
Lika menyusui bayi laki-lakinya yang mungil, tak henti-hentinya ia memandang mahluk kecil yang kini ada dalam dekapannya, sesekali dia mengecup wajah bayinya. Senyum kebahagiaan terpancar dari wajahnya. Sementara di sampingnya Ricky yang baru sadar, mulai dapat menggerakkan tubuhnya dan bangun dari tidurnya, terkadang dia turun untuk latihan berjalan karena tubuhnya agak kaku karena terbaring selama hampir dua minggu.
Di ruangan ini, seluruh keluarga sudah berkumpul, ada Nenek, Lia, Kezia, Nando dan juga Mbok Narti. Wajah mereka juga di penuhi dengan kebahagiaan.
"Bu...dedek bayinya siapa namanya?" Tanya Nando. Lika dan Ricky saling berpandangan.
"Namanya Given....artinya adalah pemberian...ini Dedek pemberian Tuhan buat kita semua...karena dia adalah hadiah cinta Papa dan ibu...." Jawab Ricky sambil mengelus kepala bayi mungilnya yang masih asyik menyusu di dada ibunya.
"Aduh...so sweet sekali kalian....jiwa jombloku mulai meronta nih...!" Cetus Lia.
"Hush...pikirkan dulu kulaihmu Lia...!" Seru Nenek.
"Iya...iya....Nenek seperti tidak pernah muda saja..." Sahut Lia.
"Dedek Given....ganteng amat sih....mirip siapa ya...." Kata Kezia sambil mencolek pipi bayi Given dengan gemas.
"Yah kalau ganteng sih mirip papa pastinya..." jawab Ricky dengan percaya dirinya.
"Huh...semua saja mirip papa...Gimana nih pengalaman papa yang tidurnya lama....sampai Given lahir, baru deh sadar...bahkan semua orang hampir frustasi karena Papa....enak ya jadi Papa...bangun-bangun proyek sudah lancar...hmm...berterimakasih lah papa sama Given...kalau bukan karena bayi kita kuat, mana sanggup aku jalan ke Jakarta dalam kondisi hamil tua...tanpa dampingan suami...." Cerita Lika. Ricky langsung mencium wajah Lika dengan gemas.
"Maaf....Lika memang istri yang hebat, tambah cinta aku sama kamu...." Ucap Ricky sambil kembali mencium wajah Lika dan mengecup bibirnya sekilas.
"Hei Ricky...! kalau mau romantis jangan disini! Kau tidak malu sama anak-anakmu apa...?!" Cetus Nenek melotot.
"Ah nenek....seperti tidak pernah muda saja... anak-anakku sudah terbiasa melihat papa dan Ibunya berciuman...supaya mereka juga belajar bagaimana mencintai orang dengan tepat..." Sahut Ricky.
"Iya Nek...aku pernah lihat papa dan Ibu berciuman, mereka kan acting mau main film...!" Celetuk Nando. Semua yang ada di ruangan itu mengernyitkan dahinya berpikir.
"Sudah...sudah....sekarang kapan nih rencana kita pulang ke Jogja....aku kangen pulang ke rumah..." Kata Lika mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Kata mas Jun...pulang ke Jogja nya di bagi dua saja....Nenek, mbak Lia dan anak-anak duluan...lalu Mbak Lika, Pak Ricky dan Mbok Narti belakangan.....bagaimana??" tanya mbok Narti.
"Usul yang bagus..." Sahut Ricky.
"Setuju Mbok....aku sudah kangen nih ketemu Leo pacarku!" Cetus Lia.
"Ayo...kalau begitu hari ini saja kita pulang duluan...Nenek sudah sumpek tiap hari tidur di hotel..." Sambung Nenek.
"Ya sudah...Kezia...Nando....kalian ikut nenek ya pulang duluan...." Kata Ricky.
"Tapi aku mau bereng Ibu sama Dedek pa..." Sahut Kezia.
"Aku juga...." Tambah Nando.
"Sayang....nanti juga kita akan ketemu kok di rumah...kalau tidak begini saja deh....kalian naik mobil sama Mas Jun, Ibu, Papa dan Mbok Narti naik taksi online pulangnya, jadi mas Jun tidak bolak-balik...kita akan sampai berbarengan...Gimana usul ibu?" Tanya Lika.
"Setuju...!" Sahut mereka semua berbarengan.
Mbok Narti juga mulai membereskan barang-barang milik Lika dan Ricky, juga perlengkapan bayi Given yang ia beli dadakan saat Lika hendak melahirkan, karena barang-barang perlengkapan Given ada di Jogja.
"Sayang....berikan bayinya padaku..." Kata Ricky sambil mengulurkan tangannya hendak menggendong bayinya.
"Sebentar...dia masih menyusu..." Kilah Lika.
"Lama sekali dia menyusu...aku saja Papanya menyusu tidak selama ini....!" Cetus Ricky cemberut.
"Iiih....apaan sih Pa....bikin malu saja....!" Sungut Lika. Kemudian Ricky mulai menarik mulut bayinya agar melepas hisapannya, pada saat di lepas, air susu Lika langsung muncrat mengenai wajah bayi Given, membuat Lika menjadi geram.
"Papa...! Pelan-pelan dong...dasar laki-laki...main tarik tidak ada aturannya...!!" Dengus Lika sambil membersihkan wajah bayinya yang terkena ASI dengan tissue.
__ADS_1
"Maaf sayang....aku hanya mau gendong....sejak dia lahir aku bahkan belum bisa menggendongnya, karena tubuhku masih lemah....sekarang aku mulai pulih, masa aku tidak boleh menggendong anakku..." Wajah Ricky berubah sendu. Lika kasihan melihat wajah suaminya itu, dia langsung menyodorkan bayinya kepada Ricky.
"Ini...gendong lah dia...pelan-pelan ya...maaf...tadi aku hanya agak kaget, kulitnya masih sensitif, kalau terkena ASI bisa timbul ruam atau bintik-bintik..." Jelas Lika. Ricky menciumi Given yang kini ada dalam gendongannya.
"Itu kenapa ASI mu banyak sekali...sampai bisa muncrat mengenai wajah tampannya..."
"Waktu hamil aku rajin makan sayur katuk...aku lihat di internet, itu bisa memproduksi ASI, bahkan sekarang ASI ku sangat melimpah....kalau berlebih bisa ku perah dan di simpan dalam botol untuk persediaan..." Jelas Lika.
"Jangan....jangan di perah....memangnya kau sapi? Aku bisa membantu menghabiskan stok ASI mu...aku kan juga ingin sehat dan kuat seperti Baby Given..." Ujar Ricky. Spontan Lika menjitak kepala suaminya itu.
"Dasar kau...aku tau modus mu apa....bahkan bayimu sendiri kau jadikan saingan...ada akhlak sedikit lah Pa..." Kata Lika. Ricky hanya tersenyum kecut.
Tak berapa lama seorang perawat masuk kedalam ruangan itu.
"Selamat Siang Bu Lika...bagaimana bayinya? Anteng nih kelihatannya...jarang terdengar menangis..." Sapa Suster itu.
"Ya jelas anteng Sus...kerjaannya hanya menyusu setiap saat...." Jawab Ricky, Lika mencubit pinggang suaminya itu hingga meringis. Sang Suster hanya tersenyum.
"Oya Bu...ini ada paket titipan makan siang, pengirimnya seperti biasa Bu....misterius..." Kata Suster.
"Terimakasih Sus..letakan saja di meja, nanti kami pasti akan memakannya..." Jawab Lika. Lalu Suster meletakan bungkusan makan siang itu di meja, kemudian dia segera meninggalkan ruangan itu.
"Dari siapa itu makanannya??" Tanya Ricky antusias.
"Aku juga tidak tau Pa...nanti aku coba tanya mbok Narti lagi...aku terlalu sibuk dan stress kemarin, sampai tidak memperdulikan apalagi berterimakasih pada sang pengirim makanan...selama aku disini menemanimu, sang pengirim makanan itu telah banyak membantuku...mungkin tanpa dia aku makin stress harus cari makanan sendirian dalam kondisi seperti ini....ah...kelak aku harus berterimakasih terhadapnya..." Ungkap Lika.
"Apa maksudnya di balik semua ini? Apa motivasinya membantumu??"
"Aku tidak tau Pa... Bahkan orang itu juga telah membayar biaya pengobatan mu di rumah sakit ini...walaupun itu hanya di awal, setelah itu baru aku yang melunasinya...." Jelas Lika.
__ADS_1
"Hah???!" Ricky membulatkan matanya.
***********