berdirinya sekolah baru itu.


"Selamat atas berdirinya sekolah ini Pak Ricky dan Bu Lika ..!" Pak Andi mengulurkan tangannya kepada Ricky dan Lika yang baru memasuki lobby sekolah mereka.


"Wow....luar biasa Pak Andi...sekolahnya sudah siap ber oprasional...trimakasih atas kerjasamanya..." Puji Ricky sambil menepuk-nepuk pundak Pak Andi.


"Akhirnya impianku untuk mengajar lagi sebentar lagi akan terwujud..."Gumam Lika senang. Dia menciumi wajah Given yang saat itu sedang senyum menatapnya.


"Sayang...sekarang kau lah yang menentukan guru-guru untuk mengajar di sekolah ini...sebentar lagi mereka akan datang untuk interview...mereka adalah guru-guru terbaik lulusan dalam dan luar negri..." Tambah Ricky.


"Benar Bu Lika...email yang ibu Lika balas pada saat mereka melamar, sekarang waktunya interview langsung....silahkan masuk keruangan nya..." Jelas Pak Andi.


Lalu mereka masuk kesebuah ruangan besar, ruangan khusus untuk interview para guru dan staf. Lika duduk di meja besar, sementara Given di taruh di dalam stroller, Ricky menemani Given sambil mendorong strollernya.


"Pak Andi...untuk interview awal biar saya yang handle...selanjutnya saya serahkan ke Pak Andi ya..." Kata Lika sambil menoleh ke arah Pak Andi.


"Saya bukan orang pendidikan Bu...latar belakang saya bukan guru..." Kilah Pak Andi.


"Iya Pak Andi...saya paham....tapi kan saya belum punya staf untuk interview...ini hanya sementara saja kok..." Jelas Lika.


"Baiklah Bu Lika..." Kemudian Pak Andi dan Ricky bergegas keluar ruangan, Lika masih duduk di ruangannya hendak memulai interviewnya.


Tok....tok....tok....


Suara pintu di ketuk.


"Ya...masuk!" Seru Lika. Pintu ruangan terbuka, seorang wanita cantik tinggi dan ramping masuk dengan membawa sebuah map. Lika terkesiap, dia membulatkan matanya.


"Miss Bella!!" Pekik Lika tertahan.


Wanita di hadapannya itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya hendak menjabat tangannya.


"Apa kabar Bu Lika...lama kita tidak berjumpa..." Kata Bella yang tiba-tiba muncul di hadapan Lika. Lika termangu tak percaya.


"Miss Bella ada di Jogja juga? Sejak kapan Miss?" Tanya Lika berusaha menyembunyikan kegugupannya.

__ADS_1


"Sebenarnya aku sudah di Jakarta beberapa bulan....aku membaca lowongan pekerjaan dari media sosial, makanya aku mencoba melamar di sekolah internasional ini...tidak menyangka kalau sekolah ini adalah milikmu Bu Lika..." Jelas Bella tersenyum dan tetap masih berdiri di tempatnya.


"Oh...sebenarnya...sekolah ini..."


"Apa kau tidak mempersilahkan aku duduk?" Tanya Bella cepat.


"Oh...silahkan duduk Miss Bella..." Ucap Lika. Dia berusaha setenang mungkin. Bella duduk di hadapan Lika.


"Aku kira Miss Bella sudah pindah ke luar negri..." Kata Lika.


"Ya...kau benar Bu Lika...aku memang pindah ke luar negri tapi aku kembali untuk meneruskan usaha keluargaku..."


"Tapi kenapa Miss Bella melamar menjadi guru?"


"Aku jenuh...aku ingin mengajar....apakah Bu Lika bersedia menerimaku menjadi guru di sekolah ini?" Tanya Bella. Lika terdiam, dia bingung mau menjawab apa. Lika merasa ini adalah hal yang aneh, dulu Bella mengajar karena mengejar Alan, sekarang apalagi motivasinya. Lika menarik nafas panjang.


"Miss Bella...maaf, aku tidak bisa memutuskan sendiri..." Ujar Lika lirih.


"Kenapa? Kau kan ada andil untuk memutuskannya....oya, aku dengar kau telah menikah....dan kini memiliki seorang bayi...selamat ya Bu Lika...akhirnya kau menikah juga...."


"Terimakasih..." Gumam Lika.


"Ya ..ya...Miss Bella...nanti aku akan mengabari mu...nomor ponselmu ada di CV kan? Kau tunggu saja kabarnya..." Jawab Lika.


"Baik....aku tunggu panggilan mu...sekarang aku permisi dulu....selamat siang..." Bella berdiri dari duduknya dan langsung melangkah keluar ruangan Lika. Lika kembali menarik nafas panjang.


*********


Interview beberapa calon guru sudah selesai, Lika hanya tinggal menyeleksinya, lagi pula sekolah baru akan di buka bertahap, dari Tingkat TK dan SD dulu. Tahun depan baru akan di buka SMP dan SMA.


Lika memeriksa semua berkas yang ada di mejanya, dengan antusias dia membuka berkas milik Bella, ada CV lengkap di sana. Lika mulai mengamati tulisan yang ada di hadapannya.


Tok...tok...tok....


Ricky sudah masuk sambil menggendong Given yang sedang menangis.

__ADS_1


"Putra kita lapar sayang...." Kata Ricky sambil menyerahkan Given. Lika segera menggendong dan menyusuinya.


"Anak Ibu lapar ya....maafin ibu ya...tadi kelamaan ya sayang....ibu janji deh tidak akan meninggalkan Given lama-lama.." Ucap Lika sambil membelai kepala Given yang sedang rakus menyusu padanya, Bayi itu benar-benar kelaparan.


"Kalau sudah selesai kita pulang saja...tadi aku baru meeting dengan beberapa kolega yang akan menjadi donatur di sekolah kita..." Kata Ricky.


"Kau meeting sambil menggendong Given?". Tanya Lika.


"Iya...memangnya kenapa??"


"Tidak...lucu saja...seorang developer besar meeting sambil menggendong bayi..."


"Tidak ada yang komplain kok...lagi pula sekalian aku bisa memamerkan Given pada kolega ku..."


"Huh dasar...!"


"Sayang, wajahmu kelihatan agak tegang....ada apa sih? Bagaimana dengan calon guru baru kita?" Tanya Ricky.


"Papa....kau tau....salah satu dari calon guru itu adalah Miss Bella...aku kaget sekali...tidak menyangka akan bertemu dia lagi di sini..." Kata Lika.


"Miss Bella? Miss Bella guru bahasa Inggrisnya Nando dulu??" Tanya Ricky tak percaya.


"Iya Miss Bella....Miss Bella yang saudara sepupunya Mbak Sarah...." Lika menghentikan perkataannya. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Lika langsung membuka berkas milik Bella.


"Sayang....ada apa sih...kau begitu tegang sekali...?" Tanya Ricky heran.


"Pa...coba kau lihat deh....di KTP Miss Bella, domisilinya di Jakarta, kenapa dia begitu niat melamar di sekolah kita yang ada di Jogja?" Ricky dan Lika saling berpandangan.


"Sayang...kuasai dirimu, jangan dulu berpikir negatif...kau harus tenang....oke..." Ricky mengusap pipi Lika. Wajah Lika terlihat sangat tegang dan cemas.


"Pa...apa ini Ada kaitannya dengan Mbak Sarah?" Gumam Lika lirih.


"Tidak....tidak....sepertinya kau butuh makan siang...ayo, lebih baik kita pulang sekarang..." Ucap Ricky. Lika memberikan Given yang sudah tertidur pada Ricky, pandangannya lurus ke depan. Ricky mengambil Given dan menggendongnya. Kemudian Lika berdiri dari duduknya.


"Sayang....aku tidak ingin orang lain melihat dada mu, tolong kau masukan kembali ke tempatnya..." Kata Ricky sambil menunjuk dada Lika yang tanpa sadar masih dalam posisi saat dia menyusui Given.

__ADS_1


"Oh my God! Pikiranku agak kacau, sampai aku tidak menyadari ini...!" Seru Lika malu, wajahnya langsung bersemu merah.


***********


__ADS_2